Skip to content

Sebatas Inilah Kadar Manusia

Khoirul Anam
7 menit baca
Sebatas inilah kadar manusia

Sebatas Inilah Kadar Manusia

Hanya Kepada Allah Kita Bertawakkal

Tawakkal secara bahasa berarti bertawakkal atau bergantung sepenuhnya. Sedangkan secara syariat, tawakkal adalah meletakkan segala kepercayaan dan penyerahan diri kepada Allah setelah melakukan usaha dan ikhtiar.

Dalil dari Al-Qur’an tentang Tawakkal

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Artinya: “Dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman itu bertawakkal.” (QS. Al-Maidah: 23)

Dalam ayat lain, Allah Subhanahu Wata’ala juga berfirman:

فَإِنَّمَا الْمَوْلَىٰ هُوَ ٱللَّهُ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

Artinya: “Sesungguhnya hanya kepada Allah-lah tempat bertawakkal. Kepada-Nyalah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku kembali.” (QS. Hud: 88)

Dalil dari Hadits Nabi tentang Tawakkal

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

لو أنكم تتوكلون على الله حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير، تغدو خماصاً وتروح بطاناً.”

Artinya: “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, niscaya Dia akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung; burung itu pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore dalam keadaan kenyang.”(HR. At-Tirmidzi no. 2344, dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Nasihat Ulama Salaf

Imam Al-Ghazali rahimahullah berkata dalam kitabnya Ihya’ Ulumiddin: “Tawakkal adalah meletakkan kepercayaan hati kepada Allah setelah usaha yang nyata dan yakin bahwa tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Nya.”

Sementara itu, Imam Ibn Qayyim rahimahullah berkata: “Tawakkal adalah mengikhlaskan hati kepada Allah dan meninggalkan segala sesuatu yang selain-Nya, serta bersandar dengan teguh kepada-Nya dalam seluruh urusan.” (Madarij as-Salikin, 3/346)

Artinya, kita harus menyandarkan hati sepenuhnya kepada Allah dalam meraih maslahat atau menghindari mudharat, baik dalam perkara duniawi maupun ukhrawi.

Tawakkal bukan berarti pasif dan hanya berdoa tanpa usaha. Tetapi tawakkal adalah setelah kita berusaha dengan sungguh-sungguh, kita serahkan segala hasilnya kepada Allah dengan penuh keyakinan dan kesabaran.

Semoga Allah memberikan kita kemampuan untuk bertawakkal dengan sebenar-benarnya tawakkal, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu bersandar hanya kepada-Nya.

Jangan suka marah ….

Serahkanlah seluruh urusan kepada Allah dan wujudkan keimanan dengan meyakini bahwa hanya Allah yang mampu memberi atau menahan sesuatu, dan mendatangkan manfaat atau marabahaya. Anak adalah milik Allah. Sebagai orang tua kita hanya diperintahkan untuk mengasuh, membimbing dan mendoakan kebaikan bagi mereka. Selanjutnya serahkan mereka kepada pemiliknya.

Tawakkal adalah salah satu sifat yang dicintai Allah . Karena itu, kita harus berusaha menghiasi diri dengan akhlak mulia ini. Inilah akhlak yang menjadi salah satu ciri khas orang-orang mukmin.  Tawakkal kepada Allah dan menggantungkan harapan kepada-Nya merupakan penyeimbang usaha yang kita lakukan. Selain itu, tawakkal juga mencerminkan interaksi antara seorang hamba dengan Allah yang Mahakuasa untuk melaksanakan segala kehendakNya. Seorang mukmin harus bertawakkal kepada Allah sehingga dia tidak mencari pertolongan kepada selainNya. Tawakkal membuat hati seorang mukmin terhubung langsung dengan Allah. Hal itu membuatnya tidak menggantungkan harapan kepada makhluk.

Seorang muslim harus selalu berpegang teguh pada tali pertolongan Allah dalam berusaha dan menyerahkan hasilnya kepada Allah. Apa pun takdir Allah terhadap usahanya, ia berlapang dada menerimanya.

