Hikmah di Balik Musibah dan Pentingnya Ruqiyah Syar’iyyah
Hikmah di Balik Musibah dan Pentingnya Ruqiyah Syar’iyyah
Musibah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Setiap orang, baik yang beriman maupun yang lalai, pasti akan mengalaminya. Dalam buku Hikmah di Balik Musibah dan Ruqiyah Syar’iyyah, Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas menjelaskan bahwa musibah bukan sekadar peristiwa menyedihkan, tetapi memiliki makna dan hikmah besar bagi seorang Muslim yang memahaminya dengan iman dan ilmu.
Musibah sebagai Ujian Keimanan
Islam mengajarkan bahwa musibah adalah ujian dari Allah untuk mengukur keimanan hamba-Nya. Melalui ujian tersebut, akan terlihat siapa yang bersabar, bertawakal, dan tetap berada di atas ketaatan, serta siapa yang berkeluh kesah dan berpaling dari Allah. Musibah bukan tanda kebencian Allah, melainkan bisa menjadi bentuk kasih sayang-Nya agar seorang hamba kembali kepada jalan yang benar.
Hikmah di Balik Musibah
Dalam buku tersebut dijelaskan beberapa hikmah penting di balik musibah, di antaranya:
1. Penghapus dosa – Musibah dapat menggugurkan dosa-dosa seorang hamba jika ia bersabar dan mengharap pahala dari Allah Subhanahu Wata’ala. Dalam sebuah hadits:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاه
Artinya; Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim yang ditimpa musibah, baik berupa rasa lelah, rasa sakit, rasa hawatir, rasa sedih atau rasa gelisah sampaipun duri yang melukainya maka Allah akan menghapus dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Peningkat derajat – Bagi orang beriman, musibah dapat menjadi sebab diangkatnya derajat di sisi Allah.
3. Pengingat akan kelemahan manusia – Musibah menyadarkan manusia bahwa ia lemah dan sangat membutuhkan pertolongan Allah.
4. Sarana kembali kepada Allah – Banyak orang baru memperbaiki ibadahnya setelah ditimpa musibah.
Dengan memahami hikmah ini, seorang Muslim tidak akan memandang musibah semata-mata sebagai penderitaan, tetapi sebagai sarana perbaikan diri dan pendekatan kepada Allah. Ruqiyah Syar’iyyah sebagai Bentuk Ikhtiar.
Selain membahas musibah, Ustadz Yazid juga menekankan pentingnya ruqiyah syar’iyyah sebagai bentuk pengobatan dan perlindungan yang sesuai dengan tuntunan Islam. Ruqiyah syar’iyyah adalah bacaan doa dan ayat-ayat Al-Qur’an yang shahih, digunakan untuk memohon kesembuhan dari penyakit, gangguan jin, atau dampak sihir, dengan tetap meyakini bahwa Allah-lah satu-satunya yang menyembuhkan.
Ruqiyah bukanlah praktik mistis atau perdukunan, melainkan ibadah yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah. Pelaksanaannya harus bebas dari jimat, mantra yang tidak jelas, dan keyakinan menyimpang.
Sikap yang Benar Saat Ditimpa Musibah:
Buku ini juga mengajarkan sikap yang seharusnya dimiliki seorang Muslim ketika menghadapi musibah, yaitu:
- Sabar dan tidak berputus asa
- Ridha terhadap ketetapan Allah
- Berdoa dan bertawakal
- Mengambil sebab yang dibenarkan syariat, termasuk ruqiyah syar’iyyah dan pengobatan medis
Penutup
Musibah dan ujian hidup bukanlah akhir dari segalanya. Dengan pemahaman yang benar, seorang Muslim akan melihat musibah sebagai jalan menuju kedewasaan iman. Melalui kesabaran, doa, dan ruqiyah syar’iyyah yang sesuai syariat, seorang hamba dapat menghadapi ujian hidup dengan tenang dan penuh harapan kepada rahmat Allah.
REFERENSI:
Buku karya Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas ini menjadi pengingat penting agar kaum Muslimin tidak salah dalam memandang musibah dan tidak keliru dalam mencari solusi, tetapi tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah.
Diringkas oleh : Aerin Renata ( santriwati pengabdian pkbm mia)
Dari : Baturaja
Penulis : Ustad Yazid Abdul Qodir Jawass
Judul buku : Hikmah di balik musibah dan ruqiyah syar’iyyah
Penerbit : pustaka imam Syafi’i
Baca juga artikel:
