UNTUK SAUDARAKU KEPALA RUMAH TANGGA

Menjadi kepala rumah tangga merupakan kebahagian tersendiri, tentunya bagi kepala rumah tangga sejati. Sebagian lelaki merasa jabatan kepala rumah tangga merupakan hal ditakuti sehingga dihindari atau malah dikhianati

Seorang suami adalah nahkoda bahtera kehidupan rumah tangga. Tugas mulia ini tidaklah mudah, harus ada bekalilmu, tekad dan usaha keras agar rumah tangga yang dia pimpin menjadi baik dan berbahagia. Ikuti pembahasannya berikut. Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan senantiasa melimpahkan rohmat Allah Ta’ala. Amin.

MEMBANGUN KELUARGA YANG BAIK

Jika seorang lelaki telah melaksanakan akad suci dengan wanita, berarti dia punya tugas baru dalam kehidupannya. Tanggung jawab besar mulai diemban, yakni sebagai kepala rumah tangga. Sebagai kepala rumah tannga, seorang suami hendaknya berusaha sekuat tenaga membanggun keluarga barunya di atas kebaikan dan selalu perhatian terhadap keluarganya. Hal ini dikarenakan

  1. Sebagai bentuk penjagan keluarga dari api

Allah berfirman dalam surat al tahrim :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadapapa yang diperintahkan-Nya  kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

  1. Tanggung jawab pemimipin

Pemimpin rumah tangga mempunnyai tanggung jawab terhadap keluarga yang ia pimpin. Maka memperbaiki rumah tangga yang dipimpin adalah suatu kewajiban. Rasulullah bersabda:

Allah akan menanyai setiap pemimpin terhadap tugas kepemimpinannya, apakah dia menjaga ataukah menyia-nyiakan, hingga seorang suami akan ditannya tentang keluarganya.” (HR Nasai 292)

  1. Rumah adalah tempat tinggal dan berteduh

Ketika sebuah rumah telah dijadikan sebagai tempat tinggal penghuninya, maka kedamaian rumah hendaknya dibangun bersama. Semua elemen rumah tangga hendaknya menunaikan tugasnya dan saling membantu sehingga tercipta iklim rumah tangga yang diidam-idamkan.

  1. Perhatian terhadap rumah tangga adalah sarana mencapai masyarakat yang baik

Masyarakat tersusun dari beberapa keluarga. Jika setiap kepala keluarga memperhatikan kondisi rumah tangganya tentu kebaikan masyarakat akan tercapai. Dan tercapainya kebaikan masyarakat akan membawa manfaat yang sangat banyak.

TIPS MENGGAPAI RUMAH TANGGA BAHAGIA

Setiap orang yang baru memulai kehidupan berumah tangga tentu menginginkan rumah tangganya bahagia. Bahkan keinginan itu mungkin saja telah terwujud walaupun seseorang belum mengarunginya. Berikut ini adalah tips untuk mewujudkan keluarga idaman?

  1. Memilih istri yang baik dan sholihah

Allah berfirman:

. وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“ Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”

Seorang lelaki yang akan menikah wajib memilih istri yang sholihah. Rasulullah bersabda: “Wanita dinikahi karena empat perkara; Karena hartanya, keturunannya, kecantiknnya, dan agamanya.Pilihlah wanita yang bagus agamanya, niscaya engkau beruntung.” (HR BUKHORI DAN MUSLIM)”

Rasulullah juga bersabda: “Istri yang sholehah yang membantumu dalam perkara duniamu dan agamu adalah sebaik-baik simpanan yang dimiliki manusia. (HR BAIHAQI)

Istri sholihah adalah sumber kebahagian dan kebaikan. Dan istri yang tidak bagus agamanya adalah sumber kebinasaan. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Empat perkara termasuk kebahagian : 1.istri yang sholihah, 2.tempat tinggal yang luas ,3. tetangga yang sholih dan 4.kendaraan yang tenang .Dan empat perkara yang termasuk kebinasaan; 1. tetangga yang jelek, 2.istri yang tidak bagus, 3,tempat tinggal yang sempit, 4, kendaraan yang jelek .” (  HR. Ibnu Hibban )

  1. Memilih Lokasi Rumah

Tempat tinggal yang layak huni dan lingkungan yang mengindahkan syariat islam adalah sebuah nikmat Allah, bersyukurlah insan yang telah dikaruniai, dan berusahalah bagi yang belum memiliki

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada diluar kita. Jika mereka tidak bagus agamanya, lambat laun kita akan terpengaruh. Berikut ini beberapa tips dalam memilih lingkungan.

