Skip to content

Rasa Sakit yang Berpahala

ykkokut
4 menit baca
rasa sakit yang berpahala

Rasa Sakit yang Berpahala – Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh orang yang mengikuti petunjuk beliau hingga hari Kiamat.

  1. Setiap Rasa Sakit Telah Allah Takdirkan

Sakit merupakan bagian dari ujian yang Allah tetapkan bagi hamba-Nya. Tidak ada satu rasa nyeri pun yang menimpa seorang mukmin kecuali dengan ilmu dan hikmah Allah. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya memandang sakit dengan kacamata iman, bukan hanya sebagai penderitaan, tetapi juga sebagai kesempatan meraih pahala dan ampunan.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Artinya: “Dan sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 155).¹

Ujian yang berupa rasa sakit merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Melalui ujian tersebut Allah membersihkan dosa, meninggikan derajat, dan mengingatkan hamba agar kembali kepada-Nya.

  • Sakit Menghapus Dosa

Di antara kabar gembira terbesar bagi orang yang sakit adalah bahwa rasa sakitnya menjadi sebab dihapuskannya dosa.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ، وَلَا وَصَبٍ، وَلَا هَمٍّ، وَلَا حُزْنٍ، وَلَا أَذًى، وَلَا غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Artinya: *”Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kegelisahan, kesedihan, gangguan, ataupun kesusahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah menghapus sebagian dosa-dosanya karenanya.”*²

Betapa luas rahmat Allah. Bahkan rasa sakit sekecil tertusuk duri tidak dibiarkan berlalu tanpa balasan. Selama seorang hamba bersabar dan mengharap pahala dari Allah, setiap rasa sakitnya bernilai ibadah.

  • Orang yang Allah Kehendaki Kebaikan Akan Diuji

Rasa sakit terkadang merupakan tanda bahwa Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ

“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya.”³

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan musibah menjadi sebab pembersihan dosa dan peninggian derajat apabila dihadapi dengan sabar dan ridha kepada Allah.⁴

  • Besarnya Ujian Para Nabi

Jangan mengira bahwa banyaknya ujian menunjukkan rendahnya kedudukan seseorang. Justru manusia terbaik adalah mereka yang paling berat ujiannya.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

Aku menemui Rasulullah ketika beliau mengalami demam yang sangat berat. Aku berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh engkau mengalami demam yang berat.”

Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

أَجَلْ، إِنِّي أُوعَكُ كَمَا يُوعَكُ رَجُلَانِ مِنْكُمْ

“Benar, aku mengalami sakit sebagaimana sakit yang dialami oleh dua orang di antara kalian.” Aku berkata, “Apakah karena engkau memperoleh dua pahala?” Beliau menjawab:

نَعَمْ

“Ya.” Kemudian beliau bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ، إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ، كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

Artinya: “Tidaklah seorang muslim tertimpa gangguan berupa penyakit atau selainnya, melainkan Allah menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.”  (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa sakit bukanlah hukuman bagi setiap orang yang mengalaminya. Bahkan Rasulullah, manusia yang paling mulia dan paling dicintai Allah, tetap diuji dengan sakit yang berat.

  • Demam Termasuk Ujian dari Allah

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

الْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ، فَأَبْرِدُوهَا بِالْمَاءِ

Artinya: *”Demam itu berasal dari hembusan panas Jahannam, maka dinginkanlah dengan air.”*⁶

Hadits ini juga mengajarkan bahwa seorang muslim tetap diperintahkan mengambil sebab-sebab yang dibenarkan syariat untuk memperoleh kesembuhan.

  • Bersabar adalah Jalan Menuju Pahala

Kesabaran bukan berarti pasrah tanpa usaha. Seorang muslim tetap berobat, tetap berdoa, namun hatinya ridha terhadap keputusan Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar [39]: 10).⁷

  • Penutup

Wahai saudaraku yang sedang merasakan sakit, janganlah engkau mengira bahwa rasa sakitmu sia-sia. Bisa jadi setiap rasa nyeri yang engkau rasakan sedang menggugurkan dosa-dosamu, meninggikan derajatmu, dan mendekatkanmu kepada Allah. Maka bersabarlah, perbanyaklah doa, jangan tinggalkan shalat, dan tetaplah berikhtiar mencari pengobatan yang halal.

