WANITA PENGHUNI SURGA

wanita-penghuni-surga

Surga adalah tempat penuh kenikmatan yang Alloh sediakan untuk orang-orang yang beriman di akhirat. Tempat yang penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan yang tiada padanya kesedihan dan keletihan. Orang-orang yang memasukinya hanyalah orang-orang yang taat kepada Alloh, dari laki-laki maupun wanita.

Sedikitnya Penduduk Surga dari Kaum Wanita.

Rosululloh telah mengabarkan bahwa kaum wanita adalah orang-orang yang paling sedikit di surga. Rosululloh bersabda:

إِنَّ أَقَلَّ سَاكِنِي الْجَنَّةِ : النِّسَاءُ

Sesungguhnya penduduk surga yang paling sedikit adalah dari kaum wanita. [1]

Beliau juga bersabda:

قُمْتُ عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ فَإِذَا عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِيْنُ وَ إِذَا أَصْحَابُ الْجَدِّ مَحْبُوْسُوْنَ إِلاَّ أَصْحَابَ النَّارِ فَقَدْ أُمِرَ بِهِمْ إِلَى النَّارِ وَقُمْتُ عَلَى بَابِ النَّارِ فَإِذَا عَامَّةُ مَنْ يَدْخُلُهَا النِّسَاءُ

Aku telah berdiri di pintu surga, ternyata kebanyakan orang yang memasukinya adalah orang-orang yang miskin, dan ternyata orang-orang yang memiliki kekayaan terhalang, melainkan penduduk neraka, mereka telah diperintahkan agar dimasukkan ke dalam neraka. Aku telah berdiri di atas pintu neraka, ternyata kebanyakan orang yang memasukinya adalah kaum wanita. (Shohih Al-Jâmi’’, no. 4411; Syaikh Albani berkata: Shohih).

Itulah berita dari Rosululloh yang tidak mengandung keraguan tentang kebenarannya.

Berita gembira bagi Kaum Wanita yang beriman.

Meskipun kebanyakan penduduk surga adalah dari kaum wanita, akan tetapi Rosululloh telah memberikan kabar gembira untuk kaum muslimat dengan berbagai berita yang menyenangkan. Antara lain:

1. Janin yang gugur menjadi sebab ibunya masuk surga

Apabila seorang wanita mengalami keguguran, lalu ia mengharapkan pahala dari Alloh dengan kejadian tersebut, maka anaknya akan menjadi sebab ia masuk ke surga. Rosululloh bersabda:

وَ الَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ إِنَّ السِّقْطَ لَيَجُرُّ أُمَّهُ بِسَرَرِهِ إِلَى الْجَنَّةِ إِذَا احْتَسَبَتْهُ

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya janin yang gugur dari rahim ibunya sebelum sempurna benar-benar menyeret ibunya dengan tali pusarnya menuju surga apabila dia mengharapkan pahala dari Alloh dengannya.[2]

2. Meninggal saat melahirkan adalah termasuk tanda husnul khotimah.

Salah satu tanda husnul khotimah yang telah disebutkan oleh Syaikh Albani adalah meninggalnya seorang wanita dalam masa nifasnya yang disebabkan melahirkan anaknya. Hal itu berdasarkan hadits Ubadah bin Ash-Shamit:

أنَّ رَسُوْلَ اللهِ  عَادَ عَبْدَ اللهِ بْنَ رَوَاحَةَ، قَالَ : فَمَا تَجَوَّزَ لَهُ عَنْ فِرَاشِهِ، فَقَالَ : أَتَدْرِيْ مَنْ شُهَدَاءُ أُمَّتِيْ ؟ قَالُوْا : قَتْلُ الْمُسْلِمِ شَهَادَةٌ، قَالَ : إِنَّ شُهَدَاءُ أُمَّتِيْ إِذًا لَقَلِيْلٌ، قَتْلُ الْمُسْلِمِ شَهَادَةٌ، وَالطَّاعُوْنُ شَهَادَةٌ، وَالْمَرْأَةُ يَقْتُلُهَا وَلَدُهَا جَمْعَاءُ، شَهَادَةٌ، يَجُرُّهَا وَلَدُهَا بِسَرَرِهِ إِلَى الْجَنَّةِ.

