KELUHURAN ISLAM MAMPU MEMIKAT ALAM SEMESTA

keluhuran-islam-mampu-memikat-alam-semesta

Islam sangat antusias dalam memperhatikan masalah kesucian hati, bahkan fokus sentral dalam kehidupan seorang muslim adalah menjaga keindahan dan kemuliaan hati, karena hanya dari hati yang sucilah maka akan lahir amal-amal soleh yang agung dan luhur yang dilakukan segenap anggota tubuh. Renungkanlah sabda Rosululloh berikut ini:

عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: …أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Dari Nu’man bin Basyir berkata: “Saya pernah mendengar Rosululloh shallallahu alaihi wasallam  bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh (seseorang) terdapat segumpal daging, jika segumpal daging itu baik maka (seluruh) tubuh akan menjadi baik, dan jika segumpal daging itu rusak maka sekujur tubuh akan menjadi rusak, gumpalan daging yang dimaksud adalah “HATI”. [HR. Bukhori (2051) Muslim (1599) Tirmizi (1205) dll].

Resep Nabawi Dalam Memikat Orang tuk Mencintai Islam

1) Shodaqoh

Menawarkan Islam kepada non muslim bagi sebagian kaum muslimin terkadang menjadi “PR rumit” walaupun ia adalah “pakar dialog dan jago bersilat lidah”, tetapi janganlah hal ini menjadikan dirinya pesimis dan bersedih hati! Cobalah “tips tradisional“ berikut ini yaitu shodaqoh tulus yang terlahir dari qolbu yang sejuk. Hayatilah kisah ajaib berikut:

Dari Shofwan Bin ‘Umayyah radhiallahu’anhu berkata “Demi Alloh, Rosululloh telah memberi sesuatu kepada saya (dalam lafadz Muslim :”Saya telah diberi 100 ekor onta”) padahal saya membenci beliau, lalu beliau terus memberi saya (100 ekor onta) saya tetap membencinya, (akhirnya beliau memberi 100 ekor onta untuk ketiga kalinya) sehingga beliau menjadi orang yang paling saya cintai di hati”. [Ahmad (3/401) Muslim (2313) dll]

Empat sifat jika dimiliki oleh orang yang bershodaqoh, maka dengan izin Alloh  akan menjadikan dirinya dicintai Alloh kemudian dicintai manusia di dunia. Empat sifat ini adalah pertanda kemuliaanya.

Ada seseorang bertanya kepada Rosululloh, Wahai Rosululloh shodaqoh apa yang paling besar pahalanya? Beliau menjawab: ”Anda bershodaqoh dalam keadaan sehat, membutuhkan harta itu, khawatir tertimpa kefaqiran, dan mengharap kekayaan…” [HR. Bukhori (1419) muslim (1032)]. Mengamalkan tips mulia ini dibutuhkan kesucian dan kejernihan hati.

2) Rasa Iba dan Berkasih Sayang terhadap Wong cilik

Rosululloh adalah sosok pemimpin negara teladan dan beliau juga pemimpin dunia paling adil, namun beliau tetap mencurahkan perhatian istimewa terhadap rakyat jelata, bahkan terhadap anak kecil yahudi yang terbaring sakit di kasurnya, beliau membesuknya! Simak kisah ini:

Dari Anas bin Malik berkata: “Ada seorang anak kecil yahudi yang  melayani Rosululloh shallallahu alaihi wasallam, ketika anak ini sakit maka Rosululloh menengoknya, anak kecil ini terbaring di kasurnya dan Rosululloh berada di dekat posisi kepala sang anak, lalu beliau bersabda: “Masuk Islamlah wahai anak kecil”! Sang anak menengokkan wajahnya ke arah ayahnya yang berada di sisinya (meminta persetujuan) ternyata sang ayah mengizinkannya sembari berkata: ”Patuhilah ayahnya Al-qosim”! (maksudnya: Rosululloh). Lalu Nabi berpamitan pulang sambil bersabda: Alhamdulillah, Alloh telah menyelamatkannya (anak kecil tadi) dari siksaan neraka. Tatkala sang anak wafat maka Rosululloh bersabda kepada para sahabatnya: “Sholatilah sahabat kecil kalian ini”! [HR. Bukhori (1356) dan (5657)].

Sentuhan lembut Sang pemimpin mulia diatas telah menentramkan batin seorang pria yahudi yang akhirnya berbuah manis dengan keislaman anaknya, padahal bangsa yahudi sangat terkenal dengan sifat keji,keras dan jahat sebagaimana sering difirmankan Alloh di Al-Qur’an. Sungguh kaum musliman saat ini telah kehilangan sosok pemimpin ideal, figur panutan!.

3) Menjaga kejujuran, amanat dan budi pekerti

Tiga hal inilah di antara sebab utama yang menjadikan pemimpin negeri Habasyah yaitu An-Najasyi memeluk Islam. Telah terjadi dialog antara Raja An-Najasyi dengan Ja’far di mana Sang Raja bertanya kepada Ja’far perihal ajaran Islam yang dibawa oleh Rosululloh. Maka Ja’far menjelaskannya dengan terperinci, di antara penjelasan itu:

“Wahai Raja, sesungguhnya kami dahulunya adalah kaum jahiliyyah, kami menyembah berhala, memakan bangkai, melakukan kekejian, memutuskan tali silaturrohim, menyakiti tetangga. lalu Alloh mengutus Rosul-Nya di tengah-tengah kami, Rosul mengajak kami untuk mentauhidkan Alloh, memerintahkan kami untuk berkata jujur, menunaikan amanat, menyambung silaturrohim, berbuat baik kepada tetangga, lalu Raja An-Najasyi menangis berlinang air mata setelah Ja’far membacakan beberapa ayat surat Maryam yang menerangkan sifat-sifat Al-masih Isa putera Maryam [Ar-Rohiqul Makhtum hal 100] .

Tokoh–tokoh muslim yang mulia karena memuliakan Islam

1) Kesantunan Mu’awiyah terhadap rakyatnya.

Abu Muslim Al-Khaulani pernah menasehati Kholifah Mu’awiyah bin Abi sufyan  di dalam istana beliau di hadapan pembesar-pembesar istana. Abu Muslim berkata: “Wahai Mu’awiyah sesungguhnya Anda adalah seorang pelayan yang telah disewa (jasa dan tugas anda oleh Alloh) maka jika anda berusaha untuk menyembuhkan luka yang menimpa rakyat Anda dan mengobati mereka yang sedang sakit maka Alloh akan menyempurnakan pahala untukmu, tetapi jika Anda tidak melakukan hal itu dan bahkan Anda bertindak diskriminasi terhadap rakyat di mana Anda lebih memperhatikan nasib kehidupan segelintir orang-orang pilihanmu, tidak peduli dengan nasib rakyat kecil maka Alloh akan menghukum-mu!!”

Mu’awiyah tertunduk patuh menyimak isi nasehat itu, sebab hati beliau jernih dan sejuk menerima kebenaran yang datang dari siapapun juga. Kata Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-‘Utsaimin: “Kisah nasihat di atas sangat menakjubkan, di dalamnya ada dua hal istimewa, yang pertama adalah cerminan keberanian kaum salaf dahulu yang sanggup menasihati penguasa dan kholifah dengan bertatap muka langsung, bukan dari balik dinding atau dari tempat yang sangat jauh, melainkan nasihat yang terus-terang di hadapannya. Yang kedua adalah santunnya kholifah, penguasa Islam terdahulu dan mereka menyadari betapa besar tanggung jawab sebagai seorang kholifah atau pemimpin di hadapan Sang Kholiq Alloh, renungilah! [Syarh As-siyasah asy-syar’iyyah hal 28 dan 29] .

2) Muhammad bin Su’ud pelayan dua tanah suci.

Awal mulanya Sultan Dir’iyyah yang mulia ini menolak ajakan dari Syaikh Muhammad bin ‘Abdil wahhab untuk berta’awun bekerjasama dalam menyebarkan dakwah tauhid di wilayah kekuasaannya. Akhirnya Alloh menerangi hatinya melalui lisan seorang wanita yang berhati bersih Maudhi binti Abi wathban. Tak lain wanita tadi adalah istri sang sultan, maka penyebaran Islam dan sunnah menjadi meluas ke penjuru dunia dan nama Sultan Muhammad bin Su’ud diabadikan menjadi kerajaan “Al-mamlakatul ‘Arobiyyah as-su’udiyyah. [Hayatusy-syaikh Muhammad bin ‘Abdil wahhab hal56].

Dua tokoh di atas telah mendapatkan tempat di hati rakyatnya, keduanya dicintai oleh rakyat dan banyak berkhidmat untuk kemaslahatan kaum muslimin karena kebersihan hati mereka. Dan inilah tolok ukur seseorang.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَا أَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ إِنَّمَا يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Dari Abu huroiroh radhiallahu’anhu berkata, Rosululloh shallallahu alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya Alloh tidak menilai bentuk rupa kalian dan juga tidak menilai harta benda kalian, tetapi Alloh hanya menilai isi hati dan amal perbuatan kalian. [Muslim (2564)].

Kesimpulan dan pelajaran-pelajaran berharga

  1. Islam tersebar di dunia karena keluhuran dan kesantunan. Sejarah telah membuktikan bahwa agama Islam dianut dan dicintai oleh semua lapisan masyarakat bukan karena paksaan, intimidasi, atau kekerasan; melainkan karena para penyebar ajaran Islam senantiasa komitmen dalam mengamalkan prinsip-prinsip Islam di tengah-tengah masyarakat, dan masyarakat bisa menilai, menimbang dan mengakui keagungan Islam ketika mereka mengamati tingkah-laku para pemeluk agama selain Islam.Hal ini disadari oleh Raja, pemimpin, bangsawan Romawi, Habasyah, Persia dan lainnya.
  2. Pentingnya membersihkan dan menjaga hati, Alloh telah mentaqdirkan bangsa Yahudi melakukan kekejian di muka bumi karena { Mereka adalah orang-orang yang sudah tidak dikehendaki Alloh untuk mensucikan hati mereka} [QS. Al-Maidah:41].
  3. Jauhi sifat angkuh, egoisme terhadap rakyat jelata, Dekatilah wong cilik,pembantu, pelayan kita lalu makanlah bersama mereka sebab {Tidak akan menjadi sombong  bagi orang yang sudi makan bersama pembantunya} [Sohih Ibnu Majah 2218 disohihkan Al-Albani].

oleh Ustadz Shalih Gunawan Lc.

Sumber: Majalah Lentera Qolbu

 

artikel lainnya:

Tahukah Anda Apa Itu Islam

Beberapa Pertanyaan Tentang Surga

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.