Skip to content

Sunnah yang Terlupakan: Amalan Kecil Berpahala Besar

Khoirul Anam
7 menit baca
Sunnah Yanag Terlupakan Amalan Kecil Berpahala Besar

Sunnah yang Terlupakan: Amalan Kecil Berpahala Besar

Pendahuluan

Segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan agama ini dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, sahabat, dan seluruh orang yang mengikuti petunjuk beliau hingga hari kiamat. Dalam kehidupan seorang Muslim, Sunnah Rasulullah merupakan pedoman utama setelah Al-Qur’an. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak amalan Sunnah yang mulai ditinggalkan atau dianggap remeh. Padahal, amalan-amalan tersebut walaupun kecil, memiliki pahala yang besar di sisi Allah, terlebih jika dilakukan secara istiqamah.

Artikel ini akan membahas beberapa Sunnah yang sering terlupakan, beserta dalil dari Al-Qur’an dan hadits shahih, serta penjelasan pentingnya menghidupkan kembali Sunnah dalam kehidupan sehari-hari.

Landasan Perintah Mengikuti Sunnah

Allah Subhanahu Wata’ala  berfirman:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ

Artinya: “Katakanlah: Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian…”

(QS. Ali ‘Imran: 31)

Allah Subhanahu Wata’ala juga berfirman:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا

Artinya: “Apa yang diberikan Rasul kepada kalian maka ambillah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah.”

(QS. Al-Hasyr: 7)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa menghidupkan sunnahku yang telah mati setelahku, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Tirmidzi, hasan)

Dalil-dalil ini menunjukkan bahwa mengikuti Sunnah bukan hanya bentuk ketaatan, tetapi juga bukti kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Keutamaan Amalan Kecil dalam Islam

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari no. 6464 dan Muslim no. 783)

Hadits ini menunjukkan bahwa amalan kecil yang dilakukan secara istiqamah lebih dicintai daripada amalan besar yang tidak konsisten. Oleh karena itu, jangan meremehkan Sunnah yang tampak sederhana.

Contoh Sunnah yang Sering Terlupakan

1. Membaca Doa Sebelum dan Sesudah Aktivitas

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan berbagai doa dalam aktivitas harian, seperti sebelum makan:

بِسْمِ اللَّهِ

“Dengan nama Allah.” (HR. Bukhari)

Dan setelah makan:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ

Alhamdulillahil ladzi Ath’amani Hadza Warazaqanihi (HR. Abu Dawud, hasan)

Amalan ini sederhana, namun sering dilupakan, padahal mengandung keberkahan.

2. Bersiwak (Membersihkan Gigi)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Bukhari no. 887 dan Muslim no. 252)

Siwak merupakan Sunnah yang memiliki manfaat dunia dan akhirat, tetapi banyak ditinggalkan.

3. Shalat Sunnah Rawatib

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa menjaga dua belas rakaat sunnah dalam sehari semalam, maka dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)

Shalat Sunnah rawatib sering dianggap ringan, namun memiliki keutamaan besar.

4. Mengucapkan Salam

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ اللَّهِ

Artinya: “Apabila kalian memasuki rumah, ucapkanlah salam…” (QS. An-Nur: 61)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga sampai beriman, dan tidak beriman sampai saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

5. Tersenyum kepada Sesama Muslim

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi, shahih)

Amalan kecil ini sangat mudah, tetapi memiliki nilai pahala yang besar.

6. Tidur dengan Adab Sunnah

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Jika engkau hendak tidur, maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat.” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

Beliau juga menganjurkan membaca ayat Kursi sebelum tidur (HR. Bukhari dalam shahihnya).

7. Dzikir Setelah Shalat

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan membaca:

Subhanallah 33x

Alhamdulillah 33x

Allahu Akbar 33x

(HR. Muslim no. 597)

Dzikir ini sering diabaikan padahal sangat ringan dan berpahala besar.

8. Menggunakan Tangan Kanan dalam Kebaikan

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanan, dan apabila minum, maka minumlah dengan tangan kanan…” (HR. Muslim no. 2020)

Amalan ini sangat sederhana, tetapi sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari.

