Rasa Sakit yang Berpahala
Rasa Sakit yang Berpahala – Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh orang yang mengikuti petunjuk beliau hingga hari Kiamat.
- Setiap Rasa Sakit Telah Allah Takdirkan
Sakit merupakan bagian dari ujian yang Allah tetapkan bagi hamba-Nya. Tidak ada satu rasa nyeri pun yang menimpa seorang mukmin kecuali dengan ilmu dan hikmah Allah. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya memandang sakit dengan kacamata iman, bukan hanya sebagai penderitaan, tetapi juga sebagai kesempatan meraih pahala dan ampunan.
Allah Ta’ala berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Dan sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 155).¹
Ujian yang berupa rasa sakit merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Melalui ujian tersebut Allah membersihkan dosa, meninggikan derajat, dan mengingatkan hamba agar kembali kepada-Nya.
- Sakit Menghapus Dosa
Di antara kabar gembira terbesar bagi orang yang sakit adalah bahwa rasa sakitnya menjadi sebab dihapuskannya dosa.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ، وَلَا وَصَبٍ، وَلَا هَمٍّ، وَلَا حُزْنٍ، وَلَا أَذًى، وَلَا غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
Artinya: *”Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kegelisahan, kesedihan, gangguan, ataupun kesusahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah menghapus sebagian dosa-dosanya karenanya.”*²
Betapa luas rahmat Allah. Bahkan rasa sakit sekecil tertusuk duri tidak dibiarkan berlalu tanpa balasan. Selama seorang hamba bersabar dan mengharap pahala dari Allah, setiap rasa sakitnya bernilai ibadah.
- Orang yang Allah Kehendaki Kebaikan Akan Diuji
Rasa sakit terkadang merupakan tanda bahwa Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya.”³
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan musibah menjadi sebab pembersihan dosa dan peninggian derajat apabila dihadapi dengan sabar dan ridha kepada Allah.⁴
- Besarnya Ujian Para Nabi
Jangan mengira bahwa banyaknya ujian menunjukkan rendahnya kedudukan seseorang. Justru manusia terbaik adalah mereka yang paling berat ujiannya.
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
Aku menemui Rasulullah ketika beliau mengalami demam yang sangat berat. Aku berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh engkau mengalami demam yang berat.”
Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
أَجَلْ، إِنِّي أُوعَكُ كَمَا يُوعَكُ رَجُلَانِ مِنْكُمْ
“Benar, aku mengalami sakit sebagaimana sakit yang dialami oleh dua orang di antara kalian.” Aku berkata, “Apakah karena engkau memperoleh dua pahala?” Beliau menjawab:
نَعَمْ
“Ya.” Kemudian beliau bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ، إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ، كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا
Artinya: “Tidaklah seorang muslim tertimpa gangguan berupa penyakit atau selainnya, melainkan Allah menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa sakit bukanlah hukuman bagi setiap orang yang mengalaminya. Bahkan Rasulullah, manusia yang paling mulia dan paling dicintai Allah, tetap diuji dengan sakit yang berat.
- Demam Termasuk Ujian dari Allah
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
الْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ، فَأَبْرِدُوهَا بِالْمَاءِ
Artinya: *”Demam itu berasal dari hembusan panas Jahannam, maka dinginkanlah dengan air.”*⁶
Hadits ini juga mengajarkan bahwa seorang muslim tetap diperintahkan mengambil sebab-sebab yang dibenarkan syariat untuk memperoleh kesembuhan.
- Bersabar adalah Jalan Menuju Pahala
Kesabaran bukan berarti pasrah tanpa usaha. Seorang muslim tetap berobat, tetap berdoa, namun hatinya ridha terhadap keputusan Allah.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar [39]: 10).⁷
- Penutup
Wahai saudaraku yang sedang merasakan sakit, janganlah engkau mengira bahwa rasa sakitmu sia-sia. Bisa jadi setiap rasa nyeri yang engkau rasakan sedang menggugurkan dosa-dosamu, meninggikan derajatmu, dan mendekatkanmu kepada Allah. Maka bersabarlah, perbanyaklah doa, jangan tinggalkan shalat, dan tetaplah berikhtiar mencari pengobatan yang halal.
Semoga Allah menjadikan sakit yang kita alami sebagai penghapus dosa, penambah pahala, serta sebab kita kembali kepada-Nya dengan hati yang lebih bersih.
اللهم اشفِ مرضانا ومرضى المسلمين، شفاءً لا يغادر سقماً، وكفِّر عنا خطايانا، وارزقنا الصبر والاحتساب، إنك سميع مجيب.
Catatan Kaki
¹ Al-Qur’an al-Karim, QS. Al-Baqarah [2]: 155.
² Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, Kitab al-Mardha, no. 5641; Muslim bin al-Hajjaj, Shahih Muslim, no. 2573.
³ Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, Kitab al-Mardha, no. 5645.
⁴ Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Fath al-Bari bi Syarh Shahih al-Bukhari, jilid 10, hlm. 103–104.
⁵ Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, no. 5648; Muslim, Shahih Muslim, no. 2571.
⁶ Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, Kitab ath-Thibb, no. 5723.
⁷ Al-Qur’an al-Karim, QS. Az-Zumar [39]: 10.
Daftar Pustaka
Ibnu Hajar al-‘Asqalani. Fath al-Bari bi Syarh Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar al-Ma’rifah.
Al-Qur’an al-Karim.
Al-Bukhari, Muhammad bin Isma’il. Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar Thauq an-Najah.
Muslim bin al-Hajjaj. Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi.
Baca juga artikel:
