Pelatihan Guru: Pendampingan Santri Melalui Pendekatan Psikologi
Pelatihan Guru: Pendampingan Santri Melalui Pendekatan Psikologi
Dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan dan pendampingan santri, sejumlah guru mengikuti kegiatan pelatihan bertajuk “Pendampingan Santri Melalui Pendekatan Psikologi.” Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk penguatan kompetensi pendidik dalam memahami karakter, emosi, serta kebutuhan perkembangan santri secara lebih komprehensif.
Pelatihan yang berlangsung dengan suasana interaktif ini menghadirkan materi seputar dasar-dasar psikologi perkembangan, teknik komunikasi empatik, serta strategi menangani permasalahan perilaku dan emosional santri. Para peserta juga mendapatkan pembekalan tentang pentingnya membangun hubungan yang sehat antara guru dan santri sebagai fondasi keberhasilan proses pendidikan.
Dalam sesi pemaparan materi, narasumber (Dr. Alrefi) menekankan bahwa pendekatan psikologis bukan sekadar memahami perilaku luar santri, tetapi juga menelusuri latar belakang emosi, motivasi, serta kondisi lingkungan yang memengaruhi mereka. Dengan pemahaman tersebut, guru diharapkan mampu memberikan bimbingan yang lebih tepat, humanis, dan solutif.
Selain penyampaian teori, pelatihan juga dilengkapi dengan praktik studi kasus dan diskusi kelompok. Para guru diajak menganalisis berbagai situasi nyata yang sering terjadi di lingkungan pendidikan, kemudian merumuskan langkah pendampingan yang efektif berdasarkan prinsip psikologi pendidikan.
Penyelenggara kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesehatan mental dan perkembangan karakter santri secara optimal. Guru diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping yang mampu memahami kondisi psikologis santri secara utuh.
Melalui kegiatan ini, para peserta mengaku memperoleh wawasan baru dan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembinaan sehari-hari. Diharapkan, pendekatan psikologis yang lebih terarah akan membantu membentuk santri yang tidak hanya unggul secara akademik dan spiritual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.
Baca juga artikel:
