Kabut Hitam Rumah Tangga (Part 1)

kabut hitam rumah tangga part 1

Kabut Hitam Rumah Tangga (Part 1) – Banyaknya masalah yang sering kita jumpai di lingkungan kita atau pun di sosial media mengenai berbagai macam problem solving rumah tangga. Salah satunya adalah kabut-kabut hitam yang memicu berbagai macam permasalahan tersebut. berikut ini akan kita bahas apa saja kabut-kabut hitam yang dapat memicu berbagai macam permasalahan dalam berumah tangga.

  •  Menangkal Dampak Globalisasi

Musuh Islam rela mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk menghancurkan keluarga Muslim dan mencerai-beraikan ikatannya. Mereka mendorong para istri untuk berani kepada suaminya, menghiasi wanita dengan upaya-upaya terselubung agar mereka meninggalkan rumah, dan bergerak menuju jalan- jalan demi mempertahankan dan menjaga gengsi-gengsi palsu. Kemudian muncullah berbagai fitnah di balik itu semua akibat mengikuti bisikan setan, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

مَّرَضٌ وَالْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ لِيَجْعَلَ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ فِتْنَةً لِلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم. وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَفِي شِقَاقٍ بَعِيدٍ

Artinya: “Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya, dan Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat.” (QS. Al-Hajj: 53)

Dengan dukungan teknologi telekomunikasi dan media massa yang mereka miliki, mereka sangat leluasa melakukan banyak hal guna menghancurkan sendi-sendi keluarga Islam. Hingga pada akhirnya target mereka pun tercapai. Hubungan kasih sayang dan rasa saling menghargai antara ayah dan anak, antara ibu dengan anak gadisnya dan antara sesepuh dengan para pemuda tercerai-beraikan. Dan ironisnya, hal itu dilakukan dengan berlindung di bawah naungan prinsip-prinsip yang mereka agung-agungkan sendiri, seperti tentang pentingnya perbedaan antara berbagai tingkatan generasi dan berbagai istilah lain yang hanya mengandung unsur keburukan, akhirnya muncul generasi yang hanya mengikuti syahwat dan menyia-nyiakan shalat dan aturan Allah lainnya sebagaimana firman Allah:

فَخلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

Artinya: “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam: 59).

Indahnya kabut globalisasi dan modernisasi sungguh sangat menarik hati. Ibaratnya nyala lilin yang membuat laron-laron tertarik untuk mendekatinya dan menari-nari di sekelilingnya, hingga tanpa sadar, mereka pun terbakar. Begitu juga manusia. Dengan kemasan teknologi, hiburan dan keindahan, hak asasi dan emansipasi, peningkatan karir dan aktualisasi diri, korban pun berjatuhan, terutama kaum wanita. Kabut terus menebal dan susah untuk dilenyapkan serta menyeret kebanyakan umat Islam ke liang kehancuran sehingga mereka seperti yang ditegaskan Allah dalam firman-Nya:

وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُور

Artinya: “Dan barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) Allah Tiadalah Dia mempunyai cahaya sedikitpun.” (QS. An-Nur: 40).

Semaraknya dunia hiburan, makin canggihnya media elektronika dan multimedia membuat manusia semakin terlena. Mereka pun menjadi begitu memuja para artis, olahragawan dan politisi. Mereka lebih senang berjam-jam di depan televisi menyaksikan American-Asian-Indonesia Idol, Liga Italia-Inggris-Eropa, Moto GP, Formula 1, Smack Down, dan sebagainya.

Mereka telah menjadi mangsa nyata, dan tanpa sadar telah masuk perangkap kaum kuffar. Umat Islam, bukan diarahkan menjadi pemimpin, ekonom atau tekhnorat yang bermoral, tapi digiring menjadi para penghibur dan pemuas hawa nafsu belaka. Yang sangat menyedihkan orang tuanya bangga anak-anaknya menjadi artis, olahragawan, menjadi orang yang terkenal dan memiliki nama besar, serta bergelimang harta dan kemewahan.    

Gelombang globalisasi dan modernisasi yang digerakkan oleh kaum kuffar terus menggulung negeri-negeri Muslim. Gencarnya publikasi dan promosi telah memuluskan misi mereka. Pada akhirnya, apa yang diusung oleh mereka selalu diterima dan ditelan mentah-mentah.

Alhasil kehidupan umat jauh dari akhlak mulia dan tidak mau diatur agama. Moralnya rusak, tingkah lakunya norak, jiwanya merana, hatinya keras laksana batu karang, dan rohaninya kering dari petuah agama dan tidak sedikit wanita yang tidak mengenal etika, berani menentang aturan agama dan melawan perintah suami serta durhaka terhadap orang tua.

