Adab-Adab Bertamu

bertamu

Adab-Adab Bertamu

 

Ucapkan salam kepada orang-orang yang sudah hadir lebih dulu,

Semoga keselamatan dilimpahkan kepada kalian, juga rahmat dan keberkahanya”

Lalu duduklah ditempat yang dipersilahkan oleh tuan rumah, karena merupakan bagian dari dari penghormatan dirinya.

Ketika Masuk

Bila dimajelis ada orang-orang yang telah hadir, maka duduklah diujung dari rangkaian hadirin tersebut. Jangan menyuruh orang lain untuk pindah, lalu menepati tempat duduknya. Dalam hadist dari Abdullah bin Umar disebutkan Rasulullah bersabda :

Janganlah seseorang menyuruh orang lain berdiri pindah dari tempat duduknya, lalu ia duduk disitu. ( HR. Bukhari ).

Ketika Duduk

Duduklah dengan sopan dan baik. Tidak selayaknya duduk dengan sembarangan.

Jangan melepas pandangan secara bebas ke berbagai sudut rumah. Bila memang harus menunggu dan belum ada yang menemani, tidak semestinya menebar pandangan ketempat yang tidak perlu, apalagi mengambil dan membuka inni dan itu.

Bila banyak yang hadir, maka bersosialisasihlah. Jangan hanya akrab dengan yang sudah kenal saja, lalu bersikap cuek dengan teman duduk, lantaran ia belum orang  baru atau belum kenal.

Dalam hal ini, Rasulullah صلى الله عليه و سلّم  memberikan nasehat:

إذا كانوا ثلاثة فلا يتناجى اثنين دون الآخر حتى تختلطوا بالناس أجل أن يخزنه

Apabila kalian berjumlah tiga orang, maka janganlah yang dua berbincang-bincang dan mengabaikan teman yang satunya, karena hal tersebut membuatnya sedih. ( HR. Bukhari dan Muslim )

                Secara sengaja tidak boleh mengabaikan salah satu teman sehingga menjadi terkucilkan. Juga tidak dibenarkan mengobrol dengan Bahasa yang tidak dimengerti oleh teman yang satunya, seolah menyembunyikan sesuatu.

Ketika Dijamu

Mesyukuri segala nikmat dengan menampakkan kesukaan terhadap sajian yang disuguhkan,apapun bentuk makanan dan minumannya.Juga menganggap cukup meskipun sedikit.Termasuk dalam hal ini ialah menyantap hidangan disertai memperhatikan adab-adab makan dan minum.

Ketika Bermajelis

Bermajelis yang baik bukan berarti majelis pengajian saja.Majelis mengobrol saat ziarah (Berkunjung) juga bisa bernilai baik bila memperhatikan adab-adabnya,diantaranya:

Pertama,menjaga amanah majelis.

Amanah majelis yang dimagsud ,yaitu menjaga rahasia teman ketika sesuatu terjadi dalam majelis yang tidak lanyak untuk diketahui orang lain.Rasulullah صلى الله عليه و سلّم bersabda:

Sesungguhnya majelis-majelis itu ada amanahnya.(shahih al-jami no 2330)

Secara teknis,Rasulullah صلى الله عليه و سلّم memberikan isyarat tentang suatu rahasia dalam sebuah pergaulan atau majelis .Kata beliau :

Jika seseorang berbicara dengan suatu pembicaraan ,lalu ia menoleh berarti itu amanah (HR IbnuMajah no 4870.Dimuat dalam shahih al-jami,no 486).

Kedua, Berhias sifat malu.

Sifat malu dapat membentengi seseorang agar tidak tergelincir kedalam pelakuan tercela.ia akan membatasi seseorang dari sifat serampangan dalam berucap dan bertindak.Syarat islam memuji sifat malu dan menganjurkan Kaum Muslimin untuk memilikinya.Nabi صلى الله عليه و سلّم bersabda:

Sifat malu tidaklah membawa sesuatu kecuali kebaikan,(HR Bukhari,no.5766 dan Muslim ,no37)  

Ketiga,menghidari banyak bergurau.

                Hindari berlebihan dalam bergurau.Terlalu banyak bercanda,apalagi becanda yang menyinggung teman,tentu berpotensi negative.Canda seperti ini akan merusak suasana.Rasulullah صلى الله عليه و سلّم berwasiat:

لا يأخذن أحدكم متاع أخيه لاعبا ولا جدا

“Janganlah salah seorang kalian mengambil barang saudarannya,baik main-main atau serius.(HR Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad,no 241) “

Begitu juga gurauan yang berisi kebohongan.