9. Duduk Saat Minum

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasllam bersabda: “Janganlah salah seorang di antara kalian minum dalam keadaan berdiri.” (HR. Muslim no. 2024)

Walaupun ada kondisi tertentu yang dibolehkan, namun kebiasaan duduk saat minum adalah Sunnah yang lebih utama.

10. Mengucapkan Doa Masuk dan Keluar Rumah

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Jika seseorang masuk rumahnya lalu ia berdzikir kepada Allah ketika masuk dan ketika makan, maka setan berkata: Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makan malam bagi kalian.” (HR. Muslim no. 2018)

Ini menunjukkan betapa besar perlindungan dari amalan kecil tersebut.

11. Shalat Dua Rakaat Sebelum Subuh

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725)

Ini adalah salah satu Sunnah yang sangat ditekankan, tetapi sering diremehkan.

12. Mengucapkan Dzikir Pagi dan Petang

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak.” (QS. Al-Ahzab: 41)

Dzikir pagi dan petang termasuk benteng seorang Muslim, namun banyak yang melalaikannya.

Penjelasan Ulama Salaf tentang Sunnah Kecil

Imam An-Nawawi Rahimahullah berkata: “Hendaknya seseorang menjaga amalan walaupun sedikit, karena amalan yang sedikit namun terus-menerus lebih utama daripada yang banyak namun terputus.”

Al-Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah menjelaskan bahwa: “Meremehkan Sunnah kecil dapat menjadi sebab hilangnya kecintaan kepada Sunnah secara keseluruhan.”

Sufyan Ats-Tsauri Rahimahullah berkata: “Tidaklah aku mengetahui amalan yang lebih utama setelah yang wajib selain mengikuti Sunnah.”

Perkataan para ulama ini menunjukkan bahwa Sunnah sekecil apa pun memiliki nilai besar dalam menjaga keimanan.

Dampak Meninggalkan Sunnah Secara Bertahap

Meninggalkan Sunnah yang kecil dapat membawa dampak besar, di antaranya:

1. Hilangnya keberkahan dalam hidup

2. Melemahnya kecintaan kepada Rasulullah

3. Terbiasa meremehkan ajaran agama

4. Terbuka pintu bid’ah

Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata: “Barangsiapa meremehkan adab (Sunnah), maka ia akan terhalang dari sunnah-sunnah lainnya.”

Cara Mudah Menghidupkan Sunnah dalam Kehidupan

Untuk mengamalkan Sunnah secara konsisten, dapat dilakukan langkah-langkah berikut:

1. Memulai dari yang paling mudah

Seperti mengucapkan salam, tersenyum, dan membaca doa harian.

2. Istiqamah walaupun sedikit

Berdasarkan hadits tentang amalan yang paling dicintai Allah.

3. Belajar ilmu Sunnah

Dengan membaca kitab hadits dan penjelasan ulama.

4. Mengajak keluarga dan orang terdekat

Agar Sunnah menjadi budaya dalam kehidupan.

5. Niat menghidupkan Sunnah

Karena pahala besar diberikan bagi orang yang menghidupkan Sunnah yang ditinggalkan.

Keutamaan Menghidupkan Sunnah di Akhir Zaman

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari kesabaran, orang yang berpegang pada sunnah saat itu seperti memegang bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260, shahih)

Ini menunjukkan bahwa mengamalkan Sunnah di zaman penuh fitnah memiliki pahala yang besar.

Hikmah Menghidupkan Sunnah

Menghidupkan Sunnah memiliki banyak manfaat, di antaranya:

1. Mendapatkan cinta Allah

Sebagaimana QS. Ali ‘Imran: 31.

2. Pahala berlipat ganda

Terutama ketika Sunnah tersebut mulai ditinggalkan.

3. Menjadi pembeda antara ahli Sunnah dan ahli bid’ah

4. Mendapat syafaat Rasulullah

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membenciku, maka ia bukan dari golonganku.” (HR. Bukhari)

Menghidupkan Sunnah berarti menunjukkan kecintaan kepada beliau.

