BERBAKTI KEPADA ORANG TUA (BIRRUL WALIDAIN)

mom

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA (BIRRUL WALIDAIN)

 

Diantara kewajiban yang paling besar seorang hamba kepada Rabb nya setelah kewajiban kepada Allah dan Rasulnya ada satu kewajban yang sangat mulia dan utama yaitunya kewajiban nya dalam berbakti kepada orang tua atau sering disebut dengan ”Birrul Walidaini” .

Berbakti kepada orang tua adalah hal yang di perintahkan dalam agama islam,oleh karena itu wajib bagi seorang muslim untuk berbuat baik dan berbakti kepada orang tuanya.

Dengan demikian kita ketahui bahwa dalam islam, Birrul Walidaini buka hanya sekedar anjuran namun ini adalah perintah Allah Subhaanahu Wa Ta’aala dan Rasulnya Shallallahu Alaihi Wasallam , sehingga hukumnya wajib.

Sebagaimana banyak terdapat ayat ayat di alquran yang memerintahkan untuk berbakti kepada orangtua, diantaranya Allah Azza Wa Jalla berfirman :

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ 14
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ 15

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
(QS.Luqman:14-15)

Begitu juga firman Allah Subhaanahu Wa Ta’aala :

وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ (15) أُولَئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَنَتَجاوَزُ عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ(16)

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku temasuk orang-orang yang berserah diri.” Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.(QS.Al Ahqof:15-16).

Begitu juga firman Allah Subhaanahu Wa Ta’aala :

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa.(QS.Annisa:36)

Begitu juga firman Allah Subhaanahu Wa Ta’aala :

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا , وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil. (QS.Al Isra’ : 23-24)

Pada ayat ayat yang kita sebutkan di atas , Allah Subhaanahu Wa Ta’aala menjelaskan betapa penting nya kewajiban berbakti kepada 0rang tua dengan menggambarkan betapa besarnya pengorbnan dan jasa orang tua .

Maka sudah semestinya bagi seorang anak untuk berbuat baik kepada orang tua nya. Tidak layak bagi seoranga anak untuk melupakan kebaikan dan pengorbanan orang tuanya dan lebih tidak pantas lagi bagi seorang anak untuk menyakiti orang tuanya yang telah berjuang untuknya hingga memepertaruhkan nyawanya.

Ketahuilah bahwa agama islam menjadikan berbakti kepada orang tua sebagai sebuah kewajiban yang sangat besar.

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam  juga telah menyebutkan besarnya keutamaan berbakti kepada orang tua,bahkan lebih besar daripada jihad di jalan Allah. Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadits yang sohih ,dari sahabat Abdullah bin Mas’ud, beliau Shallallahu Alaihi Wasallam  bersabda :

سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Aku bertanya kepada Nabi; “Amalan apakah yang paling utama?” Beliau menjawab,”Shalat pada waktunya.” Aku bertanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab,”Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi: ”Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab,”Berjihad di jalan Allah. (HR Bukhari dan Muslim)

Dari hadits yang mulia ini Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam  menjelaskan kepada kita bahwa betapa besarnya keutaman berbakti kepada orang tua,bahkan lebih utama dibangdingkan berjihad dijalan Allah.
Sebagaimana hadits Abdullah bin Mas’ud yang telah disebutkan Juga hadits tentang seorang lelaki yang meminta izin kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk pergi berjihad, beliau bersabda:

أحَيٌّ والِدَاكَ؟، قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: فَفِيهِما فَجَاهِدْ

“Apakah orang tuamu masih hidup?”. Lelaki tadi menjawab: “Iya”. Nabi bersabda: “Kalau begitu datangilah kedunya dan berjihadlah dengan berbakti kepada mereka” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian kita ketahui bahwa dalam Islam, birrul walidain bukan sekedar anjuran, namun perintah dari Allah dan Rasul-Nya, sehingga wajib hukumnya

Lalu sudahkah kita berbakti kepada orang tua?

Kewajiban berbakti kepada orang tua tidalklah melihat kepada siapa orang tersebut,tidak lah melihat kedudukan orang tersebut,siapapun dia,bagaimanapun keadaan nya dia wajib berbuat baik kepada orang tua,

Ibnu ‘Umar Rodhiyallohu ‘anhuma pernah berkata kepada seorang laki-laki,. “Apakah kamu takut masuk neraka dan ingin masuk surga?”.
Laki-laki itu menjawab, “Tentu.”.
Ibnu ‘Umar Rodhiyallohu ‘anhuma berkata:
Berbaktilah pada ibumu. Demi Allah, sekiranya kamu lemah lembut dalam berbicara kepadanya dan memberinya makan, niscaya kamu benar-benar akan masuk surga, selama kamu menjauhi dosa-dosa besar.
[Jami’ Al-’Ulum Wa Al-Hikam, 1/170].

Subhaanallah Berbakti kepada orang tua balasan nya surge dari Allah Subhaanahu Wa Ta’aala,, akankah kita masih lalai akan hal ini? Akankah kita masih enggan untuk berbuat baik kepada orang tua?

Alangkah dekat nya seorang dengan surga apabila seseorang tersebut berbakti kepada kedua orang tua dan selalu menjauhi dosa dosa besar.

Surga yang dipenuhi kenikmatan,surga yang wangi kesturi,surge yang dibawahnya mengalir sungai sungai,surge yang membuat seluruh jiwa merindukan nya ,surge yang menjadi harapan utama bagi setiap ummat islam semua itu bias diraih dengan berbakti kepada orang tua.

Saudaraku ….

Ketika kita ketahui berbakti kepada orang tua adalah sebab terbesar menjadi kebahagiaan seseorang di dunia dan di akhirat, maka selayaknya kita berusaha meraih kebahagiaan itu.

Apa yang menghalangi kita untuk berbakti kepada orang tua jika hal tersebut membuat kita Bahagia dan menjadi kaya pahala?

Sungguh merugi jika kita mengetahui dekatnya surga dengan bebakti kepada orang tua tetapi kita malah melalaikan nya.

Saudaraku…

Surge memiliki beberapa pintu dan salah satu pintu nya adalah Birrul Walidaini , Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam  bersabda :

الوالِدُ أوسطُ أبوابِ الجنَّةِ، فإنَّ شئتَ فأضِع ذلك البابَ أو احفَظْه

Kedua orang tua itu adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kalian mau memasukinya maka jagalah orang tua kalian. Jika kalian enggan memasukinya, silakan sia-siakan orang tua kalian” (HR. Tirmidzi, ia berkata: “hadits ini shahih”, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no.9 14)

Bakti anak kepada orang tua senantiasa menjadi hutang manusia selama ruh masih berada pada jasadnya,selama jantung masih berdetak,selagi nadi masih berdenyut dan selagi nafas masih berhembus.

Oleh karena itu sangat keliru jika ada orang beranggapan bahwa baktinya telah usai ketika orang tuanya telah wafat.Bakti seorang anak kepada orang tua senantiasa menjadi hutang yang harus di tunaikan sampai ia bertemu dengan Allah Azza Wa Jalla.

Sesungguhnya brbakti kepada orang tua merupakan sebabdihapuskan dosa,sebab diterimanya amalan serta sebab kebahagiaan dunia akhirat.

Semoga kita selalu menjadi hamba yang selalu berbakti kepada orang tua

Wallahu Ta’aala A’lam

Referensi:

  • Al-Mukhtashor Fi Tafsir
  • Ceramah kajian Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashori

Dirangkum oleh : Ustadz Abu Khoitsamah

Baca Juga Artikel:

Tahajud dan Qiyamullail

Jika Nabi Muhammad Wafat Atau Dibunuh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.