  1. Dekat Dengan Masjid

Rumah yang dekat dengan masjid manfaatnya banyak sekali, diantaranya anak-anak bisa ikut TPA, istri bisa mendengarkan kajian atau bacaan Al-Qur’an, dan yang terpenting adalah mudah dalam melaksanakan shalat berjamaah di masjid bagi kaum laki-laki.

  1. Mencari Tetangga Yang Baik

Lihatlah tetangga ketika memilih rumah. Tetangga adalah kerabat yang paling dekat. Apabila kita membutuhkan pertolongan tetanggalah yang pertama kali yang diminta pertolongan.

  1. Menjadikan Rumah Sebagai Dzikrullah

Rasulullah bersabda :

Permisalan rumah yang dibacakan dzikrullah didalamnya dan rumah yang tidak dibacakan dzikrullah seperti permisalan orang yang hidup dan mati.( HR. Muslim)

Wahai hamba Allah, ajaklah anggota keluargamu berdzikir di rumah, membaca Al-quran, membaca buku-buku islam, membiasakan dzikir dan doa sehari-hari, dan sebagainya. Hidupkanlah rumahmu dengan cahaya keimanan dzikrullah agar barokah dan para malaikat selalu menaungi kehidupan rumah tanggamu.

  1. Menghiasi rumah dengan ibadah

Allah berfirman:

٨٧. وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى وَأَخِيهِ أَن تَبَوَّءَ الِقَوْمكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتاً وَاجْعَلُواْ بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

“ Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: “Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman”.

Imam Ibnu Katsir mengatakan: “Seolah-olah hal ini –wallahu a’lam- menunjukan bahwa ketika cobaan sangat berat dari pihak fir’aun dan kaumnya, mereka di perintahkan untuk memperbanyak sholat. Sebagaimana Allah berfirman :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ “

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Dalam sebuah hadits disebutkan;

“Ketika Nabi dirundung masalah beliau mengerjakan sholat.” (HR. Abu Dawud)

Hal ini menunjukan pentingnya menghidupkan rumah dengan ibadah terutama sholat termasuk penolong dalam mengatasi permasalahan dalam rumah tangga. Oleh karena itu, kepala keluarga hendaknya menganjurkan dan membiasakan istri dan anak-anak perempuannya mengerjakan sholat di rumah, membiasakan sholat tahajud. Adapun ia selaku kepala rumah tangga mengajak anak-anak laki-lakinya mengerjakan sholat lima waktu berjama’ah di masjid. Kemudian mengerjakan sholat sunnah rowatib di rumah.

  1. Menanamkan nilai-nilai keimanan dalam keluarga

Aisyah menuturkan:

“Adalah Nabi sholat malam. Jika beliau telah sholat witir beliau berkata kepadaku; Bagun dan sholat witirlah wahai Aisyah.” (HR MUSLIM)

Orang tua adalah teladan bagi anak-anaknya. Mendidik anak-anaknya dengan nilai-nilai islam hendaknya dimulai dari hal  yang mudah dan secara bertahap. Demikian pula hendaknya orang-tua menjadi orang yang pertama mengamalkan perintah yang diajarkan kepada anak-anaknya. Jika ayah dan ibu rajin sholat, puasa dan amal sholih lainya maka anak-anak pun akan mengikuti.

  1. Ta’lim bagi anggota keluarga

Diantara tanggungjawab yang harus dipikul oleh kepala rumah tangga adalah memberikan pengajaran kepada anggota keluarganya. Hal ini sebagai realisasi firman Allah:

. يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَ االنَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَايُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang  diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Sahabat mulia Ali bin Abi tholib mengatakan “Yaitu ajari dan didiklah mereka.”

Ketika memberi pengajaran berusahalah bijaksana dan lembut. Terlebih lagi istrinya adalah orang yang baru mendapat hidayah dan baru mengenal manhaj yang hak. Jika sudah mempunyai anak, tetaplah memberi bimbingan dengan ringan yang sifatnya tidak harus dengan pengajian khusus atau resmi.

  1. Berusaha tetap di dalam rumah sebisa mungkin

Hadirnya seorang kepala rumah tangga di dalam rumah akan turut menyelesaikan masalah dan akan mengatur segala kebutuhan yang dibutuhkan. Apa bila tidak ada kebutuhan di luar rumah, maka kepala rumah tangga hendaknya di dalam rumah walaupun hanya untuk bercengkrama dengan keluarga. Sebab istri dan anak-anak memiliki hak untuk diperhatikan.

Di Tulis oleh : Abu Anisah bin Luqman Al-atsari

Dari Majalah : Al-Furqon

Edisi 11 Tahun kesembilan jumadats-tsani 1431 ( mei/juni 2010 )

Di Salin Oleh : Anita Sari

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.