Mengingat Kematian

MENGINGAT KEMATIAN

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ :

( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ) ،

( يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ) ،

( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ).

أمَّا بَعْدُ : فَإنَّ أصْدَقَ الحَدِيثِ كتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الهَدْي هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم، وَشَرَّ الأمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٍ، وكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٍ .

Jama’ah Jum’at – Rohimakumulloh !

Ketahuilah sesungguhnya mengingat kematian adalah salah satu obat yang paling bermanfaat bagi hati dan suatu sebab yang akan menghidupkan dan memperbaiki hati. Kemudian hati apabila telah baik, maka seluruh perbuatan anggota badanya pun akan turut menjadi baik. Oleh karena itu, dahulu Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wassalam berwasiat kepada ummatnya supaya banyak mengingat kematian. Beliau bersabda:

أَكْثَرُوا ذَكَرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ

“Banyak-banyaklah kalian mengingat kematian”. (HR Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah dengan derajat hasan shohih)

Orang-orang salaf dahulu telah memahami wasiat Nabi ini. Mereka menjadikan kematian di depan pandangan mereka sehingga pendeklah angan-angan mereka dan baiklah hati-hati mereka. Lihatlah Robi’ bin Khotsaim seorang imam yang dikenal dengan keshoihan, keilmuan, dan kezuhudannya, ia berkata:

لَوْ غَفَلَ قَلْبِيْ عَنْ ذِكْرِ الْمَوْتِ سَاعَةً وَاحِدَةً لَفَسَدَ قَلْبِيْ

“Andaikata hatiku lalai dari mengingat kematian sesaat saja, maka sungguh hatiku akan rusak”

Jama’ah Jum’at – Rohimakumulloh !

Sesungguhnya kematian adalah suatu kepastian yang akan terjadi, tidak bisa ditahan dengan benteng, tidak bisa dihalangi dengan pagar, dan tidak bisa dikunci di luar pintu. Alloh Tabaraka Wata’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. (QS. Ali Imron:185)

Dan Alloh Tabaraka Wata’ala berfirman:

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh (QS. An-Nisâ:78)

Dan perlu diketahui bahwa datangnya kematian tanpa pemberitahuan, tetapi ia datang dengan secara tiba-tiba. Dan apabila kematian telah datang maka tidak bisa diakhirkan atau diajukan. Alloh berfirman:

فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ

Maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. (QS. Al-A’râf:34)

 

Juga perlu disadari bahwa setiap hari berlalu dari waktu hidup kita, berarti telah mendekatkan kita kepada ajal kita dan perjumpaan kita dengan Robb-kita karena barang siapa yang siang dan malam menjadi kendaraannya, maka ia akan tetap dijalankan meskipun ia tidak berjalan.

Oleh karena itu semua, kita wajib untuk selalu bersiap-siap menghadapi kematian dengan menyiapkan bekal-bekal yang berupa keimanan dan amal-amal kebaikan sehingga kita selamat dalam menempuh pejalanan menuju perjumpaan dengan Robb semesta alam.

Jama’ah Jum’at – Rohimakumulloh !

Marilah kita memperbanyak mengingat kematian dan kehidupan setelah kematian karena dengan mengingat kematian dan kehidupan setelah kematian akan menyadarkan kita dari kelalaian, mendorong kita untuk melakuan kebaikan dan menjauhkan kita dari keburukan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

[ KHUTBAH KEDUA ]

اَلْحَمْدُ للهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ اهْتَدَى بِهُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ:

Jama’ah Jum’at – Rohimakumulloh !

Sesungguhnya kami ketika mengajak diri kami dan manusia untuk banyak mengingat kematian, bukanlah hal itu disebabkan karena putus asa dari kehidupan, tetapi itu adalah peringatan tentang sesuatu yang pasti akan terjadi pada setiap orang sedangkan kebanyakan mereka melalaikannya. Padahal kematian apabila sudah datang akan melupakan segala kelezatan dan kenikmatan dunia.

أَفَرَأَيْتَ إِنْ مَتَّعْنَاهُمْ سِنِينَ ثُمَّ جَاءَهُمْ مَا كَانُوا يُوعَدُونَ مَا أَغْنَى عَنْهُمْ مَا كَانُوا يُمَتَّعُونَ

Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya. (QS. Asy-Syuarâ:205-207)

Sebagian orang salaf membaca ayat-ayat ini lalu menangis dan berkata,” Apabila datang kematian, maka tidak ada gunanya segala kelezatan dan kenikmatan”. Oleh karena itu kita dapatkan orang-orang salaf saling memberi wasiat dengan banyak mengingat kematian, padahal mereka adalah orang-orang yang memakmurkan dunia di timur dan di barat serta memimpin dunia dengan ketaatan kepada Alloh Tabaraka Wata’ala.

Semoga Alloh l memberikan keridhoan dan rahmat kepada mereka dan menjadikan kita orang-orang yang meneladani mereka dan mengikuti jajak mereka. Dan marilah kita ucapkan sholawat dan salam untuk Nabi Muhammad sebagaimana yang diperintahkan Alloh Tabaraka Wata’ala di dalam firman-Nya:

( إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً)

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ .

اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ .

اَللَّهُمَّ أَيْقِظْنَا مِنْ سُبَاتِ الْغَفَلَاتِ قَبْلَ الْمَمَاتِ، اَللَّهُمَّ كَمَا هَدَيْتَنَا لِلْإِسْلَامِ فَثَبِّتْنَا عَلَيْهِ حَتَّى نَلْقَاكَ .

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ ،

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار ،

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

 

Sumber: Majalah Lentera Qolbu Edisi 05 Tahun 04

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.