Skip to content

Keutamaan Dan Kejaiban Sedekah

ykkokut
8 menit baca
keutamaan dan keajaiban sedekahl

Keutamaan Dan Kejaiban Sedekah – Dalam sebuah hadits yang shohih, Nabi Muhammad shallAllahu alaihi wasallam pernah bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّه

Artinya: “Sedekah itu tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba yang pemaaf, kecuali kemuliaan. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah hati) karena Allah, melainkan Allah akan meninggikan (derajat)-nya.”(HR. Muslim no. 2588).

Sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam: “Sedekah tidaklah mengurangi harta…” Artinya, secara dhohir, harta itu memang berkurang ketika seseorang bersedekah.  Hakikatnya, sedekah tidak akan membuat seseorang menjadi miskin. Bahkan, itulah sebab datangnya keberkahan, keluasan rezeki, dan penjagaan dari Allah Ta’ala.

Terkadang harta yang sedikit tetapi penuh keberkahan terasa cukup, menenangkan hati, dan membawa banyak manfaat. Sebaliknya, ada harta yang banyak namun tidak berkah, cepat habis, penuh masalah, dan tidak mendatangkan ketenangan.

Karena itu, seorang muslim tidak takut bersedekah. Ia yakin bahwa janji Allah adalah benar. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ

Artinya: “Dan apa saja yang kalian infakkan, maka Allah akan menggantinya.” (QS. Saba’: 39)

Bahkan dalam banyak keadaan, balasan sedekah itu bisa dirasakan langsung di dunia, dimudahkan urusannya, dijaga dari musibah, dilapangkan rezekinya, ditenangkan hatinya,  serta dicintai manusia.  Maka jangan menunggu kaya untuk bersedekah. Justru di antara sebab dimudahkan datangnya rezeki adalah gemar memberi. Sebagian orang takut hartanya habis karena sedekah, padahal yang lebih mengkhawatirkan adalah harta habis tanpa pahala.

Namun menurut syariat, hakikatnya harta tersebut tidak berkurang, bahkan bertambah-tambah, melalui beberapa hal :

  1. Keberkahan yang Allah berikan pada harta yang tersisa.

Bisa jadi secara angka harta berkurang, tetapi Allah memberikan keberkahan pada sisanya sehingga terasa cukup, bermanfaat, dan menenangkan hati.

Betapa banyak orang yang penghasilannya sedikit namun hidupnya penuh ketenangan, kebutuhan tercukupi, anak-anaknya sholih, dan keluarganya harmonis. Sebaliknya, ada yang hartanya melimpah tetapi selalu merasa kurang dan penuh kegelisahan.

Allah Ta’ala berfirman:

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

Artinya: “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” (QS. Al-Baqarah: 276)

Al-Imam Al-Qurthubi رحمه الله berkata: “Makna ‘menyuburkan sedekah’ adalah Allah memberkahinya, melipatgandakan pahalanya, dan mengganti apa yang dikeluarkan oleh pelakunya.” (Tafsir Al-Qurthubi, 3/355)

  • Balasan berlipat ganda dari Allah.

Orang yang bersedekah sebenarnya sedang bermuamalah dengan Allah Ta’ala. Dan Allah adalah Dzat Yang Maha Kaya lagi Maha Pemurah.

Allah Ta’ala berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ

Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai; pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Dan Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Dalam ayat ini, satu sedekah bisa dibalas sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan lebih sesuai kehendak Allah.

Ibnu Katsir رحمه الله berkata: “Ini menunjukkan bahwa satu amal sholih dilipatgandakan menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, bahkan lebih banyak lagi.” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/699)

  • Dijaga dari musibah dan kebinasaan.

Di antara keberkahan sedekah adalah menjadi sebab terhindarnya seseorang dari bala dan musibah.