Rasulullah صلى الله عليه و سلّم memang terkadang bersenda gurau,tetapi beliau berpantang dari candaan berisi kebohongan.Beliau mengingatkan umatnya:

                Celakalah orang yang bercerita dan ia berdusta dengan tujuan agar orang-orang tertawa.Celakalah dia…celakalah dia..(HR al-baihaqi,no 20614,dan para imam lainnya.Dimuat juga dalam shahih al-jami  n01464.)

Keempat,berusaha menghindari perdebatan atau berbantahan.

                Perdebatan dan berbantahan membuat hati dongkol dan menjauh.Sebaliknya,pertemanan dan persaudaraan yang kuat hanya tercipta diantara orang-orang yang bisa tenang,mau mengalah dan tidak terus saling berbantah,saling menghargai serta tidak suka menang sendiri.Rasulullah صلى الله عليه و سلّم bersabda:

Aku menjamin sebuah rumah diteras surga bagi yang meninggalkan berbantahan (debat)padahal dia sebagai pihak yang benar,dan rumah ditengah- tengah surga bagi yang meninggalkan berbohong meskipun sekedar becanda,dan rumah dibagian paling atas surga bagi yang berakhlak mulia.(HR Abu Dawud,no 4800 dan imam lainnya.Dibuat juga dalam shahih al-jami no 1464 )

Kelima,menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.

                Rasulullah صلى الله عليه و سلّم menekankan hal ini dalam salah satu haditsnya:

ليس منا من لم يوقر كبيرنا ولم يرحم صغيرنا رلم يعرف حق لعالمنا

Bukan bagian dari kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dari kami dan tidak menyayangi yang lebih muda dari kami,dan tidak mengerti  hak-hak yang berilmu diantara kami.’’(HR Ahmad dalam Musnad,no 22807.Dimuat juga dalam shahih al-jami 5443).

Keenam,jangan mencari-cari kekeliruan atau aib orang lain.

                Mencari kekeliruan orang lain adalah perbuatan tercela.Disamping dapat membuat gerah dan salah tingkah orang yang berbuat keliru,juga membuat orang lain menghindar.Apalagi bila kekeliruan tersebut perkara yang keci,biasa-biasa saja,bersifat pribadi,dan manusiawai.Terlebih bagi seorang wanita,ini merupakan sesuatu yang sangat sensitif.Apabila kekeliruan harus diperbaiki,maka sampaikanlah nasehat secara baik,lemah lembut,tidak dihadapan orang banyak,dan dengan landasan kasih sayang.

Ketujuh,kendalikan anak.

                Jangan biarkan anak bertingkah sembarangan ketika sedang dirumah yang dikunjungi.Arahkan agar tidak berbicara kotor,membuat keributan,kekacawan dan berantakan.Bila mereka membuat barang-barang tuan rumah berantakan,hendaklah segera dibereskan dan dikembalikan ke tempatnya.Begitu juga bila membuat kotor atau membuang sampah sembarangan.

Dengan perhatian ini akan membuat tuan rumah tidak merasa direpotkan,dan sebaliknya memandang kita sebagai tamu yang menyenangkan dan bikin betah tuan rumah.Ini tentu saja membuka pintu rumah dan hatinya untuk dikunjungi kembali.

Ketika Berbicara atau Bercengkerama

Sah-sah saja,bila tuan rumah mengajak atau meladeni tamunya mengobrol,mencurahkan kerinduan,tertawa Bersama,dan saling berbagi dengan berbagi cerita dan berita.Dalam hal ini ada beberapa yang perlu diperhatikan,antara lain:

Pertama,hanya membicarakan perkara mubah (halal)dan baik-baik saja bukan yang terlarang,seperti masalah hubungan suami istri misalnya.

Kedua,merendahkan suara saat berbicara,terutama kepada para wanita.Tak hanya karena suara wanita bisa jadi fitnah bagi lelaki.Tapi lebih dari itu secara umum merendahkan suara adalah cara terbaik ketika berbicara.Apalagi dengan disertai lemah,lembut,jelas dan sopan.

Yang diperlukan dalam berbicara maupun tertawa,cukup sebatas terdengar oleh teman mengobrol saja.Dalam sebuah ayat disebutkan,yang artinya:Dan lunakkanlah suaramu.Sesungguhnya seburuk-buruknya suara adalah suara keledai.(QS Luqman/31:19).