Tantangan dalam Mengamalkan Sunnah

Di zaman sekarang, banyak orang menganggap Sunnah sebagai hal yang tidak penting. Bahkan, terkadang orang yang mengamalkan Sunnah dianggap aneh.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim no. 145)

Oleh karena itu, seorang Muslim harus tetap istiqamah walaupun sedikit orang yang mengamalkannya.

Penutup

Sunnah Rasulullah adalah cahaya dalam kehidupan seorang Muslim. Amalan kecil yang sering dianggap sepele ternyata memiliki nilai besar di sisi Allah. Oleh karena itu, hendaknya kita berusaha menghidupkan Sunnah dalam setiap aspek kehidupan.

Jangan menunggu amalan besar untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena bisa jadi amalan kecil yang istiqamah justru menjadi sebab keselamatan di akhirat.

Semoga Allah memudahkan kita untuk mengikuti Sunnah Rasulullah dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Referensi

1. Al-Qur’anul Karim

2. Shahih Bukhari

3. Shahih Muslim

4. Sunan Tirmidzi

5. Sunan Abu Dawud

6. Riyadhus Shalihin Imam An-Nawawi

7. Syarh Shahih Muslim Imam An-Nawawi

8. Fathul Bari Ibnu Hajar Al-Asqalani

9. Tafsir Ibnu Katsir

10. Zadul Ma’ad Ibnul Qayyim

11. Jami’ul ‘Ulum wal Hikam Ibnu Rajab

12. Al-Adzkar Imam An-Nawawi

13. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah Syaikh Al-Albani

Diringkas oleh: Retia Abillila (Guru Diniyyah SDI Abu Hurairah)

Lahat, 23 April 2026

Baca juga artikel:

Berbakti Kepada Orang Tua Dalam Ajaran Islam

Beristighasah Kepada Selain Allah

Bagikan:

Artikel Terkait

Besarnya Pahala Menyambung Silaturahmi Sesama Saudara
Adab 02/09/2026

Besarnya Pahala Menyambung Silaturahmi Sesama Saudara

Besarnya Pahala Menyambung Silaturahmi Sesama Saudara – Silaturahmi atau Shilahur-Rahim secara bahasa berarti menyambung hubungan rahim atau kekerabatan. Secara istilah syariat, ia adalah menjaga hubungan baik, saling mengunjungi, menolong, memberi nafkah, mendoakan, serta memaafkan sesama kerabat, keluarga, dan saudara seiman. Sebaliknya, memutus silaturahmi adalah menjauhkan diri, tidak mau berhubungan, memutus bantuan, dan memutus komunikasi tanpa […]

berbakti kepada orangtua dalam ajaran islam
Adab 01/09/2026

Berbakti Kepada Orang Tua Dalam Ajaran Islam

Berbakti Kepada Orang Tua Dalam Ajaran Islam – Di antara nikmat terbesar yang diberikan kepada manusia adalah kehadiran kedua orang tua. Melalui merekalah Allah menghadirkan kita ke dunia, memberikan kasih sayang, pendidikan, perlindungan, dan berbagai pengorbanan yang tidak ternilai harganya. Islam merupakan agama yang sangat memperhatikan hubungan antara anak dan orang tua. Bahkan setelah perintah […]

LAZ Kunci Kebaikan

Dana yang disalurkan melalui LAZ Kunci Kebaikan hanya bersumber dari dana halal, tidak bertujuan untuk pencucian uang, terorisme, maupun tindakan kejahatan lainnya.

Legalitas LAZ

Izin Kanwil nomor:
...........................

QRIS Zakat

ZAKAT YKK

Rek. BSI

8643916700

a.n. Zakat YKK

Wajib Konfirmasi ke:

Bpk. Heri Setiawan, S.Pd.
(0822-6666-0856)

Tanpa konfirmasi, dianggap sedekah biasa.

QRIS Zakat

PEDULI SESAMA YKK

Rek. BSI

4557498470

a.n. Peduli Sesama YKK

(Tanpa konfirmasi digunakan untuk program-program LAZ)

Donasi khusus tidak akan dipotong jasa penyaluran.

Sekretariat:

Kompleks Ponpes Darul-Qur'an Wal-Hadits, Jl Tuanku Imam Bonjol, Bunga Mayang, Peracak, OKU Timur, Sumsel (32315)

Klik: Google Map