MENJEMPUT JODOH

menjemput-jodoh

Menjemput jodoh, setiap manusia yang hidup di dunia ini, tentu menginginkan pasangan dalam hidupnya. Dalam Islam, pasal jodoh, rezeki dan kematian sudah ditetapkan Allah سبحان وتعالى.

Jodoh adalah ketentuan dari Allah سبحان وتعالى, bagaikan ajal yang tak dapat ditunda ataupun dipercepat. Bila ia datang, tiada yang dapat menghalangi. Dan jika ia belum ditakdirkan untuk datang, siapapun tak kuasa untuk mensegerakannya.

Sebagai seorang muslim, tentunya sudah mengetahui bahkan telah ditanamkan di dalam keyakinan bahwasannya menjalankan pernikahan adalah suatu ibadah. Maka untuk menyambut jodoh datang yaitu menjalankan pernikahan maka adanya sesuatu yang harus dipersiapkan sebagai bekal agar tidak terjerumus dalam kubangan dosa.

SYUKURKU UNTUKMU YA RABB

Sebuah penantian yang cukup panjang dan berbuah manis kini jodohku sudah datang. Aku yakin ini adalah karunia Allah Ta’ala bagi siapa saja yang DIA kehendaki. Karena keyakinanku bahwa Dialah Allah yang Maha membuka pintu-pintu kebahagiaan, telah member jalan keluar terhadap kesedihan.

قل يجمع بيننا ربنا ثم يفتح بيننا بالحق وهو الفتاح العليم

Katakanlah : “Rabb kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia member keputusan antara kita dengan benar. Dan Dialah Maha pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui.”(QS Saba’ {34}: 26).

Tidak ada kata yang pantas terucap atas nikmat ini selain ucapan Alhamdulillah,  Syukur atas Rabb semesta alam.

وما بكم من نعمة فمن الله ثم إذا مسكم الضر فإ ليه تجئرون

Dan siapa saja nikmat yang ada pada kamu,  maka dari Allah-lah (datangnya ),  dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepadaNya-lah  kamu meminta pertolongan. (QS an-Nahl [16]: 53)

Semoga jodoh yang datang  ini adalah pilihan terbaik darimu, ya Rabb, karena manusia hanya bisa berdoa dan ikhtiar meminta yang terbaik.

Imam Ibnu Qudamah menjelaskan “Syukur adalah dengan hati,  lisan dan anggota badan”. Syukur dengan hati maksudnya dengan meniaatkan untuk kebaikan,  dengan lisan yakni menampakkan tanda syukur dengan ucapan tahmid (Alhamdulillah),  dengan anggota badan yaitu dngan menggunakan nikmat tersebut dalam ketaaatan kepada Allah serta tidak digunakan untuk berbuat maksiat  kepada-Nya.

BAGAIMANA AKU MEMULAI

Wahai saudaraku muslim dan muslimah yang dirahmati Allah islam adalah agama yang komplet telah mengatur bagaimana caranya proses bertemu jodoh ini membawa berkah,   yaitu :

  • Ta’aruf

Ta’aruf adalah proses untuk saling mengenal antara dua insan yang berlainan jenis yang sudah berazam untuk menikah. Sifat,  karakter,  dan kepribadian yang belum dikenal akan jelas setelah ta’aruf. Dalam ta’aruf ada etika yang harus diperhatikan ; tidak boleh berdua-duaan,  harus dengan mahram. Ta’aruf ini bukan pacaran, karena  dalam  ta’aruf  tidak ada jalan berdua,  tidak saling chat video,  tidak boleh menyentuhnya,  dan lain-lain. Hanyalah  ta’aruf ini sekedar saling tukar informasi tentang calon suami maupun istri,  tidak lebih.

  • Nazhar

Ketika sudah ta’aruf,  maka agar lebih mantap melangkah,  ada prose nazhar,  yaitu masing-masing yang akan menikah akan melihat calon pasangannya. Dalil-dalil yang menganjurkan nazhar yaitu:

  1. Diriwayatkan dari sahabat al-Mughirah akan meminang seorang wanita,  maka Rosululloh  berkata kepadanya :

انْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا

“Lihatlah calon istrimu karena hal itu akan melanggengkan hubungan kalian !”

(HR Tirmizi : 1087)

  1. Suatu hari ada seorang laki-laki yang datang memberi tahu Rosululloh bahwa dirinya akan menikahi  seorang wanita Anshar. Lalu Nabi  berkata kepadanya, “Apakah engkau sudah melihatnya?”Laki-laki itu menjawab,  “Belum”. Maka Nabi bersabda :

فَاذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّ فِي أَعْيُنِ الأَنْصَارِ شَيْئًا

“Pergi dan lihatlah,   karena sesungguhnya pada mata kaum Anshar ada sesuatu.”

(HR Muslim : 1427)

Imam an-Nawawi berkata : “ Didalam hadits ini ada anjuran untuk melihat wajah calon yang akan dinikahi,  inilah madzab kami,  madzab abu Hanifah,  madzab Malik dan  seluruh kuffiyah ( ulama dari kufah),  Ahmad dan Jumhur ulama.Imam Al Qadhi menceritakan ada sekelompok orang yang membencinya,  ini adalah kesalahan yang menyelisihi hadits ini.

