Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

“UMMUL MUKMININ “ZAINAB BINTI JAHSY BIN RI’AB “

UMMU

“UMMUL MUKMININ “ZAINAB BINTI JAHSY BIN RI’AB “

 

 

Ibunya bernama Umaimah binti abdil muthalib,bibi Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Sebelumnya rasulullah menikahi zainab binti jahsy dengan zaid bin Haritsah. Setelah zaid menceraikan zainab,Rasulullah menikahi zainab pada tahun ke 5 hujriyah. Ada yang mengatakan tahun ke 3 hijriyah. Zainab termasuk para wanita yang berhijrah. Di riwayatkan dari annas radhiallahuanhu,ia berkata “zaid bin haritsah datang mengadukan zainab kepada Rasulullah sallahualaihiwasallam,lalu beliau berkata,’pertahankan terus istrimu.” Maka turunlah (firman Allah),

وتخفي في نفسك ماالله مبديه (37)

Sedang engkau menyembunyikan di dalam hatimu apa yang akan di nyatakan oleh Allah.” (Q.S Al-ahzab :7). Di riwayatkan olehabu hatim.

 

PERNIKAHAN NABI DENGAN ZAINAB BINTI JAHSY

Dari annas Radhiallahuanhu,ia berkata,”setelah masa iddah zainab selesai,Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkata kepada zaid,”pergilah lalu sampaikan minatku kepadanya.” Zaid berkata,”saat beliau mengatakan itu,zainab terasa besar di dalam jiwaku. Aku lantas pergi menemuinya dengan posisi punggung menghadap pintu. Aku katakan,”wahai zainab,Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengutusku. Beliau ingin melamarmu.

Zainab berkata,”aku tidak akan melakukan apapun sebelum musyawarah (meminta petunjuk)kepada Rabb-ku. Ia kemudian pergi ke tempat shalatnya(untuk melakukan sholat istikharah). ﷲ kemudian menurunkan (firman nya),

فلما قضي زيد منهاوطرا زوجنكها (37)

“maka ketika zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya(menceraikannya),kami nikahkan engkau dengannya(zainab).’ (Q.S al-ahzab:37).” Di riwayatkan oleh muslim.

                Di riwayatkan saat nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menggauli zainab radhiallahu anh,beliau bertanya kepadanya,siapa namamu? Zainab menjawab “barrah”. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian mengganti namanya dengan zainab.

Di riwayatkan bahwa saat nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menikahi zainab,kaum munafik mencibir dengan mengatakan,”muhammad mengharamkan menikahi menantu,sementara ia sendiri menikahi menantunya sendiri.” Maka Allah Shallallahu Alaihi Wasallam menurunkan firmannya :

ما كان أبا تحد من رجالكم ولكن رسول الله وخاتم النبين” وكان الله بكل عليما (40)

“muhammad itu bukanlah bapak dari seorang di antara kalian, tetapi ia adalah utusan allah dan penutup para nabi. Dan allah maha mengetahui segala sesuatu.” (Q.S Al-ahzab:40).

 

Sejak saat itu,zaid di panggil zaid bin haritsah. Dan sebelumnya ia di panggil zaid bin muhammad. Semua ini di sebutkan oleh abu umar dan lainnya.

 

ZAINAB RADHIALLAHU’ANHU MEMBANGGAKAN DIRI DI HADAPAN ISTRI-ISTRI NABI LAINNYA KARENA ALLAH MENIKAHKANNYA LANGSUNG DARI LANGIT.

           

            Di riwayatkan dari Anas Rhadiallahu’anhu,ia berkata,”saat ayat ini turun berkenaan dengan Zainab Rhadiallahu’anhu:

فلما قضي زيد منها وطارا زوجنكحا(37)

“Maka ketika zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya(menceraikannya),kami nikahkan engkau dengannya(zainab). (Q.S Al-ahzab :37)

 

Zainab membanggakan diri di hadapan istri-istri Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dengan mengatakan,”kalian di nikahkan oleh ayah-ayah kalian,sedangkan aku di nikahkan oleh Allah Shallallahu Alaihi Wasallam sedangkan aku dinikahkan oleh Allah ta’ala dari atas tujuh langit. Diriwayatkan oleh at-tirmidzi dan menshahihkannya.

Di riwayatkan anas Rhadiallahu’anhu,ia berkata ,”zainab membanggakan diri di hadapan istri-istri nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dengan mengatakan,”aku di nikahkan Allah dari atas langit. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membuuat walimah saat menikahi dengan jamuan roti dan daging.” Di riwayatkan oleh al-bukhari.