Tawakkal adalah akhlak mulia yang disandang oleh hamba-hamba terpilih. Allah  Subhanahu Wata’ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَاللَّهُ وجِلَتْ قُُُلُوبُهُمْ قَاذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَ إيَاتُهُ زَادَتَّهُمْ إِيمَانًا وَعَلى رَبِهِمْ يَتوَكَّلُونَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS. Al-Anfaal: 2)

Di Antara Nama Allah Adalah Al-Wakiil

Salah satu di antara nama-nama Allah yang indah adalah Al-Wakiil. Dialah Rabb yang Maha Menjaga dan Maha Menjamin rezeki seluruh hambaNya. Dia adalah Rabb yang Maha Hidup dan tidak akan pernah mati selamanya.

Allah adalah sebaik-baik Dzat yang memberi kecukupan bagi orang yang berserah diri kepadaNya, dan sebaik-baik penjaga bagi orang yang berlindung kepadaNya. Kecukupan dan perlindungan akan Allah berikan kepada hamba yang beriman dan bertawakkal kepadaNya. Maka Allah menyeru para hambaNya, agar menjadikan Allah sebagai satu-satunya pelindung dan tempat bersandar.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

رَبُّ المَشْرِق وَٱلْمَغْرِبِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَالتَّخذْهُ وَكِيلًا

Artinya: “(Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.” (QS. Al Muzzammil: 9)

Dan Allah  memerintahkan agar setiap hamba memenuhi hatinya dengan keyakinan yang mantap dan mengokohkan rasa tawakkal kepada-Nya.

Allah berfirman: “Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Furqan: 58)

Allah juga berfirman: “Katakanlah : “Dia-lah Allah yang Maha Penyayang, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakkal. Kelak kamu akan mengetahui siapakah yong berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS.Mulk: 29)

Dalam ayat lain Allah  Subhanahu Wata’ala berfirman:

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتوَكَلْ عَلَى اللَّهُ إِنَ اللَّهَ يحب  المتوكلين

Artinya: “kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, moka bertawakkallah kepada Allah. SesungguhnyaAllah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali Imran: 159)

Tiga Ayat yang Mencukupi

Amir bin Abdil Qeis pernah berwasiat tentang tiga ayat yang akan membuat kita berkecukupan. Dia berkata : “Inilah tiga ayat al-Qur’an yang membuat semua kebutuhan diriku tercukupi dari semua makhluk Allah

Pertama, firman Allah :

وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرِّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُو وَانِ يُرِدكَ بِخَيْرِ فَلَا رَآدّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِه وَهُوَ الْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Artinya: “Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepada-mu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya.Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus: 107)

Kedua, firman Allah :

مَا يَفْتَح اللَهُ لِنَّاسِ مِن رَحْمَةِ لَا مُمسكَ لَمّها, وَمَا يُمسك فلا مرسل له من بعده وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيرُ

Artinya: “Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, Maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorang pun yang sanggup melepas-kannya sesudah itu. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Faathir: 2)

Ketiga, firman Allah :

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَبٍ مبِينِ

Artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh al-Mahfuzh).” (QS. Hud: 6)

Apabila tertanam kuat dalam lubuh hatinya seorang hamba, bahwa apabila Allah menghendaki kebaikan ataupun keburukan bagi dirinya maka tidak akan ada yang dapat mencegahnya. Dia yakin bahwa tidak ada  yang dapat mengangkat musibah dari dirinya kecuali Allah . Dan dia juga yakin bahwa Allah-lah yang mencukupi rezeki setiap makhluk melata, maka hatinya akan terus bergantung kepada Allah dan merasa cukup dengan bersandar kepada-Nya, bukan kepada selain Nya.

Dalam sebuah riwayat dari Umar , Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكِّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

Artinya: “jika kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, Dia akan menurunkan rezeki kepada kalian seperti Dia memberikannya pada burung yang pergi pagi-pagi sekali dengan keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang. ” (HR.Ahmad 205).

Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ نَزَلَتْ بِهِ فَاقَةً فَأَنْزَلَهَا بِالنَّاسِ لَمْ تُسَدَّ فَاقَتُهُ وَمَنْ نَزَلَتْ بِهِ فَاقَةٌ فَأَنْزَلَهَا بِاللَّهِ فَيُوشِكُ اللَّهُ لَهُ بِرِزْقٍ عَاجِلٍ أَوْ آجِلٍ

Artinya: “Barang siapa yang mengalami kemiskinan kemudian ia mencari jalan keluar dengan bantuan manusia Dengan cara mengadu dan meminta-mintal, kesulitannya tidak akan tertutupi. Namun, barang siapa pang menjadikan Allah sebagai jalan keluarnya (dengan doa dan tawakkal), niscaya Allah akan mempercepat untuk menganugerahkan rezeki-Nya pada saat ini (didunia) atau kelak (di akhirat). “ (HR: Tirmidzi 2326).

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga bersabda:

لَوْ أَنَّ رَجُلاً هَرَبَ مِنْ رِزْقِهِ كَهَرَبِهِ مِنَ المَوْتِ لَأَدْرَكَهُ رِزْقُهُ كَمَا يُدْرِكُهُ المَوْتُ

Artinya: “Jika bani Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari maut, niscaya rezekinya pasti akan meng-hampirinya sebagaimana kematian pasti akan menemuinya. ” (HR. Albaihaqy 1192).

Nabi juga memberitahukan kepada umatnya bahwa tawakkal dapat mendatangkan manfaat pada kehidupan duniawi maupun ukhrawi. Selain itu, tawakkal juga dapat menyelamatkan manusia dari bencana hari kiamat yang dibuka dengan tiupan Ash-Shuur oleh malaikat Israfil. Rasulullah  Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

كَيْفَ أَنْعَمُ وَصَاحِبُ الْقَرْنِ قَدْ الْتَقَمَ الْقَرْنَ وَاسْتَمَعَ الْإِذْنَ مَتَى يُؤْمَرُ بِالنَّفْخِ فَيَنْفُخُ

Artinya: “Bagaimana aku dapat menikmati hidupku, sedangkan pemilik sangkakala (Israfil sEsle) telah meletakkan ujung sangkakala di mulutnya? la telah bersiap-siap untuk mendengarkan perintah (Allah). Jika ia diperintahkan untuk meniupnya, dia akan meniupnya.” (HR. At-tirmidzi)

Ternyata, sabda Rasulullah tersebut dirasakan amat berat oleh para sahabat. Karena itu, kemudian Nabi bersabda lagi, “Maka ucapkanlah oleh kalian:

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا

Artinya: Hasbunallahu wa ni’mal wakil. Alallahi tawakkalna (Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Dia sebaik-baik pelindung. Hanya kepada Allah kami ber-tawakkal).” (HR.Tirmidzi 2431).

REFERENSI:

Diambil dari kitab Mendidik Anak Tanpa Marah,Karya Ummu Ihsan Choiryah & Abu Ihsan Al Atsary, diringkas: Nur Mimi

Baca juga artikel:

Hawa Nafsu dan Syahwat

SIfat Orang Munafik

Bagikan:

Artikel Terkait

Hawa Nafsu dan Syahwat
Umum 19/01/2026

Hawa Nafsu dan Syahwat

HAWA NAFSU DAN SYAHWAT Hawa nafsu adalah condongnya naluri kepada sesuatu wang disenangi, dan kecondongan ini tercipta secara alami dalam rangka mempertahankan eksistensinya. Bayangkan kalau bukan karena condong kepada makanan orang tidak akan makan, kalau bukan condong kepada minuman orang tidak akan minum, kalau bukan karena condong untuk jima orang tidak akan menikah, dan begitulah […]

3 kesuksesan generasi muda
Umum 26/12/2025

3 Kesuksesan Generasi Muda

3 Kesuksesan Generasi Muda – Sudah menjadi kewajiban serta tekat satu satunya umat yang beriman bahwa pembinaan agama harus di jalankan terus menerus, sampai illa yaumil qiamah. Hal ini karna jalan yang bisa dilewati untuk sampai ke surga Allah hanya menetapi al qur’an hadits, lestarinya agama islam illa yaumil qiamah berarti terbukanya jalan menuju surga, […]