Turunnya Al-Qur’an pada Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya al-Qur’an, sekaligus bulan yang penuh dengan aktivitas ibadah. Akan tetapi, banyak kaum muslimin yang menyalahgunakan maksud nuzulul-Qu’ran, dan cara menyambut bulan Ramadhan, sehingga jatuh kepada perkara bid’ah dan maksiat. Semoga dengan merujuk pada keterangan ayat di atas, kita sambut bulan Romadhon dan nuzulul-Qur’an sesuai dengan as-Sunnah. Akhirnya hanya kepada-Mu ya Allah kami memohon petunjuk.
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya: (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Alloh menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilan- gannya dan hendaklah kamu mengagungkan Alloh atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. al-Baqoroh (2))
MAKNA AYAT SECARA UMUM
Syaikh Abdurrohman as-Sa’di berkata: Allah yang Maha tinggi memberitahukan karunia yang Dia berikan kepada hamba-Nya, yaitu kewajiban puasa sebagaimana yang diwajibkan atas orang dahulu, karena puasa termasuk syari’at dan perintah yang pasti berfaidah bagi manusia untuk setiap masa. Dengan berpuasa manusia menjadi giat, berlomba-lomba menyempurnakan amalnya, ingin meraih perangai yang baik, dan puasa bukanlah termasuk amal yang berat. Lalu Allah menjelaskan faidah dan hikmah puasa, semoga menjadi orang yang bertaqwa. Puasa ter- masuk penyebab yang paling besar menuju kepada taqwa karena di dalamnya (tercakup upaya) melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan. Orang yang berpuasa telah meninggalkan hal yang diharamkan (ketika berpuasa) seperti makan, minum, dan berkumpul dengan istri yang disenangi oleh hawa nafsu dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, dia berharap pahala dari Allah, dan ini termasuk taqwa.
HIKMAH AL-QUR’AN DITURUNKAN SELURUHNYA PADA BULAN RAMADHAN
Al-Qur’an pada mulanya diturunkan seluruhnya 30 juz pada bulan Ramadhan yang penuh barokah. Ini berdasarkan Surat al-Baqoroh (2): 185, al-Furqon : 32-33, al-Qodar : 1, dan ad-Dukhon : 3.
Syaikh Muhammad bin Abdurrahman asy-Syayi menyebutkan hikmah diturunkan al-Qur’an secara keseluruhan pada bulan Romadhan, diantaranya:
1. Alloh mengagungkan kedudukan al-Qur’an dan utusan-Nya, Dan Alloh memberitahu penghuni langit yang tujuh bahwa al-Qur’an merupakan kitab yang terakhir diturunkan kepada penutup para utusan.
2. Al-Qur’anul-Karim lebih mulia dibanding dengan kitab samawi sebelumnya, karena al-Qur’an diturunkan dua kali; pertama secara keseluruhan dan berikutnya secara terperinci, sedangkan kitab yang terdahulu hanya diturunkan sekali.
HIKMAH DITURUNKANNYA AL-QUR’AN SECARA BERTAHAP
Setelah al-Qur’an diturunkan secara keseluruhan lalu diturunkan berikutnya dengan bertahap hingga beliau meninggal dunia. Dalilnya:
وَقُرْءَ إِنَّا فَرَقْنَهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْتَهُ تنزيلا
Artinya: “Dan al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur- angsur agar kamu membacakannya perlahanlahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian”. (QS. al-Isra’ (17): 106)
Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah telah menerangkan hikmah-hikmah diturunkannya al-Qur’an secara bertahap, antara lain:
- Untuk memantapkan hati Rasulullah. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُ والَوْلَا نُزِلَ عَلَيْهِ الْقُرْءَانُ جُمْلَةٌ وَاحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْتَهُ تَرْتِيلًا
Artinya: “Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?” Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar)”. (QS. al-Furqon : 32)
2. Agar mudah dihafal, dipahami, dan diamalkan (baca Surat al-Isra’: 106).
3. Membangkitkan semangat agar menerima al- Qur’an dan mengamalkannya dengan penuh rindu terutama bila kondisi sangat membutuhkan, misalnya: pada saat terjadinya peristiwa tuduhan dusta kepada Aisyah istri Rasulullah dan ketika terjadi peristiwa sumpah laknat (li’an) antara suami dengan istri.
4. Syari’at Islam diturunkan secara berangsur angsur sehingga sampai pada derajat kesempurnaan. Contohnya peristiwa turunnya pengharaman khamer, pertama kali turun Surat al-Baqarah : 219 yang menjelaskan agar akal siap menerima keharaman khamer, lalu yang kedua turun Surat an-Nisa’ : 43 sebagai latihan untuk meninggalkannya beberapa saat lalu turun Surat al-Ma’idah : 90-91 yang menun jukkan keharaman untuk setiap waktu.
KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR’AN
Membaca al-Qur’an tidak sama dengan membaca koran atau bacaan lainnya. Pembaca al-Qur’an memiliki keistimewaan dan kenikmatan yang tidak didapati oleh pembaca selainnya. Inilah di antara faidah membaca al-Qur’an:
- Pembaca yang ikhlas akan tenang jiwanya.
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allahlah hati menjadi tenteram”. (QS. ar-Ra’du: 28)
- Menambah iman dan taqwa
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا
Artinya: “dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka”. (QS. al-Anfal : 2)
- Meraih keuntungan yang besar
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَهُمْ سِرًّا وَ عَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (QS. Fathir : 29)
4. Menjadi ahli Allah dan pilihan-Nya Anas bin Malik mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
أَهْلُ الْقُرْآنِ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ
Artinya: “Ahli membaca al-Qur’an adalah ahli Allah dan pilihanNya.” (HR. Ibnu Majah)
- Meraih syafa’at pada hari Kiamat Rosululloh Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
اقْرَبُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأصحابه
Artinya: “Bacalah al-Qur’an, sesungguhnya al-Qur’an akan memberi syafa’at kepada ahlinya pada hari Kiamat.” (HR. Muslim)
6. Baunya semerbak harum.
Rasulullah Subhanahu Wata’ala bersabda:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتُرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ
Artinya: “Perumpamaan orang mukmin yang membaca al-Qur’an seperti buah jeruk, baunya harum dan rasanya enak”. (HR. al-Bukhori)
7. Mendapat pahala walau bacaannya kurang lancar.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌ لَهُ أَجْرَانِ
Artinya: “Orang yang mahir membaca al-Qur’an bersama malaikat yang mulia lagi baik, dan yang membaca al- Qur’an tidak lancar dan sulit membacanya maka dia mendapatkan dua pahala”. (HR. Muslim)
8. Tiap satu huruf yang dibaca ada pahalanya.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Artinya: “Barang siapa membaca satu huruf dari kitab Allah akan mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan dibalas sepuluh. Aku tidak mengatakan ‘alif lam mim’ satu huruf melainkan ‘alif satu huruf, ‘lam’ satu huruf dan ‘mim’ satu huruf.” (HR. at-Tirmidzi)
9. Dijamin masuk surga bila ikhlas membacanya.
Rosululloh Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ إِذَا دَخَلَ الْجَنَّةَ اقْرَأْ وَاصْعَدْ
Artinya: “Dikatakan kepada ahli al-Qur’an apabila dia masuk Surga: ‘Bacalah dan naiklah”. (HR. Ibnu Majah)
Referensi:
Bundel Al-Furqon, Pengarang: Ustadz Aunur Ghufron, Judul: Nuzulul-Qur’an pada Bulan Ramadhan
Di tulis ulang oleh: Ashilah Zahra
BACA JUGA :
