KEMULIAAN HIJAB

Segala puji bagi Allah ,جل جلالهsalawat dan salam bagi Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya, Amma ba’du:

Sungguh keutamaan hijab sangatlah banyak, keistimewaannya agung nan mulia baik bagi individu maupun masyarakat. Hijab itu menjadikan seorang wanita berkedudukan tinggi, mulia, dihormati, terpuji, dan menjadikannya sebagai seorang yang diteladani, sebagai figur yang baik, mutiara yang berharga, berlian yang bernilai tersembunyi lagi terjaga dari gangguan orang-orang yang kurang ajar, serta aman dari tipuan para perusak. Karena sebab itu dan lainnya dari hikmah yang mulia Allah جل جلالهmewajibkan mengenakan hijab, dan dengan hijab Allah memuliakan ibu kaum mukminin,putri Nabi al-Amin, serta para wanita yang beriman lagi yakin, Allah جل جلالهberfirman :

يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Wahai Nabi katakan kepada istri-istri-mu, putri-putri-mudan para wanita yang beriman agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.(QS. Al-Ahzab:59)

Keutamaan, manfaat dan keistimewaan hijab tentu tidak akan cukup pada selebaran ini, akan tetapi saya dalam kesempatan yang ringkas ini kami akan mengingatkan wanita muslimah dengan suatu kemulian yang Allah anugrahkan kepadanya, yaitu kenikmatan hijab syar’i, yang menunjukkan akan harus dan pentinggnya hal itu. Dalam rangka menyebut nikmat Allah جل جلالهkami katakan -wabillahi taufiq-:


1- Hijab berdasarkan syariat sesuai dengan fitrah yang suci,

Allah telah menjadikan menutup aurat sebagai fitrah/kesucian hamba, olehnya itu tatkala ayah dan ibu kita Adam dan Hawa ‘alaihimas salam memakan buah dari pohon khuld, sehingga tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, keduanya pun bersegera untuk menutupinya, Allah جل جلالهberfirman:


فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ

Tatkala keduanya telah merasa buah khuld itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, mulailah keduanya menutupinya dengan dedaunan surga. Kemudian Rabb keduanya menyeru mereka “bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon itu” dan Aku juga katakan kepada kamu berdua “sesungguhnya syaitan itu adalah musuh nyata bagi kamu berdua?” (QS. Al-A’Raf : 22)


Maka kesungguhan jiwa yang baik untuk menutup
aurat adalah merupakan ayat-ayat Allah dan dari perkara yang Allah جل جلالهperintahkan kepada hamba-Nya, Allah جل جلاله berfirman:

يَابَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Wahai anak Adam, sungguh kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan, dan pakaian takwa itulah yang paling baik, yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah agar mereka selalu ingat”. (QS. Al-A’raf : 26)


Dan menganggap remeh Hijab Syar’i, menampakkan
serta tidak menjaga aurat bertentangan dengan fitrah yang suci, melainkan dari prilaku jiwa yang keji, Allah جل جلاله berfirman:

يَابَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ


“Wahai anak Adam janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua Ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan kepada keduanya aurat mereka”.(QS. Al-A’raf : 27)


2- Hijab Syar’i adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya,

Allah جل جلالهberfirman:

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah masukkan kedalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya, dan itulah kemenangan yang besar”.(QS. An-nisa’ 13)

Allah جل جلالهberfirman:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

Barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya, takut dan bertakwa kepada Allah, maka mereka adalah
orang-orang yang mendapatkan kemenangan”.(QS. AnNuur :52)

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh ia telah mendapat kemenangan yang besar”.(QS. Al-Ahzab : 71)

Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan masukkan kedalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, dan barang siapa yang berpaling niscaya Allah akan menyiksanya dengan siksa yang pedih”.(QS. Al-Fath : 17)

Menganggap sepeleh hijab syar’i merupakan kemaksiatan kepada Allah dan Rasullah-Nya, Allah جل جلاله berfirman:

Dan tidaklah patut bagi laki-laki mukmin dan juga perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan(yang lain) tentang urusan mereka, dan barang siapa yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya maka sungguh ia telah sesat dengan kesesatan yang nyata”.(QS. Al-Ahzab : 36)


3- Hijab Syar’i adalah bukti yang menjukkan kesempurnaan iman dan takwa dan merupakan sifat wanita yang beriman lagi bertakwa,

Allah جل جلالهberfirman:

Wahai Nabi katakan kepada istri-istri-mu, putri-putri-mu dan para wanita yang beriman agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka keseluruh tubuh mereka(QS. AlAhzab : 59)

Menyepelehkan hijab syar’i adalah tanda lemahnya dan tidak sempurnanya iman, bahkan merupakan sifat jahiliyyah, Allah جل جلالهberfirman:
“dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu”(QS. al-Ahzab : 33)


4- Hijab Syar’i merupakan tanda kehormatan, kesopanan dan sifat malu,

Dan menyepelehkan hijab syar’i adalah kurangnya rasa malu dan sebab munculnya kecurigaan padanya, dalam “shahih al-Bukhari” 6120 dari Abu Mas’ud Al-Badri berkata, Nabi صلى الله عليه وسلمbersabda:

Diantara ucapan kenabian yang didapati oleh manusia adalah “bila kamu tidak punya rasa malu lakukanlah apa mau-mu”


5- Hijab Syar’i merupakan kesucian hati,

Allah جل جلاله berfirman:
“Apabila kamu meminta suatu keperluan kepada mereka (istri-istri Nabi) maka mintalah dari belakang tabir, cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka”.(QS. al-Ahzab 53)

Menyepelehkan hijab syar’i merupakan hal yang menghalangi kesucian yang sempurna, bahkan merupakan sebab yang merusak hati .


6- Hijab Syar’i merupakan benteng yang kokoh bagi wanita dari gangguan orang-orang yang kurang ajar, sekaligus pemutus nafsu orang yang berpenyakit hatinya,

Allah جل جلالهberfirman:
“Hal itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak di ganggu”.(QS. al-Ahzab 59)

Dari sini kita dapatkan bahwa sebab terbesar yang akan melindungi wanita adalah wajib hijab, dan menyepelehkan hijab syar’i merupakan suatu yang menghalangi wanita mendapatkan benteng yang kokoh dan keselamatan agung tersebut,

Allah جل جلالهberfirman:
“Maka janganlah kamu melembutkan(suara) dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang berpenyakit hatinya”.(QS. al-Ahzab 32)


Apabila orang-orang yang kurang ajar itu bernafsu
kepada seorang wanita karena hanya sekedar mendengar suaranya yang lembut, maka bagaimanakah kiranya bila ia melihat wanita itu dalam keadaan berhias dan tidak behijab?!!


7- Hijab Syar’i merupakan mahkota diatas kepala wanita

Yang menunjukkan tentang kesungguhan dan pengetahuannya akan hal yang baik baginya, kehatihatian dari perkara yang mengganggu serta yang merusak kemulian dan kehormatannya, dan juga menunjukkan akan selamatnya dirinya dari jalan keburukan, sarana-sarana kerusakan, ajakan-ajakan untuk mempertontonkan kecantikannya, hijab juga sekaligus sebagai senjata yang menunjukkan kekuatan wanita dalam melawan musuh-musuh islam. Dan meremehkan perkara hijab yang membungkus kepala wanita menunjukkan gegabah dan bodohnya dia dari perkara yang bermanfaat untuknya dan sebagai tanda akan lemahnya wanita itu melawan ajakan-ajakan kejelekan dan sarana-sarana kerusakan.


8- Hijab Syar’i merupakan sebab besar untuk selamat dari Neraka dan masuk kedalam Surga,

Dalam shahih Muslim 2128” dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلمbersabda:
dua golongan dari penghuni neraka aku belum pernah melihat mereka, orang-orang yang mempunyai cambuk bagaikan ekor sapi, mereka menyiksa manusia dengannya. Dan para wanita yang berpakaian namun telanjang yang berlenggak-lenggok, miring, kondenya seperti punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga, padahal harumnya surga itu dapat tercium dari jarak perjalanan begini dan begini”.

Dan dalam “musnad Ahmad 4/197” dari ‘Amr bin ‘Ash berkata: ditengah kami bersama Nabi صلى الله عليه وسلمbeliau bersabda:

perhatikan apakah kalian melihat sesuatu?” kami jawab: kami melihat sekumpulan burung gagak, diantaranya ada gagak yang a’sham berparuh merah dan berkaki merah, lalu Nabi صلى الله عليه وسلمbersabda “tidak akan masuk surga dari kalangan wanita kecuali [sedikit] yang mereka keadaannya seperti gagak langkah itu

Dan hal itu disebabkan kemaksiatan dan melalaikan hijab. Kata “a’sham” adalah bersayap putih, ada juga yang katakan, berkaki putih. “an-Nihayah”


9- Hijab Syar’i menunjukkan akan baiknya pendidikan dan bimbingan orang tua,

Meremehkan jihab menunjukkan akan kekurangannya dalam pendidikan anak perempuan, tidak perhatian, serta kelalaian yang parah, dalam “shahih al-Bukahri 750 dan Muslim 142” dari Ma’qil bin Yasar berkata, Nabi صلى الله عليه وسلمbersabda:
“tidaklah ada seorang hamba yang Allah beri kepercayaan untuk memimpin rakyat, kemudian ia tidak bersungguh-sungguh memberikan nasihat kecuali ia tidak akan mencium baunya surga”

Dan dalam “shahih al-Bukhari 5200 dan Muslim 1829” dari ‘Abdullah bin ‘Umar berkata, Nabi صلى الله عليه وسلم
bersabda:
setiap kalian adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawabannya”, beliau berkata: “seorang suami adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya, dan istri adalah pemimpin dirumah suaminya dan ia akan dimintai pertanggung jawabannya.”
Dan putrinya adalah rakyatnya yang ia pimpin.


