TRIK-TRIK SETAN DALAM MENYESATKAN MANUSIA

TRIK SETAN

 

Untuk menjerumuskan manusia, setan tidak serta merta datang dan memerintahkan perbuatan keburukan atau melarang perbuatan kebaikan. Setan akan pelan-pelan dan bertahap dalam menyeret manusia untuk keluar dari jalan Alloh l. Setan akan merayu dan menggoda mereka. Inipun tergantung kekuatan iman seseorang. Semakin kuat iman seseorang, semakin licik setan menggodanya. Karena itu, cara setan itu sangat banyak dan beragam. Alloh l berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ

“Wahai orang-orang yang beriman, jangan kalian ikut langkah-langkah setan.” (QS. An-Nur: 21)

Imam Ibnu Katsir v menjelaskan bahwa makna “langkah-langkah” adalah jalan-jalan dan setiap maksiat adalah langkah setan.[1]

Belum lagi, setiap manusia memiliki qorin (teman) dari kalangan setan yang selalu menggodanya. Rosululloh n bersabda,

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنَ الْجِنِّ

“Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin.”[2]

 Imam An-Nawawi mengatakan, “Dalam hadits ini terdapat peringatan keras terhadap godaan jin qorin dan bisikannya. Nabi n memberi tahu bahwa dia bersama kita agar kita selalu waspada sebisa mungkin.[3]

Syaikh Ibnu Utsaimin v ditanya, “Apa itu qorin?” Beliau menjawab, “Qorin adalah setan yang ditugaskan untuk menyesatkan manusia dengan izin Alloh l. Dia bertugas memerintahkan kemungkaran dan mencegah yang ma’ruf. Sebagaimana yang Alloh l firmankan yang artinya,

 “Setan menjanjikan kefakiran untuk kalian dan memerintahkan kemungkaran. Sementara Alloh menjanjikan ampunan dan karunia dari-Nya. Alloh maha luas lagi maha mengetahui.” (QS. Al-Baqoroh: 268)

Akan tetapi, jika Alloh l memberikan karunia kepada hamba-Nya berupa hati yang baik, jujur, tunduk kepada Alloh l dan mengutamakan akhirat dari pada dunia, maka Alloh l akan menolongnya sehingga qorinnya tidak bisa mempengaruhiny dan  tidak mampu menyesatkannya.[4]

Berikut ini beberapa trik yang dilakukan setan untuk menyesatkan manusia:

Pertama: Menghiasi perbuatan buruk sehingga terlihat baik

Setan akan menghiasi perbuatan buruk sehingga tampak baik dan sebaliknya ia menjadikan perbuatan baik terlihat buruk. Kemaksiatan akan ditampakkan oleh setan sebagai sesuatu yang menyenangkan. Sementara perbuatan baik akan ditampakkan sebagai sesuatu yang memberatkan dan melelahkan. Pada saat subuh misalnya, setan akan menggoda dengan membisikkan dalam hati, “Badan masih lelah, teruslah tidur.”

Alloh l berfirman yang artinya,

 “Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Al-Hijr: 39)

Kedua: Menunda-nunda perbuatan baik

            Menunda-nunda kebaikan dan sekedar berangan-angan tanpa realisasi, adalah pangkal kebangkrutan. Ibnul Qoyyim v berkata,

إن المنى رأس أموال المفاليس

“Sesungguhnya angan-angan (tanpa realisasi) itu adalah modal bagi orang-orang yang bangkrut.”[5]

Ketiga: Meremehkan Perbutan Dosa dan Maksiat

Manusia adalah makhluk yang lalai. Tidak hanya lalai dari mengerjakan amal kebaikan, namun juga lalai terhadap dosa-dosa. Lebih memilukan lagi jika sudah mengentengkan maksiat yang diperbuat. Seolah-olah dengan sikapnya itu, ia aman dari adzab Alloh l di dunia maupun di akhirat. Anas a berkata,“Sesungguhnya kalian melakukan suatu amalan dan menyangka bahwa itu lebih tipis dari rambut. Namun kami menganggapnya di masa Nabi n sebagai sesuatu yang membinasakan.” [6]

Seorang yang beriman sangat takut akan sebuah dosa yang dia lakukan, adapun seorang yang sering melakukan dosa sangat meremehkan dosa yang dia lakukan.

Keempat: Menyulitkan Urusan Bertaubat

Setan akan merayu, “Taubat itu berat, membutuhkan istiqomah, dan istiqamah itu berat”, “Jika kamu bertaubat, kamu akan dimusuhi banyak orang”, “Jika kamu bertaubat, maka kamu akan kehilangan banyak teman”, dan “Taubat tidak ada artinya, karena orang-orang juga tidak mudah percaya kepadamu disebabkan masa lalumu yang kelam.” Demikian setan terus membisikkan dalam jiwa manusia.

Imam Ibnul Jauzi v berkata,“Betapa sering terbersit di hati seorang Yahudi atau Nashrani kecintaan terhadap Islam. Namun Iblis senantiasa mengahalang-halanginya dan membisikkan ke hati mereka, ‘Jangan terburu-buru (masuk) Islam, pikirkan dengan seksama dan matang’. Sehingga mereka menunda-nundanya hingga maut datang menjemputnya dan mereka mati di atas kekafirannya. Demikian juga yang terjadi pada pelaku maksiat agar menunda-nunda taubatnya, iblis membuat mereka terhalang dari taubat melalui jalan syahwat sehingga mereka menunda-nunda taubat dan kembali kepada Alloh.”[7]

Kelima: Menanamkan Sikap Pesimistis

            Jika seseorang ingin bertaubat, setan akan membisikkan dalam jiwanya, “Alloh tidak menerima taubatmu karena dosamu sangat banyak” atau “Bagaimana Alloh akan menerima taubatmu sementara kamu sudah melakukan dosa ini dan itu.”.