Di riwayatkan dari Anas Rhadiallahu’anhu ,ia berkata,”Tidaklah rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membuat walimah untuk setiap istri yang beliau nikahi dengan jamuan yang lebih baik dibanding saat beliau membuat walimah ketika menikahi zainab. Tsabit bertanya ,”walimah apa yang beliau buat?”Anas menjawab,”beliau memberi mereka roti atau daging,hingga mereka meninggalkan beliau.” Di riwayatkan oleh al-bukhari dan muslim.

Diriwayatkan dari anas bin malik Rhadiallahu’anhu,ia menuturkan,”Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menikah lalu beliau menggauli istri beliau.” Anas meneruskan,”Ibuku,Ummu sulaim,membuat hais, dalam sebuah wadah. Ibuku berkata,”wahai Anas,bawakkan makanan ini untuk rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan katakan kepada beliau,”aku di utus oelh ibuku untuk membawakkan ini kepadamu,dan ia menyampaikan salam kepadamu. Dan ia mengatakan bahwa makanan yang sedikit ini dari kami wahai Rasulullah. Aku pun pergi membawa hais itu kepada rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Shallallahu Alaihi Wasallam lalu aku berkata,” Wahai rasulullah,ibuku menitipkan salam untukmu dan berkata,”kami membuatkan makanan tidak seberapa untukmu.” Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,”letakkan makanan itu setelah itu beliau berkata,”pergilah dan undanglah si fulan,si fulan dan si fulan,juga siapapun yang engkau temui,beliau menyebut sejumlah nama. Aku kemudian mengundang nama-nama yang Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sebut dan siapapun yang aku temui.” Perawi dari anas menuturkan,” aku bertanya kepada Anas,”berapa jumlah mereka?”Anas menjawab,”sekitar tiga ratus orang.” Anas berkata,”Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian beliau berkata kepadaku,”wahai Anas,bawa kelari wadah itu? Mereka semua masuk hingga Shuffah (halaman masjid nabawi)dan ruang dalam kamar penuh. Lalu rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,”buatlah lingkaran sepuluh orang-sepuluh orang,dan hendaklah setiap orang memakan makanan di dekatnya!” mereka semua makan hingga kenyang. Sejunmlah orang keluar lalu diusul beberapa orang masuk,hingga semua mereka semua makan,setelah itu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda “Wahai anas,bereskan makanannya!” Aku kemudian membereskan makanan. Aku tidak tahu apakah makanannya lebih banyak saat aku letakkan,ataukah saat aku angkat. Saat itu ada orang-orang yang tetap berbincang-bincang dikediaman rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, sementara rasulullah duduk dan istri beliau mengarahkan wajahnya ke tembok. Mereka memberatkan rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam hingga beliau keluar dan menemui istri-istri beliau. Setelah itu beliau kembali dan orang-orang yang berbincang di rumah beliau segera keluar. Setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kembali,tirai (hijab) pun diturunkan.” Di riwayatkan oleh muslim dan at-tirmidzi.

 

NABI MENGUBAH NAMA LAMA ZAINAB SAAT MENIKAHINYA

            Diriwayatkan dari zainab binti salamah bahwa rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menikahi zainab binti jahsy. Namanya Barrah,lalu beliau merubah namanya menjadi zainab. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam masuk menemui ummu salamah untuk menikahinya. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian mendengar Ummu salamah memanggilku “Barrah!” beliau kemudian berkata “janganlah kalian menganggap diri kalian suci. Allah lebih tahu siapa diantara kalian yang baik dan yang buruk.” Ummu salamah berkata,”iitu hanya namanya”,beliau berkata,”ubahlah(namanya)!” Ummu salamah berkata,”Di ubah menjadi apa?beliau menjawab,”berilah nama Zainab.”

 

TURUNNYA AYAT HIJAB KARENA ZAINAB RHADIALLAHU’ANHU

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Rhadiallahua’hu ,ia berkata,”Saat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menikahi zainab binti jahsy,beliau mengundang orang-orang lalu mereka pun makan. Setelah itu mereka duduk berbincang. Saat beliau bersiap duduk berdiri,mereka tidak juga berdiri.melihat hal itu,beliau berdiri. Saat beliau berdiri,,beberapa orang berdiri namun ada tiga orang yang tetap duduk. Setelah itu beliau dating untuk emmasuki kediaman zainab. Rupanya mereka masih saja duduk. Kemudian mereka berdiri dan beranjak pergi,meka aku mengabarkan kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa mereka telah pergi,maka beliau pun datang dan masuk(menemui zainab). Aku kemudian masuk untuk memasang hijab antara aku dan beliau. Allah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian menurunkan ayat,

 

يايها الذين أمنوا لا تدخلو بيوت النبي …..(53)

“wahai orang-orang yang beriman,janganlah kalian memasuki rumah-rumah Nabi….”(Q.S Al-Ahzab:53).