Bahwa Rosululloh menjenguk Abdulloh bin Rowahah. Ubadah bin Ash-Shomit berkata: “Dia (Abdulloh bin Rowahah) tidak meninggalkan ranjangnya.” Beliau bersabda: “Tahukah engkau siapakah orang-orang yang syahid dari ummatku?” Mereka menjawab: “Terbunuhnya seorang muslim adalah Syahid.” Beliau bersabda: “Apabila demikian orang-orang yang syahid dari ummatku jumlahnya sedikit. (Padahal) terbunuhnya seorang muslim adalah syahid, meninggal karena tha’un (pes) adalah syahid, seorang wanita yang menjadi meninggal dunia disebabkan oleh anaknya yang masih berada dalam kandungannya adalah syahadah, anaknya menariknya dengan tali pusarnya ke surga”.[3]

3. Apabila anak-anaknya meninggal dunia.

Apabila seorang wanita ditinggal mati oleh tiga anaknya, maka hal itu menjadi sebab mendapatkan keselamatan dari neraka. Rosululloh bersabda:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَ لَهَا ثَلاَثَةٌ مِنَ الْوَلَدِ كُنَّ لَهَا حِجَابًا مِنَ النَّارِ

“Siapapun wanita yang meninggal tiga orang anaknya, maka mereka menjadi penghalang baginya dari neraka.” [4]

Itulah di antara kabar gembira yang disampaikan oleh Rosululloh kepada ummatnya berkaitan dengan kaum wanita muslimah.

Wanita yang Dijamin Masuk surga.

Di antara karunia Alloh yang diberikan kepada sebagian hamba-Nya adalah adanya beberapa wanita yang telah dijamin masuk surga dan telah disebutkan nama-nama mereka. Di antara orang yang telah dijamin masuk surga tersebut adalah:

  1. Khodijah
  2. Fathimah
  3. Maryam
  4. Aisyah

Hal itu berdasarkan sabda Rosululloh:

أَفْضَلُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ خَدِيْجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ وَفَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ وَ مَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ وَ آسِيَةُ بِنْتُ مُزَاحِمُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ

“Seutama-utama wanita penduduk surga adalah Khodijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imron dan Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun.”[5]

Berkaitan dengan Khadijah, Beliau n juga bersabda:

أُمِرْتُ أَنْ أُبَشِّرَ خَدِيْجَةَ بِبَيْتٍ فِي الْجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ لاَ صَخَبَ فِيْهَا وَلاَ نَصَبَ

“Aku telah diperintah untuk memberi kabar gembira kepada Khodijah dengan sebuah rumah di surga dari mutiara yang bertatahkan batu mulia yang tidak terdapat suara-suara yang keras dan rasa capai.”[6]

Rosululloh bersabda:

عَائِشَةُ زَوْجَتِيْ فِي الْجَنَّةِ

“Aisyah adalah isteriku di surga.”[7]

Itulah di antara kaum wanita yang dijamin masuk surga sebagaimana dalam hadits yang Shohih.

Agar Menjadi Wanita Penghuni Surga.

Meskipun Rosululloh telah menjelaskan bahwa kebanyakan penduduk neraka adalah kaum wanita dan orang yang paling sedikit masuk surga adalah mereka, akan tetapi Rosululloh telah menjelaskan pula jalan-jalan yang dapat mengantarkan kaum wanita ke dalam surga. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Pertama: Sholat lima waktu, Berpuasa Romadhon, Menjaga kehormatan, dan Menaati suaminya diantara sebab wanita masuk surga

Rosululloh bersabda:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَ صَامَتْ شَهْرَهَا وَحَصَنَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيْلَ لَهَا : اُدْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Apabila seorang wanita melakukan Sholat lima waktu, berpuasa pada bulan ramadhan, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu manapun dari pintu-pintu surga yang engkau kehendaki.” (Shohih Al-Jâmi’’, no. 660).

Kedua: Tidak meminta thalaq dengan alasan tidak syar’i.

Dalam keadaan tertentu, dibolehkan bagi seorang lelaki men-talaq isterinya. Akan tetapi apabila tidak ada perkara-perkara yang membolehkan talaq, tidak boleh bagi seorang wanita meminta kepada suaminya agar men-talaqnya. Rosululloh bersabda:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلاَقَ مِنْ غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ

Wanita mana saja yang meminta kepada suaminya thalaq, bukan dalam keadaan sulit yang memaksanya dan mendorongnya untuk meminta berpisah , maka diharamkan baginya bau surga. (Shohih Al-Jâmi’’, no. 2706. Syaikh Albani berkata: Shohih).

Ketiga: Tidak menyerupai Kaum lelaki.

Alloh I telah menciptakan kaum lelaki dan wanita. Masing-masing memiliki bentuk yang berbeda. Dengan demikian, maka seorang wanita tidak dibolehkan menyerupai kaum lelaki, bahkan pelakunya termasuk orang-orang yang terhalang dari surga. Rosululloh bersabda:

ثَلاَثَةٌ لاَ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ أَبَدًا : الدَّيُّوْثُ وَالرَّجَلَةُ مِنَ النِّسَاءِ وَمُدْمِنُ الْخَمْرِ

“Ada tiga golongan yang tidak masuk surga selama-lamanya : Dayyuts (orang yang tidak memiliki cemburu dengan kemaksiatan yang ada pada keluarganya), kaum wanita yang menyerupai kaum lelaki dan pecandu khomr.” (Shohih Al-Jâmi’’, no. 3062. Syaikh Albani berkata: Shohih).

Keempat : Meninggalkan Tabarruj.

