Skip to content

Kunci-Kunci Rezeki Dalam Perspektif Syariat Islam (Bagian Ke-1)

ykkokut
7 menit baca
kunci rezeki perspektif syariat islam 1

Kunci-Kunci Rezeki Dalam Perspektif Syariat Islam (Bagian Ke-1) – Syaikh Abdurrohman as-Sa’di rohimahullah berkata: “Allah Azza wajalla menyebut orang-orang yang mendustakan para nabi, bahwa mereka ditimpa kesengsaraan hidup sebagai peringatan dan ancaman, dan diuji dengan kesenangan sampai waktu yang ditentukan, sebagai tipu daya dan mereka akan dibinasakan bila saatnya tiba. Kemudian Allah Azza wajalla menyebutkan penduduk desa, seandainya mereka beriman dengan hati yang benar dan beramal sholih, mau bertakwa kepada Allah Azza wajalla lahir dan batin, dengan meninggalkan semua apa yang diharamkan Allah Azza wajalla, tentu Allah Azza wajalla akan membuka barokah langit dan bumi. Allah Azza wajalla  mengirim hujan yang deras dari langit dan Allah Azza wajalla menumbuhkan hasil bumi untuk kebutuhan mereka dan ternak mereka. Dengan disuburkan tanahnya dan banyak penghasilannnya tanpa jerih payah. Tetapi mereka tidak beriman dan bertakwa, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka. Dan Allah Azza wajalla menimpakan bala’ (bencana) dan Allah Azza wajalla mencabut barokah dari langit dan bumi serta Allah Azza wajalla perbanyak bencana, itu hanyalah sebagian balasan bagi mereka. Seandainya Allah Azza wajalla menghukum mereka dari semua apa yang mereka perbuat niscaya tidak ada satu pun binatang yang hidup di permukaan bumi ini. (Tafsir al-Karim ar-Rohman 1/298)

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. al-A’rof [7]: 96)

MAKNA BAROKAH

Kata  بَرَكَاتٍpada ayat di atas adalah bentuk jamak (berbilang), sedangkan mufrod (tunggal) nya Adalah بَرَكَةٌ, artinya kebaikan yang ditetapkan oleh Allah Azza wajalla kepada sesuatu.

Misalnya ayat di atas, Allah Azza wajalla menurunkan air mengandung kebaikan yang banyak. Barokah dapat juga disebut rezeki, artinya pemberian Allah Azza wajalla, kepada hamba-Nya yang tidak pernah putus, kadang kala berupa kenikmatan dunia seperti makanan dan minuman serta kebutuhan hidup, dan kadang kala berupa kenikmatan akhirat.[1]

Abu Bakr al-Jazaairi hafidzohullah berkata: “Barokah adalah kebaikan yang tidak pernah putus, seperti: ilmu, ilham dan hujan, ini barokahnya langit. Sedangkan barokahnya bumi seperti tumbuh tumbuhan, kesuburan, kesenangan, keamanan dan kesehatan.” (Aisarut-Tafaasir 1/486)

Bisa jadi seseorang memiliki kekayaan yang sangat banyak namun karena mendapatkannya dengan cara yang haram maka Allah Azza wajalla  tidak memberkahinya. Maka jadilah harta itu sebagai bahan memperburuk keadaan dunia dan akhirat dirinya dan keluarganya.

MILIK SIAPAKAH BAROKAH DAN REZEKI?

Semua barokah dan rezeki, baik yang ada di langit dan di bumi, atau alam lainnya hanyalah milik Allah Azza wajalla:

هُمُ الَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ لَا تُنْفِقُوْا عَلٰى مَنْ عِنْدَ رَسُوْلِ اللّٰهِ حَتّٰى يَنْفَضُّوْاۗ وَلِلّٰهِ خَزَاۤىِٕنُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۙ وَلٰكِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَا يَفْقَهُوْنَ

Artinya: “Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.” (QS. al-Munaafiqun [63]: 7)

Abul Hasan Umar al-Saihi berkata: “Maksud ayat ini hanya di Tangan Allah Azza wajalla kunci-kunci rezeki. Tidak seorangpun mampu memberi kepada orang lain kecuali dengan izin Allah Azza wajalla dan tidak ada seorangpun yang mampu menolak orang yang meminta melainkan atas kehendak Allah Azza wajalla. (Tafsir al-Khazin 6/107).

