Telah ku lakukan banyak hal namun aku tidak melihatnya di sini

Telah ku lakukan banyak hal namun aku tidak melihatnya di sini

Telah ku lakukan banyak hal namun aku tidak melihatnya di sini[1]

Telah diriwayatkan dari Abu Dzar radhiallahu anhu, ia berkata: “Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنِّي لَأَعْلَمُ آخِرَ أَهْلِ الجَنَّةِ دُخُوْلاً الجَنَّةَ ، وَآخِرَ أَهْلِ النَّارِ خُرُوْجًا مِنْهَا : رَجُلٌ يُؤْتَى بِهِ يَوْمَ القِيَامَةِ ، فَيُقَالُ : اِعْرِضُوا عَلَيْهِ صِغَارُ ذُنُوْبِهِ ، وَارْفَعُوْا عَنْهُ كِبَارَهَا ، فَيُعْرَضُ عَلَيْهِ صِغَارُهَا ، فَيُقَالُ لَهُ : عَمِلْتَ يَوْمَ كَذَا وَكَذَا ، كَذَا وَكَذَا ، وَعَمِلْتَ يَوْمَ كَذَا وَكَذَا ، كَذَا وَكَذَا ؟ فَيَقُوْلُ : نَعَمْ. لاَ يَسْتَطِيْعُ أَنْ يُنْكِرَ ، وَهُوَ مُشْفِقٌ مِنْ كِبَارِ ذُنُوْبِهِ أَنْ تُعْرَضَ عَلَيْهِ ، فَيُقَالُ لَهُ : فَإِنَّ لَكَ مَكَانَ كُلِّ سَيِّئَةٍ حسنةٌ ، فَيَقُوْلُ : رَبِّ ، قَدْ عَمِلْتُ أَشْيَاءَ لاَ أَرَاهَا هَاهُنَا ، قَالَ : فَلَقَدْ رَأَيْتُ رسولَ الله -صلى الله عليه وسلم- ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ

“Sungguh, aku mengetahui akhir penduduk surga yang masuk surga, dan akhir penduduk neraka yang keluar darinya. Yaitu seorang laki-laki yang di datangkan pada Hari Kiamat, lalu dikatakan: “Tunjukkan kepadanya dosa-dosanya yang kecil, dan angkatlah darinya dosa-dosanya yang besar.” Maka ditampakkanlah kepadanya dosa-dosanya yang kecil, seraya dikatakan: “Engkau pada hari ini dan ini telah melakukan ini dan ini. Dan pada hari ini dan ini telah melakukan ini dan ini?” Maka orang tersebut berkata: “Ya.” Ia tidak mampu mengingkari hal tersebut, dan ia khawatir dosa-dosanya yang besar ditampakkan kepadanya. Lalu dikatakan kepadanya: “Sesungguhnya keburukanmu telah digantikan dengan kebaikan.” Orang tersebut berkata: “Ya Alloh, aku telah melakukan banyak hal namun aku tidak melihatnya di sini (di catatan amal kejelekan).” Abu Dzar berkata: “Sungguh aku telah melihat Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa hingga terlihat gigi-gigi geraham beliau.[2]

Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan kepada kita dalam hadits tersebut sebagian perkara yang telah Alloh beritahukan kepadanya. Alloh telah memberitahukan mengenai kisah seorang laki-laki yang dimasukkan neraka karena banyak dosa. Kemudian ia dikeluarkan dari neraka karena tauhidnya. Ia adalah orang terakhir yang memasuki surga dan yang terakhir keluar dari neraka. Alloh meminta kepada para Malaikat agar menampakkan kepadanya dosa-dosa kecilnya dan menyembunyikan dosa-dosa besarnya. Malaikat yang diberi tugas bertanya kepadanya: “Bukankah pada hari ini engkau melakukan perbuatan demikian, dan pada hari ini engkau melakukan perbuatan demikian?” Orang tersebut mengakui setiap pertanyaan yang diajukan dan merasa takut jika ditampakkan kepadanya dosa-dosa besarnya.

Akan tetapi di saat dikatakan kepadanya: “Sesungguhnya setiap keburukanmu diganti dengan kebaikan,” maka keadaannya berubah, ia segera mengakui dosa-dosa besarnya agar mendapatkan ganti kebaikan sesuai dengan kadar dosanya. Maka iapun berkata: “Ya Alloh, saya telah melakukan berbagai hal dan tidak saya lihat di sini.”

Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa hingga nampak gigi-gigi geraham beliau, beliau kagum karena di saat orang tersebut takut ditampakkan dosa-dosa besarnya lalu tiba-tiba ia bertanya mengenai dosa-dosa tersebut, kenapa ia tidak melihat dosa-dosa tersebut tertulis dalam catatan amal perbuatannya? Maka Maha Suci Alloh yang sangat luas rahmat-Nya meliputi segala sesuatu.

Pelajaran-pelajaran yang bisa diambil dari hadits tersebut:

  1. Para pelaku dosa besar yang bertauhid tidak kekal dalam neraka, melainkan mereka akan dikeluarkan darinya dengan rahmat Alloh, serta syafa`at para pemberi syafa`at.
  2. Luasnya rahmat Alloh bagi para hamba-Nya dengan mengampuni dosa-dosa mereka dan menggantikannya dengan berbagai kebaikan pada saat itu. Jika dikatakan: “Bukankah orang-orang yang dosanya banyak ketika diganti dosa-dosa tersebut dengan kebaikan akan melebihi kebaikan orang-orang yang sedikit keburukannya?” Maka jawabnya adalah bahwa satu keburukan bagi mereka menjadi satu kebaikan. Berbeda dengan orang-orang yang buat amal sholih, maka satu kebaikan mereka akan dilipatkan menjadi sepuluh kalinya hingga tujuh puluh kali bahkan hingga tujuh ratu kali lipatnya dan lebih dari itu. Maka bagaimana mereka bisa dikalahkan?”
  3. Tidak mengapa seseorang tertawa di saat merasa kagum sebagaimana Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa mengetahui kondisi orang dalam kisah ini dan beliau merasa kagum. Akan tetapi tertawa Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya hanya sebuah senyuman.

 

[1] Disarikan dari Qoshoshul Ghoib fî Shohîhil Haditsi An-Nabawi, karya Syaikh Sulaiman Al-Asyqor.

[2] HR. Muslim dalam Shohihnya di Kitab Al-Îmân bab. Adnâ ahlil Jannati Manzilatan no. 190, Tirmidzi di Kitab Shifati Jahannam, bab. Mâ Dzukiro man Yakhruju Minan Nâri min Ahli At-Tauhîdi, no. 2596).

Sumber : Majalah Lentera Qolbu Tahun Ke-2 Edisi Ke-6

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*