Semoga Allah menjadikan sakit yang kita alami sebagai penghapus dosa, penambah pahala, serta sebab kita kembali kepada-Nya dengan hati yang lebih bersih.

اللهم اشفِ مرضانا ومرضى المسلمين، شفاءً لا يغادر سقماً، وكفِّر عنا خطايانا، وارزقنا الصبر والاحتساب، إنك سميع مجيب.

Catatan Kaki

¹ Al-Qur’an al-Karim, QS. Al-Baqarah [2]: 155.

² Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, Kitab al-Mardha, no. 5641; Muslim bin al-Hajjaj, Shahih Muslim, no. 2573.

³ Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, Kitab al-Mardha, no. 5645.

⁴ Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Fath al-Bari bi Syarh Shahih al-Bukhari, jilid 10, hlm. 103–104.

⁵ Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, no. 5648; Muslim, Shahih Muslim, no. 2571.

⁶ Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, Kitab ath-Thibb, no. 5723.

⁷ Al-Qur’an al-Karim, QS. Az-Zumar [39]: 10.

Daftar Pustaka

Ibnu Hajar al-‘Asqalani. Fath al-Bari bi Syarh Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar al-Ma’rifah.

Al-Qur’an al-Karim.

Al-Bukhari, Muhammad bin Isma’il. Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar Thauq an-Najah.

Muslim bin al-Hajjaj. Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi.

Baca juga artikel:

Dzulqarnain Penguasa yang Adil

Hukum Seputar Qurban

Bagikan:

Artikel Terkait

jangan ujub siapa yang jamin amal kita diterima
Muhasabah 09/10/2026

Jangan Ujub! Siapa yang Menjamin Amal kita Diterima?

Jangan Ujub! Siapa yang Menjamin Amal kita Diterima? – Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Yang Maha Sempurna dan terbebas dari segala kekurangan. Shalawat beserta salam semoga tetap Allah limpahkan kepada Rasulullah, manusia yang berbudi luhur dan berakhlak mulia. Sosok teladan yang sempurna bagi umat ini. Pada hakikatnya manusia itu memiliki perasaan bangga terhadap dirinya. Diantaranya […]

iri dengkimu adalah deritamu
Muhasabah 03/10/2026

Iri Dengkimu Adalah Deritamu

Iri Dengkimu Adalah Deritamu – Sifat hasad atau dengki pada hakikatnya merupakan sumber penderitaan bagi pelakunya sendiri. Hasad adalah sebuah penyakit hati yang secara diam-diam akan menggerogoti dan memakan habis setiap pahala dan kebaikan yang telah dikumpulkan dengan susah payah oleh seorang hamba. Penghancuran kebaikan ini berlangsung dengan sangat cepat, layaknya api yang melahap kayu […]

LAZ Kunci Kebaikan

Dana yang disalurkan melalui LAZ Kunci Kebaikan hanya bersumber dari dana halal, tidak bertujuan untuk pencucian uang, terorisme, maupun tindakan kejahatan lainnya.

Legalitas LAZ

Izin Kanwil nomor:
337 Tahun 2026 (29 Juli 2026 )

QRIS Zakat

ZAKAT YKK

Rek. BSI

8643916700

a.n. Zakat YKK

Wajib Konfirmasi ke:

Bpk. Heri Setiawan, S.Pd.
(0822-6666-0856)

Tanpa konfirmasi, dianggap sedekah biasa.

QRIS Zakat

PEDULI SESAMA YKK

Rek. BSI

4557498470

a.n. Peduli Sesama YKK

(Tanpa konfirmasi digunakan untuk program-program LAZ)

Donasi khusus tidak akan dipotong jasa penyaluran.

Sekretariat:

Kompleks Ponpes Darul-Qur'an Wal-Hadits, Jl Tuanku Imam Bonjol, Bunga Mayang, Peracak, OKU Timur, Sumsel (32315)

Klik: Google Map