Sekilas Tentang Istri-Istri Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasallam

Mengenal Istri-Istri Rasulullah Muhammad ﷺ Adalah salah satu Cara kita mengenal lebih dekat Rasulullah ﷺ agar bertambah kecintaan kita kepada Beliau ﷺ.

Istri-Istri Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasallam
Istri-Istri Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasallam

Merupakan bagian dari kesempurnaan agama seorang muslim adalah mempelajari dan mengetahui tentang sirah Nabi Muhammad ﷺ, bahkan bisa sampai kepada hukum wajib bagi setiap muslim untuk mengetahui, mempelajari, dan memahaminya dengan baik dan benar, karena mengetahui hal tersebut dapat membuat semakin kokoh iman seseorang, menambah ilmu pengetahuan dan wawasan tentang islam, dapat menambah kecintaan bagi seseorang terhadap agama ini, serta  termasuk bagian dari thalibul ‘ilmi dan menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.

Termasuk bagian dari hal  tersebut yaitu mengenal, mengetahui, dan mempelajari tentang jumlah istri Nabi, siapa istri-istri Nabi, bagaimana kehidupan mereka bersama rosulullah shalullah ‘alaihi wasalam, beberapa keutamaan mereka dan seterusnya.

Istri Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam berjumlah sebelas orang yaitu, Khadijah binti Khuwailid Al-Qurasyiyyah Al-Asadiyyah, Saudah binti Zam’ah bin Qais Al-Qurasyiyyah, ‘Aisyah binti Abi Bakr, Hafsah binti Umar bin Khatab, Zainab binti Khuzaimah bin Al-Harist Al-Qaisiyah, Umu salamah, Zainab binti Jahsyi, Juwairiyyah binti Al-Harist bin Abi Dhirar, Umu Habibah, Ramlah binti Abi Sufyan Shakhr bin Harb, Shafiyah binti Huyai bin Akhtab, Maimunah binti Al-Harist Al-Hilaliyah semoga Allah meridhoi mereka semua dan menempatkan mereka di surga-Nya yang tinggi.

  

Berikut sekilas uraian tentang istri-istri Nabi shalallahu ‘aaihi wasallam :

 

  1. Khadijah binti Khuwailid Al-Qurasyiyyah Al-Asadiyah radhiyallahu’anha

 

Khadijah binti Khuwailid Al-Qurosyiyyah Al-Asadiyyah radhiyallahu ‘anha merupakan istri pertama dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam yang dinikahi sebelum masa kenabian. Khadijah merupakan wanita pertama yang beriman terhadap islam dari kalangan sahabiah. Beliaulah yang menemani Nabi shalallahu ‘alahi wasalam disaat suka dan duka di awal-awal islam. Khadijah juga ikut membantu berjihad di jalan Allah Ta’ala dengan harta dan jiwanya. Seluruh anak Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam di dapatkan dari Khadijah kecuali Ibrahim. Ibrahim merupakan anak dari budak wanita Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasalam yang bernama Mariyah Al-Qibtiyah.

Diantara keutamaan Khadijah binti Khuwailid Al-Qurasyiyyah Al-Asadiyyah adalah sebagai berikut:

  1. Allah Ta’ala mengirim salam kepada Khadijah melalui Malikat Jibril.
  2. Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam memberikan padanya kabar gembira yang dijanjikan Allah kepadanya yaitu berupa surga yang terbuat dari Qasab (Mutiara Berongga) tidak ada kegaduhan didalamnya dan tidak pernah lelah. Sebagaimana dalam hadist riwayat Imam Bukhori (13/465 Kitab Fathul Bari) dan Muslim (4/1887) dari sahabat Abi Hurairah rodhiyallahu’anhu
  3. Khadijah tidak pernah menyakiti dan membuat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam marah. Rosulullah tidak pernah menghardik, mencela, tidak pula memboikotnya.
  4. Beliau adalah wanita pertama yang beriman terhadap Allah dan Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasalam.

Dan masih banyak keutamaan dari Khadijah binti Khuwailid Al-Qurasyiyyah Al-Asadiyyah radhiyallahu ‘anha. Semoga Allah ta’ala membalas seluruh jasa Beliau terhadap islam yang tak terhitung jumlah dan nilainya.

 

  1. Saudah binti Zam’ah bin Qais Al-Qurosyiyyah radhiayallahu’anha

 

Saudah binti Zam’ah bin Qais Al-Qurasyiyyah merupakan istri kedua Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasalam setelah Khadijah radhiyallahu ‘anha wafat. Saudah memberikan hari yang menjadi bagiannya bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam (saat beliau tua) kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha dan ini merupakan salah satu bukti kecintaan beliu terhadap Rasulullah shalallahu ‘alihi wasalam  dan keutamaannya. Beliau radhiyallahu ‘anha meninggal pada masa kekhalifahan Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu.

 

  1. ‘Aisyah binti Abu Bakr radhiallahu ‘anhuma

 

Rasulullah menikahi ‘Aisyah radhiyallahu’anha, pada saat itu umur ‘Aisyah berusia genap enam tahun pada bulan syawal dua tahun sebelum hijrah ke Madinah dan menggaulinya pada umur sembilan tahun diawal tahun pertama hijrah. Pernikahan beliau dengan ‘Aisyah berdasarkan wahyu dari Allah Subhanu wa Ta’ala bahwa Malaikat menampakan ‘Aisyah kepada Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam dibalut kain sutra didalam mimpi Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam . sebagaimana di dalam hadis, Rosulullah pernah bersabda :

 

أُرِيتُكِ فِي الْمَنَامِ مَرَّتَيْنِ إِذَا رَجُلٌ يَحْمِلُكِ فِي سَرَقَةِ حَرِيرٍ فَيَقُولُ هَذِهِ امْرَأَتُكَ فَأَكْشِفُهَا فَإِذَا هِيَ أَنْتِ فَأَقُولُ إِنْ يَكُنْ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللهِ يُمْضِهِ.

 

Artinya: “taukah kamu ? kamu telah diperlihatkan kepadaku didalam mimpiku sebanyak dua kali. Aku melihat Malaikat membawamu dengan berbalut sepotong kain sutra, kemudian Malaikat itu berkata ,”ini adalah istrimu,” lalu aku menyingkap (hijabnya) ternyata wanita itu adalah kamu. Lalu Aku mengatakan “jika ini memang dari Allah subhanahu wata’ala, maka pasti Dia akan menjalankanya”.(HR.Imam Bukhori, Fathul Bari (12/399) dan Muslim (4/1889).

 

Saat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam meninggal dunia, ‘Aisyah berumur delapan belas tahun, sedangkan ‘Aisyah sendiri wafat pada tahun lima puluh delapan Hijrah dan dimakamkan di pemakaman Baqi. Kemudian para ulama berbeda pendapat siapa yang lebih utama antara Khadijah dan ‘Aisyah, sebagian yang lain ada yang memilih Khadijah sebagai wanita yang paling utama dan sebagian yang lain hanya memilih diam karena masing-masing dari keduanya memiliki keutamaan dan keistimewaan didalam agama islam.

Diantara keutamaan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha :

  1. Merupakan istri beliau shalallahu ‘alaihi wasalam yang paling di cintainya berdasarkan sabda Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam ketika ditanya oleh sahabat ‘Amr bin Ash’ :

 

أَيُّ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ عَائِشَةُ فَقُلْتُ مِنَ الرِّجَالِ فَقَالَ أَبُوهَا

 

Artinya:”siapakah orang yang paling Anda cintai? Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam menjawab,”‘Aisyah, kemudian Aku bertanya dari kaum laki-laki? Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam menjawab,”Bapaknya ‘Aisyah (Maksudnya Abu Bakar). (HR. Imam Bukhori Fathul Bari (8/74) dan Muslim (4/1856)

 

  1. Rosul shalallahu’alaihi wasalam tidak pernah menikahi gadis selain ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha (HR. Imam Bukhori dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha dalam kitab Fathul Bari (9/120)
  2. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam pernah menerima wahyu ketika Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam berada di dalam satu selimut dengan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dan ini tidak pernah terjadi pada istri-istri Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam yang lainya.
  3. Allah Subhanahu wa Ta’ala mensucikan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha di dalam kitab-Nya dari tuduhan dan fitnah keji yang dituduhkan kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa beliau telah berbuat zina. Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat yang berkenaan tentang hal ini yang akan dibaca terus sampai hari kiamat oleh kaum muslimin di beberapa ayat didalam Al-Qur’an yang mulia.
  4. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha merupakan istri Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam yang paling fakih (paham tentang agama) dan paling banyak ilmunya di banding dengan istri-istri Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam yang lain, bahkan ‘Aisyah merupakan wanita paling fakih diantara wanita muslim sepanjang masa.

Dan masih banyak keutamaan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang lainya.

 

  1. Hafsah binti Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhuma

 

Hafsah menikah dengan Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pada tahun ke-3 Hijriyah. Hafshah wafat pada tahun ke-27 atau ke-28 Hijriyah. Hafshah merupakan mantan istri dari seorang sahabat yang bernama Khunais bin Khudzafah yang merupakan salah seorang sahabat yang ikut dalam perang Badar.

 

  1. Zainab binti Khuzaimah bin Al-Harist Al-Qaisiyah radhiyallahu ‘anha

 

Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menikahi Zainab binti Khuzaimah bin Al-Harist Al-Qaisiyah radhiyallahu ‘anha. Zainab meninggal dunia setelah hidup bersama Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasallam selama dua tahun. Zainab dijuluki Ummu Masakin (Ibunda Kaum Miskin) karena Zainab radhiyallahu ‘anha sering memberi makan kepada orang-orang miskin.

