Inilah Mutiara Kehidupan Muslim

mutiara kehidupan muslim

Mutiara Kehidupan Muslim – Benarkah anggapan yang dikatakan oleh kebanyakan orang bahwa hidup di dunia ini tak lain hanya untuk dinikmati? Dan bahwasanya segala macam fasilitas yang ada di dalamnya adalah milik kita semua, sehingga bebas untuk dimanfaatkan demi memuaskan selera hati? Untuk menjawab anggapan-anggapan semacam ini dibutuhkan sikap arif dan bijak disertai ilmu.

Mari kita simak bagaimanakah penuturan Dzat Pemilik dunia dan kehidupan ini: } الذي خلق الموت والحياة ليبلوكم أيُّكم أحسن عملاً : الملك :2 { “(Alloh) Yang menciptakan hidup dan mati,untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al-Mulk :2)

Kemudian renungkan pula ayat berikut ini : { ولكم في الأرض مستقرٌّ ومتاع إلى حين البقرة : 36 } “Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan.” (QS. Al-Baqoroh : 36).

Suri tauladan kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam membimbing umatnya tentang hakikat hidup di dunia dg sabda berikut dari riwayat Abu Sa’id Al-Khudri :

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ

“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau, dan sesungguhnya Alloh l menempatkan kalian di dalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian beramal. Maka waspadalah terhadap dunia dan waspadalah terhadap wanita!” (Sohih Muslim no:2742)

Demikianlah perihal dunia dan kehidupannya. Tak diragukan lagi betapa menggiurkan hati setiap insan, yang berupa aneka ragam perhiasan di dalamnya! Kendatipun demikian,seorang muslim mempunyai cara untuk             menyikapinya, sehingga tak mungkin di ninabobokan oleh lezatnya dunia! Hayatilah ayat berikut ini yang artinya :   “Dan tidaklah kehidupan dunia melainkan sekadar perhiasan yang menipu.” (QS. Ali Imron: 185)

Resep jitu dalam menghadapi bahtera kehidupan dunia adalah sabda Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut :

النَّاسُ مَعَادِنُ خِيَارُهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُهُمْ فِي الْإِسْلَامِ إِذَا فَقُهُوا

“Manusia itu laksana logam-logam mulia (memiliki potensi yang luhur yang beraneka ragam). Manusia terbaik di masa jahiliyah adalah manusia terbaik setelah masuk islam apabila mereka (setelah Islam) menjadi faqih.” (Muttafaq ‘alaih)

Jadi tanpa adanya kefaqihan beragama Islam maka seorang muslim akan senantiasa dirundung kegelisahan, kesedihan, kelalaian dan terhempas badai dahsyat di samudra dunia ini! Ia tak punya kendali yang kokoh, sekalipun ia memiliki segala macam fasilitas pendukung kehidupannya! Setiap insan yang hidup di dunia ini tak akan lepas dari roda kehidupan yang   akan menimpanya secara silih berganti, yang bisa berupa kebahagiaan dan kesedihan. Berikut ini beberapa contoh potret kehidupan disertai cara menyikapinya untuk setiap muslim :

1-KEBAHAGIAAN TATKALA MENJADI PEMIMPIN(DI SEMUA WILAYAH)

Kepemimpinan yang dimiliki oleh seorang muslim bukanlah merupakan PUNCAK kebahagiaan dalam hidupnya! Melainkan sebagai sarana penunjang demi meraih Ridho Alloh. Simaklah hadis ini : Dari ‘Amr bin Murroh,Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Tidaklah seorang pemimpin atau Wali yang menutup pintu (enggan membantu) untuk memudahkan hajat kebutuhan orang-orang yang tidak mampu, saudara-saudaranya, kaum du’afa, (dalam riwayat lain : pemimpin tersebut menghalangi kebutuhan orang-orang yang membutuhkan, maka pada hari kiamat Alloh akan menghalangi kemudahan urusannya karena perbuatannya semasa menjabat sebagai pemimpin di dunia dahulu), melainkan Alloh akan tutup pintu (rejeki) dari atas langit karena sebab ulahnya di dunia.” (Sohihul Jami’ 5562).

2-KEKAYAAN YANG DIMILIKI SESEORANG

Harta-benda yang ada dalam genggaman seorang muslim merupakan amanat yang mesti sampai pada tempatnya! Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

نِعْمَ الْمَال الصَّالِح لِلرَّجُلِ الصَّالِح

Sebaik-baik harta yang baik adalah untuk seorang yang sholih.” (HR. Ahmad dan Bukhori dalam Al-Adabul Mufrod dengan sanad shohih)

Dengan kearifan dan hikmah yang dimiliki seorang muslim maka harta-benda tak terbuang percuma, justru harta-benda tersebut penuh berkah. Alloh berfirman

“dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta).” (QS. Al-Ma’arij: 24 – 25)

Hamba-hamba Alloh bukanlah mereka yang hobi menikmati harta-benda,         hidup glamour dan hura-hura! Tali pengekang nafsu harta adalah hadis ini:

إِيَّاكَ وَالتَّنَعُّمَ فَإِنَّ عِبَادَ اللَّهِ لَيْسُوا بِالْمُتَنَعِّمِينَ

Hindarkanlah dirimu dari bergelimang mengecap kenikmatan. Karena hamba Alloh itu bukanlah mereka yang bergelimang mengecap kenikmatan.” (HR. Ahmad dan Thobroni)

3-ISTRI YANG CANTIK JELITA DAN ANAK-KETURUNAN

Ini termasuk PERHIASAN DUNIA yang banyak mempedaya manusia. Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan:

إِنَّ الْوَلَدَ مَبْخَلَةٌ مَجْبَنَةٌ مَحْزَنَةٌ

“Sesungguhnya anak itu bisa berpotensi membuat (orang tua) bakhil, menjadi pengecut, dan membuat sedih.” (HR. Thobroni, Hakim)

Oleh sebab itu Al-Qur’an mengingatkan kita berulangkali tentang kuatnya pengaruh anak dan istri terhadap aqidah seorang hamba, di antaranya :

Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Taghobun: 14)

Dengan demikian hendaknya setiap dari kita mentarbiyah keluarga dengan penuh kelembutan, sehingga anggota keluarga patuh dan taat kepada Alloh, lalu semuanya di kumpulkan oleh-Nya di surga:

Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan.” (QS. Az-Zukhruf: 70)

Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka.” (QS. Ath-Thur: 21)

4-SEMUA PENDERITAAN YANG DIALAMI OLEH MANUSIA DI DUNIA

Di sinilah perbedaan yang amat mencolok antara muslim dan non muslim dalam menyikapi berbagai macam getir-pahitnya ujian hidup. Bagi muslim semua ujian adalah lezat dan manis! Resapilah penuturan Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Tidaklah menimpa seorang muslim yang berupa keletihan, sakit, keresahan, kesedihan, gangguan, tidak pula kegundahan, sampaipun duri yang menyakitinya, melainkan dengan itu semua Alloh akan menghapuskan kesalahan-kesalaannya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Hadis yang mulia diatas menjadi PELIPUR HATI kaum muslimin. Betapa tidak! Isak tangis, rasa capek, gundah gulana, perih dan pedihnya ujian menjadi sirna berganti menjadi SUKACITA yang tiada tara!

Bilamana kita telah menyadari akan arti kehidupan dunia ini, maka tiada dijumpai suatu kenikmatan yang TERNIKMAT selain menggapai ridho Alloh. Kunci dari ini semua adalah KESABARAN, Alloh berfirman”

“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Alloh agar kamu beruntung.” (QS. Ali Imron: 200)

Ujian hidup pasti dan mesti kita alami, suka atau tidaksuka, siap atau tidak siap. Karena itu marilah kita persiapkan jurus-jurus jitu tuk menghadapinya. Sebab ujian datang tanpa disangka-sangka! Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمَؤْمِنَةِ فِى نَفْسِهِ وَمَالِهِ وَفِى وَلَدِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَمَا عَلَيْهِ مِنْ خَطِيئَةٍ

“Ujian dan cobaan senantiasa menimpa mukmin dan mukminah menimpa dirinya, hartanya, dan anaknya, hingga ia berjumpa dengan Alloh, sedangkan ia sudah tidak lagi membawa dosa.” (HR. Turmudzi)

Kesimpulanya

1-Dunia adalah perhiasan yang bisa membahagiakan insan dan bisa melalaikannya

Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia, agar kami uji mereka dengan kesenangan itu. Dan karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Thoha: 131)

2-Seorang muslim diizinkan untuk menikmati perhiasan tersebut, tetapi harus dengan aturan syar’i yang membedakannya dari kaum kafir dan hewan!!! Alloh berfirman yang artinya : “Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan Jahannam adalah tempat tinggal mereka.” (QS. Muhammad : 12)

3-Al fiqhu fid dien (mencari ilmu agama) adalah resep mulia sebagai pedoman mengarungi samudera kehidupan dunia agar dari terpaan badai kehidupan.

4-Mempersiapkan jawaban untuk 5 pertanyaan di akhirat dihadapan Alloh : Dari ‘Abdulloh bin Mas’ud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser dari hadapan Robbnya sehingga ditanya 5 hal: tentang umurnya untuk apa dihabiskan; usia mudanya untuk apa digunakan; hartanya dari mana didapatkan dan untuk apa dibelanjakan; dan ilmunya sudahkah diamalkan?” (Sohihul Jami’ 7299)

Demikian semoga bermanfaat, Amien…

Sumber Majalah Lentera Qolbu Tahun Ke-2 Edisi ke- 8                                                                            

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.