Jadi jalan mulia sebelum menikah dengan cara Ta’aruf sesuai syar’I dan nazhar, bukan pacaran yang tujuannya hanya melampiaskan kepuasan shahwat.

  • Lamaran

Ketika proses nazhar telah selesai,  masing-masing calon suami dan istri merasa cocok maka melangkah ke proses selanjutnya yaitu : khithbah  atau biasa disebut lamaran. Lamaran adalah seorang calon suami datang kerumah calon istri menemui orang tuanya,  meminta,  dan melamar calon istri yang dimaksud. Ada beberapa perkara yang perlu diperhatikandalam lamaran:

  1. Pilihlah calon pendamping yang sholih dan bertaqwa.

Sebab,  seorang lelaki yang sholih,  jika dia mencintai istrinya maka dia akan memuliakannya,  dan jika benci maka  dia tidak akan menghinanya. Rosululloh bersabda :

إِذَا خَاءَكُم مَن تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنكِحُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ

“Apabila datang  kepadamu seorang yang engkau ridhai (sukai) agama dan akhlaknya,  maka nikahikanlah dia. Jika kalian tidak melakukannya makaakan terjadi fithnah dan kerusakan dim aka bumi. ”(HR Tirmizi : 1085)

  1. Jangan memberatkan dengan mahar yang mahal.

Sebab,  Rasulullah bersabda :

مِنْ يُمْنِ الْمَرْأةِ تَسْهِيْلُ أَمْرِهَا وَقِلَّةُ صَدَاقِهَا

“Termasuk kebaikan  dan keberkahan wanita adalah mudah dalam urusanya dan ringankan dalam mahanya. ”(HR al-Hakim : 2/181)

  1. Mintalah pendapat

Yaitu hendaknya seorang  wali meminta  pendapat putrinya yang dilamar,  tidak boleh  memaksa. Apabila seorang wanita menikah karena terpaksa maka walinya berdosa.

Ketika ada seorang gadis mengadu kepada ummahatumu’minin Aisyah,  Dia berkata; ”Sesungguhnya bapak saya telah menikahkan saya dengan anak saudaranya agar terangkat kejelekanya dengan menikahi saya,  sedangkan saya tidak senang.”Aisyah berkata “ Duduklah,  sampai datang Rosululloh!”. Kemudian Rosululloh datang maka Aisyah pun mengabarkan perihal gadis tersebut. Lalu Rosululloh meminta bapaknya datang dan akhirnya mengembalikan keputusan kepada anaknya tersebut. Gadis itu berkata,  Wahai Rasululloh,  saya menerima apa yang diperbuat oleh bapak saya,  tapi saya hanya ingin tahu,  Apakah seorang boleh campur tangan dalam urusanya ?!” (HR An-Nasai : 3269)

  1. Jangan menerima lamaran lebih dari satu

Jika seorang wanita telah  didatangi oleh calon suami yang ingin melamar maka cukupkanlah dengan lamaran ini!. Tidak boleh menerima lamaran dan pinangan dari laki-laki yang lain.

لَا يَخْطُبُ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ

“Janganlah seorang laki-laki melamar diatas lamaran saudaranya”(HR Bukhori 2033, Muslim : 1408)

Imam muslim berkata “Bab haramnya melamar di atas lamaran saudaranya hingga saudaranya itu mengizinkan atau tidak jadi”.

BERKAH-MU YANG AKU HARAPKAN

Setelah selesai dari proses lamaran,  maka bersyukurlah kepada Allah dan mintalah kemudahan kepada Nya agar pernikahan yang telah dirancang berjalan dengan lancar. Dalam do’a Rosululloh untuk kedua mempelai adalah

بَارَ كَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيكَ وَجَمَعَ بَينَكُمَا فِي خَيرِ

“Semoga Allah memberkahi engkau dan memberkahi atas engkau dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR Abu Dawud: 213)

Keberkahan yang  Allah berikan kepada seorang hamba tidak terbatas,  karena Dia –lah  Alloh yang Maha Memberi Keberkahan.

فتبارك الله أحسن الخلقين

Maka Maha Sucilah Allah,  pencipta yang paling baik. (QS ai Mu’minun (23) : 4)

Berkah merupakan sifat dan perbuatan-Nya. Dialah Allah yang bisa menjadikan siapa saja diberkahi dan apa saja yang diberkahi. Tiada seorang pun yang bisa melakukan ini kecuali Allah. Jadi apa yang Allah jagikan berkah maka hal itu diberkahi.

Semoga pernikahan ini akan membawa kebaikan yang banyak,  ketentraman jiwa, rasa kasih sayang yang diberkahi.

REFERENSI:

Ringkas Dari Sumber MAJALAH ALFURQON,  Edisi 169,  Vol.10 Tahun ke-15, Jumada Ula 1437

Baca juga artikel berikut:

TIGA SUMBER SEGALA AKHLAQ MULIA

ANAK YATIM YANG TERLANTAR

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.