 

  1. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha

 

Umu Salamah radhiyallahu ‘anha bernama asli Hindun binti Abi Umayah bin Al-Mughirah Al-Qurasyiyyah Al-Makhzumiyyah. Merupakan istri Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam yang terakhir meninggal dunia, Umu Salamah meninggal pada tahun 62 Hijriyah. Diantara keutamaan Ummu Salamah adalah Jibril pernah datang kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, sedangkan Ummu Salamah sedang bersama Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sehingga Beliau bisa melihat Malaiakat Jibril  dalam wujud seorang sahabat yang bernama Dhiyah Al-Kalbi. (HR. Muslim dalam Shahih Muslim (4/196).

 

  1. Zainab binti Jahsyi radhiyallahu ‘anha

 

Zainab merupakan putri dari bibi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang bernama Amimah binti ‘Abdil Muthalib dari bani Asad bin Khuzhaimah. Diantara keutamaan Zainab adalah Allah subhanahu wata’ala menikahkan Zainab dengan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam secara langsung dari langit ke-7 sebagaimana Allah ta’ala berfirman:

 

[37: فَلَمَّا قَضَى زَيْدٌ مِنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَاكَهَا [الأحزاب 

 

Artinya:”maka takala Zaid telah mengakhiri keperluannya teradap istrinya(menceraikanya), Kami nikahkan Kamu dengan Dia.(QS. Surah Al-Ahzab [33]:37)

 

Zaid merupakan suami dari Zainab sebelum menikah dengan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Zainab meninggal dunia pada tahun ke-20 Hijrah dan dimakamkan di pemakaman Baqi’. Dan zainab juga merupakan salah satu istri Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam yang banyak bekerja dan bersedekah. (HR. Muslim 4/1907).

 

  1. Juwairiyyah binti Al-Harist bin Abi Dhirar radhiyallahu ‘anha

 

Juwairiyyah merupakan tawanan pada perang Bani Musthaliq dan masuk dalam bagian ghanimah (harta rampasan perang) Tsabit bin Qais radhiyallahu ‘anhu. Tsabit akan membebaskannya dengan syarat harus membayar sejumlah uang,  kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melunasinya lalu menikahinya pada tahun ke-6 Hijrah dan Juwairiyyah radhiyallahu ‘anha meninggal pada tahun 56 Hijriyah.

Diantara keutamaan Juwairiyyah radhiyallahu ‘anha yaitu terbebasnya seratus tawanan yang memiliki hubungan kekeluargaan dengan beliau tatkala para shahabat tahu Beliau radhiyallahu ‘anha menikah dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam. Para sahabat mengatakan bahwa para tawanan tersebut menjadi saudara-saudara ipar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalla, dan ini merupakan salah satu keberkahan yang datang melalui Juwairiyyah radhiyallahu ‘anha.

 

  1. Ummu Habibah, Ramlah binti Abi Sufyan Sharkhr bin Harb radhiyallahu ‘anha

 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menikahi Ummu Habibah pada saat berhijrah ke negeri Habasyah. Raja Najasyi memberikan kepadanya empat ratus dinar sebagai mahar dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Nama aslimya adalah Ramlah binti Abi Sufyan Sharkhri bin Harbi Al-Quraisiyi  Al-Umayah. Dan ada yang mengatakan namanya adalah Hindun. Kemudian Beliau radhiyallahu ‘anha dibawa meunju ke Madinah oleh Rasulullah sahlallahu ‘alaihi wasalam. Ummu Habibah merupakan saudari dari Muawiyah bin Abi Sufyan dan dia meninggal pada masa pemerintahan Muawiyah bin Abi  Sufyan.

 

  1. Shafiyah binti Huyai bin Akhtab radhiyallahu ‘anha

 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menikahi Shafiyyah pada tahun ke-7 Hijriyah. Ia merupakan anak dari ketua Bani Nadhir dari keturunan Harun bin Imran (Nabi Harun ‘alaihissalam.), dan suaminya adalah seorang Nabi yang paling mulia yaitu Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Dia termasuk wanita paling cantik didunia ini dan termasuk keutamaan Shafiyah binti Huyai bin Akhtab radhiyallahu ‘anha. Shafiyah merupakan bekas budak (tawanan perang) yang di merdekakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam, kemudian Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menikahinya dengar  mahar di bebaskan dari perbudakan tadi.

 

  1. Maimunah binti Al-Harist Al-Hilaiyah radhiyallahu ‘anha

 

Beliau radhiyallahu ‘anha merupakan wanita terakhir yang dinikahi oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Maimunah dinikahi oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pada tahun ke-7 Hijran setelah umrah Qada’, kemudian  Beliau radhiayallahu ‘anha meninggal di daerah Saraf pada tahun ke-63 Hijrah di masa pemerintahan Muawiyah bin Abi Sufyan.

 

semoga Allah subhanahu wata’ala merahmati dan meridhoi mereka semua…

Oleh Amiiruddin

Diringkas dari majalah As-Sunnah Edisi Khusus [03-04]/Thn XVIII/Rhamadhan-Syawal 1435H/Juli-Agustus 2014 Oleh Prof. Dr. Syaikh Abdurrazak bin Abdil Muhsin  Al-Abad  Al-Badar  Hafidzohullah Dengan Judul Asli “ Sekilas Tentang Istri-Istri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*