                  Buruknya suara keledai dikarenakan keras. Kata Abu Zaid, “Apabila suara keras itu baik, maka Allah سبحان الله و تعالى  tidak akan menjadikanya buat keledai”.

Ketiga, Menjadi pendengar yang baik. Maksudnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh ketika teman berbicara. Serius menyimaknya meskipun yang disampaikan telah diketauhi sebelumnya. Karena berkawan dan mengobrol bukan sekedar mendulang hal-hal yang baru, tapi juga merekatkan persaudaraan dengan saling menghargai. Sementara acuh tak acuh dengan membicarakan teman, sama saja dengan menganggapnya tidak berarti atau tidak berharga.

Keempat, Menjaga lisan dari sifat kotor, semisal mencela, menghina, mencaci, memaki,melaknat, menghujat,melecehkan, merendahkan dan sebagainya. Ini sudah sangat jelasa dan harus sangat dihindari.

Kelima, Jauhi mengghibah. Imam An-Nawawi mengatakan “menggunjig yaiutu engkau menceritakan sesuatu yang terdapat pada seseorang yang ia membencinya, baik tentang tubuh,agama, dunia, jiwa, ahklak,rupa,harta, anak, orang tua, suami atau istri, pembantu, budak, penutup kepala, baju, caranya berjalan, bertindak, kegembiraan, kemasaman, keceriaan, atau lainya yang berkaitan denganya. BAik engkau menceritakanya secara verbal ( ucapan lisan ) maupun tulisan, atau isyarat dengan mata, tangan , kepala, dan selainya. ( Al-Azkar hal :298 )

Keburukan menggunjing digambarkan oleh ayat, yang artinya “ Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka ( kecurigaan ) karena sebagian prasangka itu dosa. Dan jangnlah mencari-cari keburukan orang. Dan jangnlah mengguncingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakn daging sodarnya yang sudah mati? Maka, tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah سبحان الله و تعالى  . Sesungguhnya Allah maha menerima tobat lagi maha penyayang.” ( QS. Al-Hujuraat: 12 ).

Janga sekalipu menganggap ringan dan sepeleh masalah mengghibah. Apalagi saat para wanita banyak yang terpitnah  dan menjadikan gunjingan sebagai bunga majelis. Sebisa mungkin menghindari dan saling mengingatkan bila pembicaraan mulai menjerumus ke ghibah .

Sebelum Pamit

Dalam berkunjung, hendaklah memperhatikan kondisi tuan rumah. Bilah berlama-lama tidak menjadi maslahat, maka berkunjunglah sebentar saja demikian juga dari sisi waktunya, apakah sudah tepat? Lakukan konfirmasi sebelumnya tentang rencana kunjungan.

Jangan Meremehkan Izin Dan pemberitauhan ini.

Sebelum pamit, hendaknya berkemas dengan teliti. Ini sangat diperlakukan agar terhindar dari kerepotan atau merepotkan. Misal, ada barang tuan rumah yang terbawa oleh kita atau anak kita, atau sebaliknya, ada barang kita tertinggal dirumahnya.

Akhir Kunjungan

Mengucapkan terima kasih kepada taun rumah merupakan kehormatan dan penghargaan bagi nya, sekaligus syukur kepada Allah سبحان الله و تعالى  . Rasulullah صلى الله عليه و سلّم  :

Tidak bersyukur kepada Allah سبحان الله و تعالى , orang yang tidak bersyukur kepada manusia ( HR. Bukhari ),

                Sampaikan kepada tuan rumah permohonan maaf bila ada yang kurang berkenan, untuk diri sendiri atau karna kelakuan anak-anak. Jangan lupa ganti tawarka atau persilahkan untuk berkunjung kerumah kita bila ada kesempatan.

Penutup Kunjungan

Sebelum benar-benar bangkit meningglkan tempat, bacalah doa kafaratul majelis agar Allah سبحان الله و تعالى  mengampuni dosa yang diperbuat selama berkunjung. ( HR. Tirmidzi no :3429 ).

Terakhir, jangan lupa minta diri sambil mengucapkan salam kepada tuan rumah. Datang berhias slam dan pulang menebar salam.

REFERENSI:

DiTulis Oleh : Aburobie Muhammad assunde

Diambil dari : As-Sunnah .Shafar 1434 H/Januari 2013M

Diringkas Oleh : Anita Sari Ummu Hizam

Baca juga Artikel:

10 Kiat-Kiat Hati Bersih

Ada Apa Dengan Cinta Seorang Ibu

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*