NABI NUH ALAIHISSALAM DAN KAUMNYA

KAUM

NABI NUH ALAIHISSALAM DAN KAUMNYA

 

قال يقوم إنّى لكم نذير مبين. أن اعبدواالله واتّقوه وأطيعون.

Nuh berkata : “Hai kaumku, sesugguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, (yaitu) sembahlah Allah bertaqwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku,(QS.Nuh/71:1-3)

Kisah yang telah Allah ceritakan kepada Nabi Muhammad tentang nabi Nuh dan kaumnya merupakan bagian dari berita ghaib dimasa lalu yang Allah wahyukan kepada beliau, dimana rasulullah dan kaumnya tidak mengetahuinya sebelum penjelasan ini. Kisah ini mengajarkan agar beliau bersabar terhadap tindakan kaumnya yang mendustakan dan menyakiti beliau sebagaimana para nabi terdahulu bersabar. Sungguh akhir yang baik didunia dan akhirat itu bagi orang-orang bertaqwa yang takut kepada Allah

Allah Berfrman :

تلك من أنباءِالغيب نوحيها إليك ماكنت تعلمهاأنت ولاقومك من قبل هذا فاصبر إنّ العقبة للمتّقين

Itu adalah diantara berita berita penting tentang yang ghaib yang kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. Hud/11:49)

Dan Allah memerintahkan untuk membacakan berita ini kepada kaumnya

Allah berfirman:

واتل عليهم نبأ نوحٍ إذ قل لقومه يقوم إن كان كبر عليكم مّقامى وتذكيرى بئايت الله توكّلت

Dan bacakan kepada mereka berita penting tentang Nuh di waktu dia berkata kepada kaumnya :

“ Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal bersamaku dan peringatanku kepadamu dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah-lah aku bertawakkal. (QS. Yunus/12:71)

NUH ADALAH RASUL PERTAMA

Nuh adalah seorang rasul utusan Allah beliau adalah rasul pertama Allah menyebutnya dengan Abdan Syakura (hamba yang banyak bersyukur. Allah Memujinya dalam Firman-Nya:

 ذرّيّة من حملنا مع نوحٍ إنّه، كان عبدًا شكورًا

(yaitu anak cucu dari orang-orang yang kami bawa Bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba Allah yang sangat bersyukur.(QS. Al-Isra’/17:3)

AWAL MULANYA TERJADI KESYIRIKAN

Awalnya manusia berpegang teguh pada Agama Nabi Adam, mereka beribadah hanya kepada Allah dan tidak mensekutukan-Nya dengan sesuatupun, kemudian syaithon datang menggoda manusia dan menghiasi dengan kemaksiatan bagi manusia. Dia mengajak manusia untuk menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal dan memerintahkan mereka untuk menyekutukan Allah.

Allah berfirman :

وقالواْ لاتذرنّ ءالهتكم ولاتذرنّ ودًّا ولا سواعًا ولا يغوث ويعوق ونسرًا

Dan mereka berkata : “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan penyembahan tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan penyembahan wadd, dan jangan pula suwwa; yaghuts, Ya’ud dan Nasr”. (QS.Nuh/71:23)

Ibnu Abbas berkata tentang ayat diatas “ini adalah nama orang-orang sholeh dari kaum nabi nuh, ketika mereka meninggal syaithon membisikkan kepada kaum mereka untuk membuatkan patung ditempat mereka berkumpul dan menanamkan patung-patung itu dengan nama-nama mereka, maka merekapun melakukannya, dan pada waktu itu patung itu belum disembah,sehingga ketika mereka generasi pembuat patung itu meninggal dunia dan hilang ilmu ditengah kaum nuh patung-patung itupun kemudian disembah”.

CARA NABI NUH MENDAKWAHI KAUMNYA

  1. Nabi nuh mengabarkan kepada kaumnya bahwa dia adalah utusan Allah yang menyampaikan risalah rabbnya dan menasehati mereka.

Sebagaimana Allah berfirman :

أُ بلّغكم رسلت ربّى وأنصح لكم وأعلم من الله مالا تعلمون

“Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat rabbku dan aku memberi nasehat kepadamu. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui”.(QS. Al-A’raf/7:62)

 

  1. Nabi Nuh tidak meminta harta atau perkara dunia dalam dakwahnya

Allah berfirman :

وما أسئاكم عليه من أجرٍ إن أجرى إلاّ على الله وما أناْ بطارد الّذين ءامنواْ إنّهم ملقواْ ربّهم

“Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam. Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku”.(QS. Asy-Syu’ara/26:109-110)

  1. Nabi nuh tidak mengiming-imingi harta dan janji lainnya bagi yang mau mengikuti dan menerima dakwahnya.

Sesungguhnya Nabi Nuh menyeru kepada kebahagiaan dunia dan akhirat yaitu dengan cara beribadah hanya kepada Allah saja dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun.