 

Diriwayatkan dari Anas Rhadiallahu’anhu bahwa “Nabi menikahi zainab binti jahsy dengan membuat walimah berupa jamuan roti dan daging . Aku di utus untuk mengundang orang-orang. Sekelompok kaum kemudian datang,mereka makan lalu setelah itu mereka pergi. Aku terus mengundang hingga aku tidak menemukan lagi seorang pun untuk aku undang. Aku pun berkata,”wahai Nabiyyullah,aku tidak menemukan lagi seorang pun yang bisa aku undang.”beliau kemudian berkata”Angkatlah makanannya!” Saat itu masih ada tiga orang yang duduk mengobrol di dalam rumah. Nabi kemudian pergi dan masuk ke dalam kamar Aisyah . Beliau mengucapkan salam,”kesejahteraan dan rahmat Allah semoga terlimpah kepada kalian,wahai Ahlul bait.” Aisyah menjawab salam beliau,”kesejahteraan dan rahmat Allah juga semoga terlimpah kepadamu. Bagaimana engkau mendapati keluarga (baru)mu wahai Rasulullah?”beliau juga memasuki kamar-kamar istri beliau lainnya. Beliau mengucapkan salam seperti yang beliau ucapkan kepada Aisyah,lalu mereka menjawab seperti jawaban aisyah. Setelah itu beliau kembali,tapi rupanya tiga orang tersebut masih saja duduk mengobrol. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri sosok pemalu. Setelah itu beliau keluar menuju kamar Aisyah Rhadiallahu’anhu. Aku tidak tahu apakah aku memberitahukan kepada beliau ataukah beliau di beritahukan bahwa orang-orang sudah keluar. Beliau kemudian pulang kemudian beliau meletakkan kaki di ambang pintu  di bagian dalam sementara kaki yang sebelahya berada di luar pintu. Beliau memasang tirai antara aku dan beliau. Setelah itu ayat hijab turun.” Diriwayatkan oleh al-bukhari dan muslim. Lafazh hadist milikal-bukhari.

 

 

KEZUHUDAN DAN KEMULIAAN ZAINAB RHADIALLAHU’ANHU

Diriwayatkan  dari abdullah binar-rabi’,dari bazrah binti nafi’,ia menuturkan,”saat jatah(berupa harta atau makanan)datang,’umar mengirim jatah untuk zainab. Saat utusan masuk menemui zainab,zainab berkata kepadanya,semoga allah Shallallahu Alaihi Wasallam mengampuni umar saudar-saudariku lebih kuat membagi-membagikan jatah ini melebihiku.” Para utusna kata “ini semua untukmu”.zainab mengucapkan Subhanallah!” ia lantas menutupi diri dan berkata “tuangkan itu semua dan tutupilah dengan baju.’ Para utusan kemudian menuang uang-uang tersebut lalu mereka tutupi dengan baju.  Zainab kemudian berkata kepadaku,”masukkan tanganmu,ambillah sebagian dari uang-uang itu tersebut lalu berikan kepada keluarga fulan dan anak-anak yatim keluarga fulan serta kerabatnya.” Aku kemudian membagi-bagikan uang tersebut dan masih ada sisa.” Barzah berkata kepadanya,”semoga Allah mengampuni. Demi Allah,kamin mempunyai hak dari uang-uang itu.”zainab berkata,”jatah kalian di balik baju itu.” Kami kemudian mengangkat baju itu dan ternyata masih ada 85 dirham.

Setelah itu zainab mengangkat kedua tangan dan mengucapkannya,”ya allah,jangan lagi kami menjumpai pemberian “umar setelah tahun ini” ia wafat setelah itu.” Di riwayatkan dalam kitab ash-shafwah.

 

WAFATNYA ZAINAB BINTI JAHSY RHADIALLAHU’ANHU

            Aku ‘umar berkata,”zainab wafat pada tahun 20 hijriyyah pada masa khalifah umar. Pada tahun ini mesir berhasil ditaklukkan. Sumber lain menyebutkan “zainab wafat pada tahun 21 hijriyyah. Pada tahun ini,alexandria berhasil ditaklukkan. Ia adalah istri yang lebih dulu menyusul Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sepeninggal beliau. Zainab Rhadiallahu’anhu wafat dalam usia 53 tahun,seperti yang di sebutkan dalam ash-shafwah.

Ia adalah jenazah pertama yang di bawa di atas keranda. Demikian seperti yang di sebutkan oleh al-mulla dalam sirahnya.

 

REFERENSI :

Imam at-thabari.2019.ummahatul mukminin

Jakarta timur     : Griya ilmu

Di ringkas oleh  : Diana Rosella

Baca Juga Artikel:

Apabila Guyonan Kebablasan

Benarkah Cara Ber Islam Anda?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.