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

صَنَائِعُ الْمَعْرُوفِ تَقِي مَصَارِعَ السُّوءِ

Artinya: “Perbuatan-perbuatan baik dapat menjaga dari berbagai kebinasaan.” (HR. Ath-Thabrani, dihasankan Al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 3795)

Al-Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata: “Sedekah memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam menolak berbagai bala, walaupun sedekah itu dilakukan oleh orang fajir atau zalim. Karena Allah menolak berbagai musibah dengan sebab sedekah.” (Al-Wabilush Shayyib, hlm. 49)

Betapa banyak orang yang mungkin terhindar dari kecelakaan, penyakit, kebangkrutan,  atau musibah besar, karena sedekah yang ia lakukan secara ikhlas, meskipun ia sendiri tidak menyadarinya.

  • Dilipatgandakan pahalanya di akhirat sampai berkali-kali lipat.

Harta yang disedekahkan sebenarnya bukan hilang, tetapi dipindahkan menjadi simpanan akhirat yang kekal.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا

Artinya: “Dan kebaikan apa saja yang kalian kerjakan untuk diri kalian, niscaya kalian akan mendapatkannya di sisi Allah sebagai balasan yang lebih baik dan lebih besar pahalanya.” (QS. Al-Muzzammil: 20)

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

يَقُولُ ابْنُ آدَمَ: مَالِي مَالِي، وَهَلْ لَكَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ

Artinya: “Anak Adam berkata: ‘Hartaku, hartaku.’ Padahal tidak ada hartamu kecuali apa yang engkau sedekahkan lalu itulah yang kekal bagimu.” (HR. Muslim no. 2958)

Maka hakikat harta yang benar-benar menjadi milik kita adalah yang telah kita kirim untuk akhirat.

Orang yang Bersedekah Tidak Akan Miskin

Karena itu, orang yang gemar bersedekah tidak akan jatuh miskin karena sedekahnya. Bahkan rezekinya akan terus bertambah dan diberkahi.

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Artinya: “Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim no. 2588)

Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin Rahimahullah berkata: “Makna hadits ini adalah bahwa sedekah tidak mengurangi harta secara hakiki. Bahkan Allah akan menggantinya dengan yang semisal atau lebih baik darinya, baik secara nyata ataupun melalui keberkahan.” (Syarh Riyadhus Shalihin, 3/392)

Maka jangan takut bersedekah. Jangan menunggu kaya untuk memberi. Justru di antara sebab datangnya rezeki adalah membantu orang lain.

Semakin seseorang dekat kepada Allah dengan sedekah dan kedermawanan, semakin besar pula keberkahan hidup yang Allah limpahkan kepadanya.

Dengan kata lain, orang yang bersedekah itu tidak akan pernah menjadi miskin. Bahkan akan terus bertambah dan barokah rejekinya.

Faedah dan pelajaran penting dari hadits ini :
•. Bahwa sedekah itu tidak akan membuat kita miskin
• Sedekah itu justru membuka pintu-pintu rezeki
• Dengan sebab sedekah, keberkahan harta akan semakin bertambah-tambah
• Allah akan mengganti harta yang kita sedekahkan, dengan ganti yang lebih baik

Allah subahanhu wa ta’ala berfirman :

قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥ وَمَآ أَنفَقْتُم مِّن شَىْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُۥ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّزِقِينَ

Artinya: “Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, dan menyempitkan rejeki bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

KEAJAIBAN SEDEKAH DALAM DUNIA DAN AKHIRAT

Kisah Ulama tentang Keajaiban Sedekah

Diriwayatkan dari kisah seorang laki-laki yang mengalami luka parah di pahanya selama tujuh tahun dan tidak kunjung sembuh meskipun telah berobat dengan berbagai cara.

Kemudian ia datang kepada Al-Imam Abdullah bin Al-Mubarak, seorang ulama besar Ahlus Sunnah. Beliau menasihatinya:

“Pergilah dan galilah sumur di tempat yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Aku berharap dengan sebab itu Allah mengalirkan air darinya, dan dengannya Allah menyembuhkan penyakitmu.”

Laki-laki itu pun melaksanakan nasihat tersebut. Maka dengan izin Allah, ia pun sembuh dari penyakitnya. Kisah ini disebutkan oleh Al-Imam Adz-Dzahabi dalam: Siyar A’lamin Nubala’ (8/407).

Kedudukan Kisah dalam Manhaj Ahlus Sunnah

Para ulama menjelaskan bahwa kisah-kisah orang shalih seperti ini bukan dalil hukum syar’i utama, namun menjadi:

  • penguat iman,
  • penjelas keutamaan amal,
  • dan bukti pengalaman nyata kaum muslimin terhadap keberkahan syariat.

Kesembuhan Hanya dari Allah

Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

Artinya: “Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” (QS. Asy-Syu’ara: 80)

Maka sedekah bukan penyembuh secara mandiri, tetapi sebab yang Allah jadikan jalan datangnya kesembuhan.

Kaidah Ahlus Sunnah: Sebab dan Musabbab

Para ulama menjelaskan:

  • Sedekah adalah sebab syar’i
  • Kesembuhan adalah ketetapan Allah (musabbab)

Syaikhul Islam Ibn Taimiyah berkata: “Allah menjadikan sebagian sebab sebagai jalan datangnya manfaat atau tertolaknya mudharat, namun tetap tidak ada yang memberi pengaruh kecuali dengan izin Allah.” (Majmu’ Al-Fatawa (8/70))

Hikmah Besar dari Kisah Ini

Sedekah bisa menjadi sebab kesembuhan

Karena ia menggabungkan:

  • doa,
  • amal shalih,
  • dan kepedulian sosial.

Sedekah Menolak Musibah

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

صَنَائِعُ الْمَعْرُوفِ تَقِي مَصَارِعَ السُّوءِ

Artinya: “Perbuatan baik dapat menjaga dari kematian yang buruk.” (HR. Ath-Thabrani, dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 3795)

Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata: “Sedekah memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam menolak berbagai musibah, bahkan dari orang yang fajir sekalipun. Maka tidak ada sesuatu yang lebih efektif dalam menolak bala selain sedekah.” Al-Wabilush Shayyib (hal. 49)

Sedekah membuka pintu rahmat Allah

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Sesungguhnya rahmat Allah dekat dengan orang-orang yang berbuat ihsan.” (QS. Al-A’raf: 56)

Sedekah tidak pernah merugikan,Justru ia, menyembuhkan,  melapangkan rezeki,  dan menolak bala. Ahlus Sunnah meyakini bahwa sedekah bukan jimat kesembuhan otomatis , sedekah bukan pengganti obat dan dokter, tetapi sedekah adalah sebab yang diberkahi jika Allah kehendaki

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

تَدَاوَوْا عِبَادَ اللَّهِ

Artinya: “Berobatlah kalian wahai hamba-hamba Allah.” (HR. Abu Dawud no. 3855, shahih)

Maka jangan pernah meremehkan sedekah, walau kecil sekalipun. Sedekah bukan hanya mengisi tangan orang lain, tetapi juga mengisi hidup kita dengan keberkahan Allah.

DENGAN SEBAB SEDEKAH, ANDA AKAN DIPANGGIL MASUK SURGA DARI PINTU KHUSUS

Salah satu jalan untuk meraih kebahagiaan di negeri akhirat nanti adalah melalui jalan sedekah. Ya, karena hidup kita di dunia ini hanya sebentar saja, kira-kira hanya antara 60 sampai 70 tahun saja. Yang lebih dari itu sangatlah sedikit. Sungguh, sangat rugi bagi kita apabila harta kita di dunia ini habis terkuras tak ada bekasnya, sedangkan kehidupan di akhirat nanti itu adalah kekal, tanpa ada batasnya.

Karena itulah, utamakan dan lebih pentingkanlah kehidupan akhirat kita. Perbanyaklah bersedekah, sebagai salah satu bekal untuk kehidupan di akhirat nanti.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

قُلْ مَتَاعُ ٱلدُّنْيَا قَلِيلٌ وَٱلْاخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ ٱتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا

Artinya: “Katakanlah : “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar, dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.”_ (QS. An-Nisa’ : 77)

Oleh karena itu pula, jika kita adalah orang yang rajin bersedekah, maka kita akan mendapatkan keistimewaan dan kemuliaan dari Allah subhanahu wa ta’ala, yakni akan dimasukkan ke dalam surga, dengan dipanggil dari pintu yang khusus untuk masuk ke dalamnya.