Namun Alloh menyangkal was-was tersebut sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya,

 “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Alloh. Sesungguhnya Alloh mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

 Keenam: Menyulut Kemarahan

            Salah satu senjata setan untuk membinasakan manusia adalah marah. Dengan cara ini, setan bisa dengan sangat mudah mengendalikan manusia. Karena marah, orang bisa dengan mudah mengucapkan kalimat kekafiran, menggugat takdir, ngomong jorok, mencaci habis, bahkan sampai kalimat cerai yang membubarkan rumah tangganya.

Oleh karena itu Rosululloh n berpesan dalam sabdanya,

لا تَغْضَبْ، وَلَكَ الْجَنَّةُ

“Janganlah kamu marah dan untukmu surga.”[8]

Ketujuh: Memberikan Khayalan dan Memperdaya

 Alloh l berfirman yang artinya:

 Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.” (QS. An-Nisa’:120)

Setan dengan menebarkan berbagai janji palsu, harapan-harapan tinggi dan tak-terjangkau, membuat manusia lupa terhadap berbagai realita kesehariannya yang ada di hadapannya. Demikian juga menyibukkan manusia dengan angan-angan yang tidak dapat dicapai. Jelas bahwa hasil dari perbuatan semacam ini adalah melupakan hari kiamat dan lalai dari mengingat Alloh l.

Kedelapan: Setan Mengajak Kepada Taklid (fanatisme) Buta

“Kiai-ku lebih pintar dari kamu!”, “Imamku-lah yang paling benar!”, ungkapan seperti ini sering kita dengar ketika ada nasehat disampaikan. Inilah penyakit taqlid  dan fanatisme golongan yang telah lama menjangkiti umat.

Berbagai kebid’ahan tumbuh dengan subur di atas ketaqlidan dan kebodohan yang ada di tengah-tengah kaum muslimin. Hal ini juga disebabkan adanya para dajjal (pembohong besar) dari berbagai golongan (sempalan) yang mengklaim dirinya pengikut imam-imam madzhab yang telah dikenal. Padahal pengakuan mereka tersebut adalah kedustaan belaka.

Kesembilan: Ghuluw (Bersikap Ekstrim) Dalam Beragama

            Ghuluw adalah Sikap yang berlebih-lebihan di dalam agama sehingga melampaui batas yang telah ditetapkan oleh syari’at baik yang berbentuk keyakinan maupun perbuatan.

Syaikh Utsaimin v mengatakan, “Ghuluw memiliki banyak macam. Di antaranya ghuluw dalam akidah, ghuluw dalam ibadah, ghuluw dalam muamalah (pergaulan), dan ghuluw di dalam adat. Contoh ghuluw dalam akidah adalah ghuluw ahli kalam (filsafat) yang mereka menyelami (ilmu tersebut) begitu dalamnya, sehingga terjatuh ke dalam kebinasaan yang pasti. Adapun ghuluw dalam ibadah (contohnya) seperti ghuluw Khawarij dan Mu’tazilah yang berpendapat (bahwa seseorang) keluar dari Islam apabila ibadahnya ternodai. Adapun ghuluw dalam muamalah contohnya mengharamkan perkara-perkara yang jelas halal dan melarang seseorang menambah lebih dari kewajiban-kewajibannya yang harus (dilaksanakan). Inilah bentuk ghuluw Sufi yang mengatakan bahwa barang siapa yang menyibukkan diri dengan dunia berarti bukan orang yang menginginkan akhirat. Mereka mengatakan, ‘Engkau tidak boleh membeli sesuatu lebih dari kebutuhanmu yang sangat.’ Adapun ghuluw dalam adat kebiasaan, contohnya engkau berpegang dengan sebuah adat kebiasaan yang menjadikan engkau terhalang untuk beralih kepada adat baru yang lebih baik dari adat semula, maka hal yang seperti ini adalah ghuluw yang terlarang.” [9]

Itulah beberapa trik syetan dalam menggoda dan menyesatkan manusia sehingga menjadi orang-orang yang merugi dan binasa. Hendaknya kita selalu waspada terhadap tipudaya syetan dan senantiasa berlindung kepada Alloh l dari kejahatannya. Wallohu a’lam Bish Showaab.

[1]  Tafsir Ibnu Katsir: 1/479.

[2]  HR. Muslim: no, 7286.

[3]  Syarah Shahih Muslim: 17/158.

[4]  Majmu’ Fatawa: 17/427.

[5]  Madarijus Salikin: 1/456.

[6]  HR. Bukhari: no, 6492.

[7]  Talbis Iblis: hal, 559.

[8]  HR. Thabrani dan dinyatakan shahih dalam kitab shahih At-Targhib no. 2749.

[9]  Al-Qaulul Mufid, 1/482, secara ringkas.

Oleh: Ust. Hizbul Majid

Referensi : Majalah Lentera Qalbu

baca juga artikel :

Tahukah Anda Apa Itu Islam?

Hinanya Hati Yang Keras

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.