Menampakkan perhiasan bagi kaum wanita kepada orang-orang asing yang bukan mahramnya adalah terlarang. Hal itu sebagaimana dijelaskan oleh Rosululloh sebagai berikut:

خَيْرُ نِسَائِكُمُ الْوَلُوْدُ الْوَدُوْدُ الْمُوَاسِيَةُ الْمُوَاتِيَةُ إِذَا اتَّقَيْنَ اللهَ وَ شَرُّ نِسَائِكُمُ الْمُتَبَرِّجَاتُ الْمُتَخَيِّلاَتُ وَهُنَّ الْمُنَافِقَاتُ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْهُنَّ إِلاَّ مِثْلُ الْغُرَابِ اْلأَعْصَمِ

“Sebaik-baik wanita kalian adalah yang banyak anaknya, tinggi kecintaannya kepada suaminya, memiliki, sesuai bagi suaminya apabila mereka bertaqwa kepada Alloh. Seburuk-buruk wanita kalian adalah wanita yang menampakkan perhiasannya kepada orang-orang yang bukan mahramnya lagi sombong. Mereka itulah wanita-wanita munafiq, tidaklah salah seorang dari mereka masuk surga melainkan seperti elang yang putih kedua sayapnya atau kedua kakinya (yaitu sangat sedikit yang masuk surga karena sifat ini bagi elang adalah jarang).” (Shohih Al-Jâmi’’, no. 3330).

Kelima: meninggalkan wewangian saat keluar Sholat.

Rosululloh bersabda:

أَيُّمَا اْمرَأَةٍ تَطَيَّبَتْ ثُمَّ خَرَجَتْ إِلَى الْمَسْجِدِ لَمْ تُقْبَلْ لَهَا صَلاَةٌ حَتَّى تَغْتَسِلَ

Wanita mana saja yang memakai minyak wangi, kemudian keluar menuju masjid, maka tidaklah diterima Sholatnya sampai dia mandi. (Shohih al-Jaami’, no.  2703).

Keenam : membebaskan budak.

Diantara sebab seorang wanita sehingga dapat selamat dari neraka adalah dengan membebaskan budak. Rosululloh bersabda:

أَيُّمَا امْرِئٍ مُسْلِمٍ أَعْتَقَ امْرَءًا مُسْلِمًا فَهُوَ فِكَاكُهُ مِنَ النَّارِ يَجْزِيْ بِكُلِّ عَظْمٍ مِنْهُ عَظْمًا مِنْهُ وَ أَيُّمَا امْرَأَةٍ مُسْلِمَةٍ أَعْتَقَتْ امْرَأَةً مُسْلِمَةً فَهِيَ فِكَاكُهَا مِنَ النَّارِ يَجْزِيْ بِكُلِّ عَظْمٍ مِنْهَا عَظْمًا مِنْهَا وَ أَيُّمَا امْرِئٍ مُسْلِمٍ أَعْتَقَ امْرَأَتَيْنِ مُسْلِمَتَيْنِ فَهُمَا فِكَاكُهُ مِنَ النَّارِ يَجْزِيِ بِكُلِّ عَظْمَيْنِ مِنْهُمَا عَظْمًا مِنْهُ

Seorang muslim mana saja yang memerdekakan seorang muslim, maka itu adalah tebusannya dari neraka. Ia mendapatkan balasan dengan setiap tulang darinya tulang dari apa yang dibebaskannya. Wanita muslimah mana saja yang  membebaskan seorang wanita muslimah, maka itu adalah tebusannya dari neraka. Ia mendapatkan pahala dengan setiap tulang darinya sebuah tulang dari apa yang dibebaskannya. Seorang muslim mana saja yang membebaskan dua orang wanita muslimah, maka keduanya adalah tebusannya dari neraka, ia mendapatkan pahala dengan setiap dua tulang dari keduanya sebuah tulang darinya. (Shohih al-Jaami’, no. 2700).

Demikianlah uraian ringkas berkaitan dengan wanita dan surga. Semoga Alloh memberi petunjuk dan rahmat-Nya kepada kaum wanita dari kalangan kaum muslimin agar memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

[1] Shohîhul-Jâmi’’, no. 1574, Syaikh Albani berkata: “Hadits ini  Shohih”.

[2]  Shohih Al-Jâmi’’, no. 7064.

[3]  Ahkâmul Janâiz, hal. 54 dan Syaikh Albani berkata: “Sanadnya Shohih”.

[4] Shohihul Jâmi’, no. 2707)

[5]  Shohih Al-Jâmi’’, no. 1135. Syaikh Albani berkata: “Hadits ini shohih.”

[6] (Shohih Al-Jâmi’’, no. 1368).

[7]  Shohih Al-Jâmi’’, no. 3965. Syaikh Albani berkata: Shohih

Referensi: Diambil dari Majalah Lentera Qolbu

 

Baca juga artikel berikut:

ADAB BERKENDARAAN

JIKA DOA KITA TIDAK DIKABULKAN

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.