  • Kabut Hitam Modernisasi

Ada berapa kabut modernisasi yang saat ini harus diwaspadai dan telah banyak menelan korban dari kalangan kaum Muslimin, di antaranya:

Pertama: Hak Asasi Manusia (HAM)

Musuh-musuh Islam bahkan musuh kemanusian, dari kalangan orang-orang kafir dan munafik yang mengidap penyakit hati, sangat terusik dengan kondisi wanita Muslimah yang tetap utuh kesucian, kehormatan, dan harga dirinya. Mereka ingin menjadikan kaum wanita sebagai media dan sarana untuk merusak orang-orang yang lemah iman dan sebagai pemuas budak nafsu bejatnya, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala:

وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلًا عَظِيمًا

Artinya: “Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya Anda berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaranya).” (QS. An-Nisa’: 27).

Sebagian kaum Muslimin yang mengidap penyakit di dalam hatinya, menginginkan hatinya sebagai barang dagangan dan alat pemuas syahwat serta nafsu setan. Kaum yang harusnya dimuliakan justru diperlakukan sebagai barang murahan yang bisa dinikmati keindahan tubuh dan kecantikan parasnya dengan dalih kebebasan dan hak asasi manusia. Dengan bebas mereka pun dapat berbuat yang lebih tidak senonoh dari itu.

Mereka berusaha mengeluarkan kaum wanita dari rumahnya untuk bekerja dalam satu kantor atau pabrik bersama kaum laki-laki, menjadi wanita sebagai perawat untuk mendampingi dokter laki-laki, pramugari pesawat terbang, pengajar pada sekolah yang ihktilath, pemain sinetron atau film, penyayi, penyiar radio atau presenter siaran televisi dengan penampilan yang banyak mengundang fitnah.

Dengan iming-iming materi dan tawaran uang yang menggiurkan, membuat sebagian kaum wanita tidak betah tinggal di rumah dan lebih memilih menjadi wanita karier. Di antara kaum wanita ada yang menjadi komoditi bisnis, menjadi budak para konglomerat seks. Penampilan sensual dan seronok mereka dipajang di sampul majalah dan surat kabar hanya untuk menaikkan oplah dan popularitas media. Atau menjadi sales girl, foto model, peragawati dan bintang iklan produk, dengan menonjolkan keindahan dan keseksian kaum hawa, sehingga terjadilah apa yang dikhawatirkan Rasulullah.

Wahai saudaraku Muslimah, sadarlah dan jagalah diri, kesucian dan harga dirimu karena Allah lebih sayang terhadapmu. Janganlah Anda tergiur dengan rayuan dan tipuan serigala kehormatan, karena mereka hanya ingin menyengsarakan dirimu di dunia dan akhirat. Tetap teguhlah di atas kebenaran dan sunnah serta jalan hidup para salafus shalih, karena mereka mengajakmu kepada jalan keselamatan dan kesuksesan.

Kedua: Emansipasi Wanita

Secara umum, laki-laki dan perempuan memiliki kesamaan hak dalam meraih ridha Allah, kenikmatan surga dan pahala kebaikan. Barangsiapa yang beramal saleh, baik laki-laki atau perempuan, maka mereka berhak memperoleh pahala dan mendapatkan surga. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala:

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَيْنِنِينَ وَالْقَيْنَاتِ وَالصَّدِقِينَ وَالصَّدِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّبِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّبِمِينَ وَالصَّبِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Artinya: “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang Muslim, laki- laki dan perempuan yang Mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al- Ahzab: 35).

Begitu pula sebaliknya apabila laki-laki atau perempuan menentang Allah dan bermaksiat kepada-Nya, maka mereka sama-sama akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuatannya, sebagaimana firman Allah,

لِيُعَذِّبَ اللهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ

Artinya: “Sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan.” (QS. Al-Ahzab: 73).

Islam datang untuk mengangkat harkat dan martabat kaum wanita agar menjadi sosok yang mulia dan terhormat, sehingga mereka menjadi insan yang mempunyai harapan dan dapat menapaki masa depan dengan penuh semangat dan ke ceriaan. Bahkan mereka telah diperlakukan secara mulia dan istimewa, diberi kedudukan sangat terhormat dan manusiawi, yang bertolak belakang dengan perlakuan peradaban barat dan budaya kaum kuffar. Mereka dengan semena-mena dan tidak manusiawi mengeksploitasi harga diri, kesucian dan ke hormatan kaum hawa atas nama emansipasi wanita.

Bahkan, dengan dalih kesetaraan gender dan kemasan cantik emansipasi serta hak asasi manusia, tanpa sadar kaum wanita diajak meninggalkan ajaran mulia yang senantiasa menjaga kesucian dan kehormatan mereka. mereka pun mendorong agar wanita menjadi pemimpin bagi kaum laki-laki. Me reka digiring agar dapat menjadi pemimpin dan menempati posisi strategis dalam pemerintahan dan perusahaan, menjadi karyawati dan eksekutif muda, dengan pakaian modisnya mengumbar paha dan dada mereka. Namun pada kenyataannya, dengan kelemahan yang dimiliki oleh kaum wanita, justru musuh-musuh Islam akan dengan mudah mengendalikan, menguasai dan menghinakan mereka, dan menghancurkan Islam itu sendiri.

Ketahuilah! Bahwa emansipasi wanita merupakan pemikiran kufur dan sekuler. Ia sungguh menghancurkan serta bertentangan dengan perasaan, akal, wahyu samawi, dan syariat mulia Sang Pencipta. Karena menyamakan laki-laki dan perempuan dalam hukum dan tugas hidup atau pekerjaan, adalah merupakan kezaliman dan kebodohan yang nyata. Menurut pandangan Islam, kaum wanita memiliki peran yang sangat mulia dan tugas yang sangat strategis. Pada saat beliau berkhutbah di hari Arafah, Nabi menaruh perhatian yang sangat istimewa kepada kaum hawa. Sementara kaum lelaki juga mempunyai tugas yang tidak kalah pentingnya dari kaum wanita.

Ketiga: Mode Pakaian dan Gaya Dandanan

Globalisasi dan modernisasi hanya mencetak generasi yang senang berhura-hura untuk menantang laknat dan murka Allah. Kaum wanita Muslimah berani memakai baju ketat dan tipis, yang bagian tubuhnya bisa dinikmati oleh laki-laki manapun tanpa ada rasa malu dan risi. Ada pula yang bergaya layaknya laki-laki, memakai celana panjang dan memakai aksesoris yang biasa dipakai laki-laki. Bahkan ada yang mentato tubuhnya, sementara mentato tubuh dilaknat oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan sabdanya:

لَعَنَ اللهُ الوَاشِمَاتِ وَالمُتَوَشِمَاتِ، وَالمُتَنَمِّصَاتِ وَالمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ، المَغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ.

Artinya: “Allah melaknat wanita pentato dan wanita yang minta ditato, wanita yang merubah tahi lalat dan wanita yang merapikan giginya untuk kecantikan yang merubah ciptaan Allah. “[1]

Memakai rambut palsu sudah menjadi trend, padahal Allah juga melaknat perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang minta disambung rambutnya. Apakah kalian tahu makna laknat? Maknanya adalah terusir dari rahmat Allah dan terusir dari jalan surga. Apakah kalian rela terusir dari surga disebabkan rambut alis yang kalian cukur, atau karena daster yang memperlihatkan ketiak atau karena tato ditubuh kalian. Rumah tangga Muslim mana yang tidak hancur, bila masing-masing pasangan keluar dari nilai-nilai agama dan tidak mengindahkan lagi aturan syariat?

Berapa banyak para pemudi yang beriman, di antara mereka hanyut terbawa ombak badai mode pakaian yang seronok dan bertabaruj ria, dengan alasan kemajuan. Mereka meremehkan hijab dan pakaian syar’i, untuk mengikuti gaya orang-orang fasik dengan memakai pakaian “You Can See” yang memperlihatkan auratnya.

Namun jika dinasihati mereka justru berkata, “This is my body, I can do anything. Ini tubuhku, aku bebas melakukan apa saja. Setiap wanita berbuat seperti ini, aku tidak ingin menjadi wanita ketinggalan zaman.” Subhanallah!!! Sejak kapan kemungkaran menjadi simbol kemajuan? Dan kenapa seorang wanita dengan mudah mengalahkan agamanya serta menukar keteguhannya dalam memegang prinsip dengan kemaksiatan? Bila seorang pemudi lepas dari ketaatan dan mengikuti setan, hanya karena ujian yang rendah, di mana ketundukan dan harga dirinya?

Ketika seorang wanita mengenakan pakaian yang indah, sebenarnya ia berhias untuk siapa? Apakah untuk orang terhormat yang meminangnya atau untuk suaminya yang tercinta? Ataukah berhias untuk manusia rendahan yang tidak merasa diawasi oleh Allah, atau manusia yang tidak peduli terhadap harga diri, kesucian dan kemuliaan kalian?

Diantara mereka ada orang yang hanya sekedar untuk memuaskan syahwat mata dan kemaluannya setelah puas menikmatinya, akan membuangnya dan mencari mangsa yang lain. Apakah seorang wanita tidak berpikir, kenapa Allah memerintahkannya untuk berhijab. Ya… kenapa Allah berfirman:

وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُن

Artinya: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya).” (QS. An Nur: 31).

Wahai saudariku, mengapa Allah memerintahkan kalian untuk menutup perhiasan (aurat), wajah, rambut dan seluruh badan kalian? Apakah ada permusuhan dan dendam antara Dia dengan kalian? Tidak sama sekali!…. Karena Allah tidak butuh kepada hamba-hamba-Nya. Perintah berhijab hanya untuk menjaga kesucian dan martabat kalian.

REFERENSI:

Dari “ Dr. Zaenal Abidin, Lc., M.M., Problem Solving Rumah Tangga,( Kabut Hitam Rumah Tangga, bagian 1), PT Rumah Media Imam Bonjol”.

Diringkas oleh: Nurul Latifah (Pengajar ponpes Darul-Qur’an Wal-Hadits OKU Timur)


[1] HR. Imam Ahmad, No. 4343

BACA JUGA :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


yatırım bonusu-vdcasino-vdcasino-holiganbet-jojobet-canlı casino-holiganbet-jojobet-canlı casino-matadorbet-matadorbet-matadorbet-matadorbet-matadorbet-matadorbet-matadorbet-matadorbet-matadorbet-