Istiqomah

aqidah syahihah
aqidah syahihah

Istiqomah – Oleh Amiruddin (Santri idad du’at ponpes darul-qur’an wal-hadits OKU Timur)

Segala puji bagi Allah ta’ala, Rabb semesta alam, pencipta langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya. Dia yang Maha mengatur semua urusan di langit dan bumi : menciptakan, memelihara, menjaga, menahan dan memberi rezeki, dan menentukan kadar segala sesuatu.

Kami memohon pertolongan serta ampunan hanya kepada-Nya. Serta berlindung kepada Allah ta’ala dari kejahatan diri kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barang siapa yang di beri-Nya petunjuk , maka tidak ada yang bisa menyesatkannya , dan barang siapa yang di sesatkan-Nya , maka tidak ada yang mampu memberinya petunjuk.

Kami bersaksi bahwa tidak ada illah yang berhak untuk di sembah kecuali Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya, dan kami bersaksi bahwa Muhammad shallallahu a’laihi wa sallam adalah hamba dan Rosul-Nya.

Termasuk kenikmatan yang sangat besar yang di berikan Allah ta’ala kepada hamba-Nya, yaitu berupa hidayah untuk memeluk agama islam, beriman kepada Allah dan rosul-Nya, dan juga diberikan hidayah diatas Sunnah Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam.

Sudah kita ketahui bersama bahwa setiap muslim dan muslimah dalam menjalankan ketaatan kepada Allah ta’ala kadang kala semangat dan kadang kala di timpa rasa malas dalam menjalankannya tergantung tingkat keimanan yang ada di dalam dada hamba tersebut.

Dalam hal ini di perlukan keistiqamahan, agar amal ibadah hamba tersebut tetap stabil dan tidak naik turun layaknya sebuah volume air. Karena Allah ta’ala mencintai amal walaupun sedikit namun dilakukan secara terus-menerus. Maka hendaknya seorang hamba itu faham apa itu “ISTIQAMAH” dalam agama islam, letak istiqamah itu sebenarnya, keutamaanya, dan kiat mencapai istiqamah itu sendiri.

A. Pengertian Istiqamah

Secara bahasa Istiqamah artinya al-I’tidal (lurus). Dikatakan aqamasy syai-a was taqama yang artinya lurus dan mapan.

Sedangkan menurut syariat, istiqamah adalah meniti jalan yang lurus yaitu agama yang lurus (islam) tanpa menyimpang kekanan ataupun kekiri. Istiqamah mencakup  seluruh ketaatan , baik terlihat maupun yang tersembunyi dan meninggalkan seluruh yang di larang.

Diantara perkataan ulama dalam mendefinisikan istiqamah dianaranya:

  1. Imam An-Nawawi rahimahullahu ta’ala mengatakan, “ para ulama menafsirkan istiqamah dengan لزوم طاعة الله artinya tetap konsekuen dan konsisten dalam ketaatan kepada Allah ta’ala.
  2. Qadhi bin ‘iyad rahimahullahu ta’ala mengatakan “ maksudnya mereka mentauhidkan Allah ta’ala dan beriman kepada-Nya kemudian berlaku lurus, tidak menyimpang dari tauhid, dan selalu iltizam (konsekuen dan konsisten) dalam melakukan ketaatan kepada-Nya sampai meninggal.
  3. Al-Qusyairi rahimahullah berkata,”istiqamah adalah sebuah derajat, dengannya berbagai urusan menjadi sempurna dan berbagai kebaikan dan keteraturan bisa diraih. Barangsiapa yang tidak istiqamah kepribadiannya maka dia akan sia-sia dan gagal. Di katakana,”istiqamah tidak akan bisa dilakukan oleh orang-orang yang besar, karena ia keluar dari hal-hal yamg dianggap lumrah, meninggalkan adat keiasaan, dan berdiri di hadapan Allah ta’ala dengan jujur.

B. Letak Istiqamah Pada Seorang Hamba

  1. Istiqamah di Hati

Hati merupakan bagian tubuh yang paling penting. Seorang hamba hendaknya berusaha dengan bersungguh-sungguh agar hatinya tetap istiqamah. Karena hati adalah raja bagi seluruh anggota tubuh. Jika hati istiqamah, maka seluruh anggota tubuhnyapun akan istiqamah.

Dasar dari istiqamah adalah keistiqamahan hati diatas tauhid seperti penafsiran Abu Bakar Ash-Ashidiq radiallahu ‘anhu dan yang lainya tentang firman Allah ta’ala,

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَـٰمُواْ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ (١٣)

“sesungguhya orang-orang yang berkata ,”Rabb kami adalah Allah ta’ala kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka …(Qs. Al-ahqaf/46:13) bahwa mereka orang-orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah ta’ala dan tidak monoleh kepada tuhan selain  Allah. Jadi apabila hati telah istiqamah di atas ma’rifatullah, takut kepada-Nya, mengaggungkan-Nya, mencintai-Nya, menginginkan-Nya, berharap kepada-Nya, berdo’a kepada-Nya, bertawakal kepada-Nya, dan berpaling dari selain Dia, maka sungguh seluruh anggota badan akan istiqamah dengan taat kepada-Nya. Karena hati adalah raja bagi seluruh anggota tubuh lainya yang merupakan pasukan hati.

  1. Istiqamah Pada Lisan

Angota tubuh terpenting setelah hati adalah lisan. Karena lisan merupakan media yang mengungkapkan apa yang ada di dalam lubuk hati seorang hamba. Terkadang keluar ucapan ddianggap sepele namun dapat membuat pengucapnya binasa di dunia dan akhirat.

Dalam sebuah hadist sahabat Sufyan bin Abdillah radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam,”apa yang engkau khawatirkan padaku? Nabi shalallahu ‘alahi wasalam menjawab “ ini” dengan memegang ujung lidahnya. Ini menunjukan bahwa lisan sangat berbahaya, sebab seorang dapat istiqamah apabila lisannya istiqamah dalam ketaatan atau tidak mengucapkan yang mendatangkan dosa dan murka Alla ta’ala.

C. Keutamaan Istiqamah

Diantara keutamaan orang yang beristiqamah adalah bahwa Allah akan mempermudah rizki baginya sebagaimana Allah ta’ala berfirman :

(وَأَلَّوِ ٱسۡتَقَـٰمُواْ عَلَى ٱلطَّرِيقَةِ لَأَسۡقَيۡنَـٰهُم مَّآءً غَدَقً۬ا (١٦

Artinya : Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurud di jalan itu(agama islam), niscaya kami akan menccurahkan kepada mereka air yang cukup (Qs. Al-Jin/72:16)

Imam al-Qurtubi rahimahullah berkata, “maksudnya, seandaianya orang-orang kafir itu beriman, niscaya kami berikan mereka keluasan di dunia dan kami lapangkan rezeki mareka”.

Firman Allah ta;ala :

(إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَـٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَـٰٓٮِٕڪَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِى كُنتُمۡ تُوعَدُونَ (٣٠

Artinya : sesungguhnya orang-orang yang berkata,”Rabb kami adalah Allah”, kemudian meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada meraka (dengan berkata),”janganlah kamu merasa takut dan jangan kamu bersedih hati dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang di janjikan kepadamu.”(Qs. Fushilat/41:30)

Maksudnya, mereka beriman kepada Allah ta’ala yang Maha Esa, kemudian istiqamah kemudian istiqamah diatasnya dan di atas ketaatan sampai kepada Allah ta’ala mewafatkannya.

Tentang ayat diatas, al-hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata,”mereka mengikhlaskan amal semata-mata karena Allah ta’ala dan melaksanakan ketaatan sesuia dengan syariat Allah ta’ala”.

D. Kiat Mencapai Istiqamah

Diantara kiat mencapai istiqamah dlam berbagai kondisi, perkataan, dan perbuatan ialah :

1.Taubat Nasuha.

2.Muraqabatullah, yaitu selalu merasa diawasi oleh Allah ta’ala, baik ketika tidak terlihat orang lain ataupun tidak terlihat oleh orang lain.

3.Muhasabah, yaitu mengintropeksi setiap amal perbuatan yang telah di kerjakan.

4.Mujahadah, yaitu berjuang sungguh-sungguh menggembleng jiwa dalam ketaatan kepada Allah ta’ala.

E. Berbagai Washilah Agar Tetap Istiqamah

  1. Ikhlas dalam beramal dan Mutaba’ah (mengikuti contoh rosulullah)
  2. Menjaga shalat lima waktu dengan berjama’ah di masjid
  3. Berani dalam melakukan amal ma’ruf dan nahi mungkar
  4. Menuntut ilmu syar’i
  5. Takut kepada Allah ta’ala dengan mengingat siksa neraka yang sangat pedih
  6. Mencari teman yang shalih
  7. Menjaga hati, lisan,dan anggota badan dari yang di haramakan
  8. Mengetahui langkah-langkah syaithan
  9. Senantiasa berdzikir dan berdo’a agar di teguhkan di atas istiqama.

Di antara do’a yang sering di baca Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam ialah:

يَا مُقَلِبَ القُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلىَ دِيْنِكَ

Artinya :” Wahai Rabb yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu”.

 

Diringkas oleh Amiruddin

dari artikel berjudul “Iman dan Istoqomah” karya Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas. Majalah As-Sunnah edisi 01 thn. XIII Rabiul Tsani 1430/April 2009.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*