10- Hijab Syar’i menunjukkan akan kecemburuan sang ayah, suami, dan para wali terhadap kehormatannya Dan menyepelehkan hijab menunjukkan akan ketidak pedulian mereka terhadap kehormatannya yang mahal nilainya, Ahlus-sunan meriwayatkan dari Sa’id bin Zaid berkata Rasulallah صلى الله عليه وسلمbersabda:
“Barang siapa yang terbunuh karena membela kehormatannya maka ia adalah seorang yang mati syahid.”


11- Hijab Syar’i meninggikan kadar wanita sehingga menjadi teladan yang baik lagi shalihah ditengahtengah para wanita.

Dan meremehkan hijab syar’i sebab terhalangnya menjadi seorang yang diteladani melainkan menjadikannya sebagai orang yang memamerkan kecantikannya yaitu teladan yang buruk, bahkan terhadap anak-anak perempuan dan suadari-saudarinya. Keadaannya itu mengajak melakukan keburukan baik ia sengaja atau tidak, padahal Allah جل جلالهberfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin kekejian tersebar dikalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan akhirat, dan Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui”.(QS. anNuur : 19)


12- Hijab Syar’i sebab diterimanya wanita di tengah masyarakat, dihargai dan dimuliakan, dan menjadi
seorang yang didambakan, oleh karena itu Nabi
صلى الله عليه وسلم berkata kepada pria yang ingin menikah:
pilihlah perempuan yang baik agamanya, niscaya kamu beruntung”.
(HR. al-Bukhari 5090 dan Muslim 1466 dari Abu Hurairah
)
Dan meremehkan hijab akan menjatuhkan kadar
wanita itu, dan menjadikannya tidak diterima bahkan
akan ditinggal dan dibenci.


13- Hijab Syar’i merupakan sebab terbesar yang menyelamatkan masyarakat dari fitnah dan kerusakan,
Dalam “shahih al-Bukhari 5096 dan Muslim 2741” dari Usamah bin Zaid berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلمbersabda:
“Aku tidaklah meninggalkan suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi ummatku daripada fitnah wanita.”

Dan dalam “shahih Muslim 2742” dari Abu Sa’id Nabi صلى الله عليه وسلمbersabda:
“Hati-hatilah kalian terhadap dunia dan wanita, sebab sesungguhnya bencana yang paling pertama timbul padaBani Israil adalah karena wanita. “

Dan menyepelehkan perkara hijab adalah sebab terbesar akan rusaknya masyarakat, dan jalan yang mengantarkan kepada perbuatan-perbautan keji dan kemungkaran, dalam “shahih al-Bukhari 6612 dan Muslim 2657” dari Abu Hurairah berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
“Telah ditentukan bagi anak Adam bagian zinanya, ia pasti akan mengerjakannya, zina kedua mata adalah melihat, zina kedua telinga adalah mendengar, zina lisan adalah berbicara, zina tangan adalah memegang, zina kaki adalah berjalan, serta hati bernafsu dan beranganangan, dan akan dibuktikan oleh kemaluan atau tidak.”


Maka menutup dan menjaga aurat adalah penolong
terbesar untuk kehormatan dan kesucian. Maka alangkah mulianya hijab syar’i, dan alangkah butuhnya seorang muslimah akan hal itu, serta alangkah besar kehinaan dan kerugian orang yang meremehkannya.


Adapun syarat hijab syar’i berdasarkan dalildalinya adalah:
1. Menutupi seluruh badan
2. Tebal dan tidak tipis
3. Lebar tidaklah sempit.
Apabila tipis atau sempit/ketat maka bukanlah hijab yang memenuhi kewajiban.
4. Pakaian itu bukanlah sebagai
perhiasan(indah/berhias).
5. Bukan pakaian ketenaran.
6. Tidak berbau wangi.
7. Tidak menyerupai pakaian lelaki.
8. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir.


.“Ya Allah tutuplah aurat-aurat kami, tenangkan
ketakutan kami, jagalah kami, dan berikanlah taufiq
kepada kami agar melakukan apa yang Engkau cintai
dan ridhai.”
وال مد لله رب العالمٌن

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.