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَبٍ مُّبِينٍ

Artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Hud [11]: 6)

Allah Ta’ala juga berfirman:

لَهُ مَقَالِيْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُ ۗاِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Artinya: “Kepunyaan-Nya lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki- Nya dan menyempitkan (nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. asy-Syuro [42]: 12)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : Allah Azza wajalla berkata :

يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلا مَنْ أَطْعَمْتُهُ فَاسْتَطْعِمُونِي أَطْعِمْكُمْ يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ عَارٍ إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ

Artinya: “Wahai hamba-Ku! Kalian semua lapar kecuali orang yang Aku beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku, Aku akan memberinya. Wahai hamba-Ku! kalian semua telanjang, kecuali orang yang Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya aku memberi pakaian kepada kalian.” (HR. Muslim 8/16)

Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa semua rezeki hanya milik Allah Azza wajalla, tidak satu pun makhluk memiliki rezeki, karena itu kita dilarang meminta kepada makhluk sekalipun mereka itu utusan Allah Azza wajalla:

يٰاَيُّهَا النَّاسُ اَنْتُمُ الْفُقَرَاۤءُ اِلَى اللّٰهِ ۚوَاللّٰهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ

Artinya: “Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Alloh; dan Alloh Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir [35]: 15)

MENGAKU BISA MENDATANGKAN REZEKI

Kita sering menjumpai orang awam yang ditipu oleh oknum yang mengaku bahwa dirinya bisa mendatangkan rezeki. Siapa mereka? Mereka adalah paranormal, orang pintar, dukun yang menyamar kiai dan semisalnya. Mereka menjual sehelai kertas yang ditulisi ayat dan huruf Arab yang kadang kala tidak bisa dipahami maknanya.

Mereka itu pendusta, mereka sendiri tidak kaya. Mereka lebih berbahaya dari pada perampok dan pencuri. Karena perampok hanya merugikan harta, sedangkan para dukun merusak akidah dan harta orang awam. Berhati-hatilah wahai pembaca! Tidak semua orang yang dikatakan alim atau berilmu itu jujur dan benar. Boleh jadi mereka memakan harta manusia dengan cara yang haram. Firman-Nya:

يٰاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ الْاَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil.” (QS. at-Taubah [9]: 34)

Allah Azza wajalla menjelaskan bahwa jumlah orang pintar yang makan harta dengan jalan yang haram bukan sedikit, akan tetapi banyak sekali, waspadalah! Tuntutlah ilmu dinul Islam agar tidak dirugikan oleh penipu dan pendusta.

Ibnu Katsir rohimahullah berkata: “Mereka itu mencari kenikmatan dunia dengan menjual agama, dan mencari harta dengan kedudukan dan kekuasaan mereka.” (Tafsir Qur’anul Adzim, 4/138)

Kebohongan mereka ini dibantah oleh Allah Azza wajalla :

قُلْ لَّوْ اَنْتُمْ تَمْلِكُوْنَ خَزَاۤىِٕنَ رَحْمَةِ رَبِّيْٓ اِذًا لَّاَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْاِنْفَاقِۗ وَكَانَ الْاِنْسَانُ قَتُوْرًا

Artinya: “Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya”. Dan adalah manusia itu sangat kikir.” (QS. al-Isro’ [17]:100).

Muqotil rohimahullah berkata: “Seandainya rezeki itu di tanganmu wahai manusia, dan kamu yang membaginya tentu kamu enggan memberi kepada orang lain karena kamu takut miskin dan kelaparan.” (Tafsir Muqotil 2/277). Allah Azza wajalla berfirman:

اِنَّمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْثَانًا وَّتَخْلُقُوْنَ اِفْكًا ۗاِنَّ الَّذِيْنَ تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَا يَمْلِكُوْنَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوْا عِنْدَ اللّٰهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوْهُ وَاشْكُرُوْا لَهُ ۗاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

Artinya: “Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya lah kamu akan dikem- balikan.” (QS. al-Ankabut [29]: 17)

Orang yang berilmu hendaknya mendakwahi umat agar tidak disesatkan oleh mereka, demikian juga waliyul amri (para pemimpin) hendaknya menghukum dukun atau kiai pengaku pendatang kekayaan dan barokah, karena perbuatan mereka sangat berbahaya. Firman-Nya:

لَوْلَا يَنْهاهُمُ الرَّبّٰنِيُّوْنَ وَالْاَحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمُ الْاِثْمَ وَاَكْلِهِمُ السُّحْتَۗ