Allah Berfirman :

ولا أقول لكم عندى خزاءِن الله ولا أعلم الغيب ولا أقول إنّى ملك ولا أقول للّذين تزدرى أعينكم لن يؤتيهم الله خيرًا الله أعلم بمافى إ نفسهم إنّى إذًا لّمن الظلمين

“Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa) aku mempunyai Gudang-gudang rezeki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib dan tidak pula aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu : “sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka”.Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka.”Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, kalua begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.(QS. Hud/11;31)

  1. Mengingatkan mereka untuk bertaqwa kepada Allah

Nabi Nuh mengingatkan kaumnya agar mereka bertaqwa kepada Allah yaitu dengan memakai dua cara.

Cara pertama menawarkan agar mereka bertaqwa. Sebagaimana Allah berfirman :

إذ قال لهم أخوهم نوحٌ ألا تتّقون

Ketika saudara mereka (nuh) berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak bertaqwa? (QS.Asy-Syu’ara/26:106).

Dan dengan cara memerintahkan mereka untuk bertaqwa; dan Allah Berfirman :

فاتقواالله وأطيعون

Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku”.(QS.Asy-Syu’ara/26:110)

  1. Memotivasi kaumnya untuk beriman

Dan Allah berfirman :

فقلت استغفرواْ ربّكم إنّه، كان غفّارًا. يرسل السّماء علكم مّدرارًا. ويمددكم بأمولٍ وبنين ويجعل لّكم جنّتٍ ويجعل لّكم أنهرًا.

Maka aku katakana kepada mereka :’Mohonlah ampun kepada Robbmu,-sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai. (QS. Nuh/71:10-12)

  1. Mengingatkan kaumnya akan ancaman dan siksaan Allah

Dan Allah berfirman :

أن لاَّ تعبدواْ إلاّ الله إنّى أخاف عليكم عذاب يومٍ أليمٍ

Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang sangat menyedihkan. (QS.Hud/11:26)

  1. Menyebutkan kenikmaatan yang telah Allah berikan kepada mereka.

Nabi Nuh mengingatkan kenikmatan Allah yang menunjukkan akan keesaan-Nya agar mereka bertaubat dari kesyirikan dan sadar dari kelalaian mereka.

Allah berfirman :

ألم ترواْ كيف خلق الله سبع سموتٍ طباقًا . وجعل القمر فهنّ نورًا وجعل الشمس سراجًا . والله أنبتكم مّن الارض نباتًا . ثمّ يعيدكم فيها ويخرجكم إخراجًا . والله جعل لكم الارض بساطًا . لتسلكواْ منها سبلًا فجاجًا .

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita? Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya, kemudian dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu dari padanya pada hari kiamat dengan sebenar-benarnya.dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas dibumi itu.(QS.Nuh/71:15-20)

  1. Berdakwah siang dan malam, baik dengan diam-diam atau terang-terangan tanpa Lelah dan bosan

Dan Allah berfirman :

قال ربّ إنّى دعوت قومى ليلًا ونهارًا . فلم يزدهم دعاءِى إلا فرارًا . وإنّى كلّما دعوتهم لتغفرلهم جعلواْ أصبعهم فى ءَاذا نهم واستغشواْ ثيابهم وأصرّواْ وستكبروا استكبارًا . ثمّ إنّى دعوتهم جهارًا . ثمّ إنّى أعلنت لهم وأسررت لهم إسرارًا .

Nuh berkata : “Ya Robbku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari dari kebenaran dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka kepada iman agar engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka kedalam telinganya dan menutupkan bajunya kemukanya dan mereka tetap mengingkari dan menyombongkan diri dengan sangat. Kemudian sesungguhya aku telah menyeru mereka kepada iman dengan cara terang-terangan, kemudian sesungguhnya aku menyeru mereka lagi dengan terang-terangan dan dengan diam-diam. (QS.Nuh/71:5-9)

SUMBER MAJALAH ASSUNNAH EDISI 12 HAL.11

DIRINGKAS OLEH : EDI SUSANTO (Pegawai Ponpes Darul Qur’an wal-Hadits, Martapura 23 Agustus 2019)

Baca juga artikel :

Jihad Melawan Syaithan

Syaikh Bin Baz Dan Sepasang Sandal

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.