Nabi Muhammad shollAllahu alaihi wa sallam pernah bersabda :

ومن كان من أهل الصدقة، دعي من باب الصدق

Artinya: “Jika dia termasuk Ahli Shodaqoh (rajin bersedekah), maka dia akan dipanggil (secara khusus) dari pintu sedekah …. (HR .Imam Al-Bukhori no. 3666 dan Imam Muslim no. 1027)

Jadi, maukah kita dipanggil oleh Allah ta’ala dari pintu khusus tersebut ? Ayo kita bersemangat dan rajin bersedekah ….!

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua, agar diberi kemampuan dan kemauan untuk selalu bersedekah, dan dijauhkan dari sifat Bakhil (pelit dalam masalah harta).

REFERENSI:

  • Al-Qur’anul Karim, Surat An-Nisa’, Al-A’rof
    • Bukhari, Muslim, Ahmad, Kutubus Sittah
    • Al-Wabilush Shayyib, Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah
    • Majmu’ Al-Fatawa, Syeikhul Islam Ibnu Thaimiyyah

Dirangkum oleh: Ustadz Husein Abu Khaitsamah Adek Putra, M.Pd

BACA JUGA :

Bagikan:

Artikel Terkait

hikmah dan faidah adanya penyakit
Fadhilah 25/04/2026

Hikmah Dan Faidah Adanya Penyakit

Hikmah Dan Faidah Adanya Penyakit – Segala puji hanya bagi Allah, kita memujiNya, memohon pertolongan dan ampunan kepadanya, kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan kejelekan amalan-amalan kita. Barang siapa yang Allah beri hidayah, maka tidak ada satu pun yang bisa menyesatkannya, dan siapa saja yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat […]

sedekah sebagai bukti keimanan dan penghapus dosa 1
Fadhilah 09/03/2026

Sedekah Sebagai Bukti Keimanan dan Penghapus Dosa (Part 1)

Sedekah Sebagai Bukti Keimanan dan Penghapus Dosa (Part 1) – Ash-Shadaqah (الصدقة) menurut Bahasa arab bentuk jamak (plural) nya adalah shadaqaat (صدقات). Tashaddaqtu (تصدّقت), artinya aku memberikannya sedekah. Orang yang bersedekah disebut mutashaddiq. Sedangkan menurut istilah, shadaqah (sedekah) ialah pemberian yang diniatkan (dimaksudkan) untuk mencari ganjaran di sisi Allah Ta’ala. Al-Allamah al-Ashfahani رحمه الله   berkata, […]

LAZ Kunci Kebaikan

Dana yang disalurkan melalui LAZ Kunci Kebaikan hanya bersumber dari dana halal, tidak bertujuan untuk pencucian uang, terorisme, maupun tindakan kejahatan lainnya.

Legalitas LAZ

Izin Kanwil nomor:
...........................

QRIS Zakat

ZAKAT YKK

Rek. BSI

8643916700

a.n. Zakat YKK

Wajib Konfirmasi ke:

Bpk. Heri Setiawan, S.Pd.
(0822-6666-0856)

Tanpa konfirmasi, dianggap sedekah biasa.

QRIS Zakat

PEDULI SESAMA YKK

Rek. BSI

4557498470

a.n. Peduli Sesama YKK

(Tanpa konfirmasi digunakan untuk program-program LAZ)

Donasi khusus tidak akan dipotong jasa penyaluran.

Sekretariat:

Kompleks Ponpes Darul-Qur'an Wal-Hadits, Jl Tuanku Imam Bonjol, Bunga Mayang, Peracak, OKU Timur, Sumsel (32315)

Klik: Google Map