Artinya: “Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram?. Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu.” (QS. al-Maidah [5]: 63)

PENGHALANG REZEKI

Tidaklah Allah Azza wajalla menahan sebagian rezeki melainkan karena ada sebab, firman-Nya:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ

Artinya: “Sesungguhnya Allah Azza wajalla tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. ar-Ro’du [13]:11)

Adapun diantara penyebab terhalang rezeki:

  1.  Mengikuti hawa nafsu setan

اَلشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاۤءِ ۚ وَاللّٰهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ۖ

Artinya: “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. al-Baqoroh [2]:268)

  • Perbuatan syirik

اِنَّمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْثَانًا وَّتَخْلُقُوْنَ اِفْكًا ۗاِنَّ الَّذِيْنَ تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَا يَمْلِكُوْنَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوْا عِنْدَ اللّٰهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوْهُ وَاشْكُرُوْا لَهُ ۗاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

Artinya: “Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya lah kamu akan dikembalikan.” (QS. al-Ankabut [29]: 17).

  • Mengingkari nikmat Alloh

وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ اٰمِنَةً مُّطْمَىِٕنَّةً يَّأْتِيْهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِاَنْعُمِ اللّٰهِ فَاَذَاقَهَا اللّٰهُ لِبَاسَ الْجُوْعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ

Artinya: “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nik mat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” (QS. an-Nahl [16]: 112)

Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata: “Dengan ayat Allah Azza wajalla memberitahu kepad kita sesungguhnya kedustaan dan kekufuran itulah penyebab mereka terhalang dari barokah Allah dan mereka diancam dengan siksaan yang beraneka warna.” (Dar’u Taarudhil Aqli wan Naqli 5/195). Bersambung…

Sumber : Majalah Al-Furqon Edisi. 9 Tahun ke 9

Robiatus-Tsani 1431 (Maret/April 2010)


[1] Baca kitab Mufrodat al-Faadhil Qur’an 1/119

Oleh Ustadz Aunur Rofiq bin Gufron Hafidzohullah

Ditulis ulang / diringkas oleh : Abu Ghifar Supriadi

Staff TU Ponpes Darul Qur’an wal Hadits OKU Timur Sumatera Selatan

BACA JUGA :

Bagikan:

Artikel Terkait

Aqidah 27/02/2026

Qadha dan Qadhar, Diangkatnya Pena dan Keringnya Cahaya

Qadha dan Qadhar, Diangkatnya Pena dan Keringnya Cahaya – “Ketahuilah, seandainya seluruh umat ini berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak akan memberikan manfaat, melainkan dengan sesuatu yang Allah tetapkan bagimu. Dan seandainya seluruh umat ini berkumpul untuk menimpakan mudharat (bahaya) kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak akan dapat memberikan mudharat (bahaya) […]

Sebab-Sebab Selamat Dari Siksa Kubur
Aqidah 25/02/2026

SEBAB-SEBAB SELAMAT DARI SIKSA KUBUR Iman dan takwa adalah sebaik-baik bekal untuk menghadap Allah. Allah menjanjikan segala kemudahan, pertolongan dan jalan keluar dari segala kesulitan bagi orang-orang yang bertakwa. Barangsiapa yang beriman dan bertakwa, niscaya akan dimudahkan dalam menghadapi segala kesulitan di dunia, alam Barzakh dan akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala: ومن يتق […]

LAZ Kunci Kebaikan

Dana yang disalurkan melalui LAZ Kunci Kebaikan hanya bersumber dari dana halal, tidak bertujuan untuk pencucian uang, terorisme, maupun tindakan kejahatan lainnya.

Legalitas LAZ

Izin Kanwil nomor:
...........................

QRIS Zakat

ZAKAT YKK

Rek. BSI

8643916700

a.n. Zakat YKK

Wajib Konfirmasi ke:

Bpk. Heri Setiawan, S.Pd.
(0822-6666-0856)

Tanpa konfirmasi, dianggap sedekah biasa.

QRIS Zakat

PEDULI SESAMA YKK

Rek. BSI

4557498470

a.n. Peduli Sesama YKK

(Tanpa konfirmasi digunakan untuk program-program LAZ)

Donasi khusus tidak akan dipotong jasa penyaluran.

Sekretariat:

Kompleks Ponpes Darul-Qur'an Wal-Hadits, Jl Tuanku Imam Bonjol, Bunga Mayang, Peracak, OKU Timur, Sumsel (32315)

Klik: Google Map