Bekal Orang Tua Dalam Mendidik Anak

Bekal Orang Tua Dalam Mendidik Anak

Oleh: Ustadz Zainul Fikri, Lc

Tentang mendidik anak

Anak  merupakan salah satu nikmat yang Allah Ta’ala  berikan kepada orang tua , dan Allah Ta’ala membebankan para orang tua untuk mendidik anak mereka agar menjadi anak yang shaleh. Anak shaleh yang taat kepada Allah Ta’ala, berbakti kepada orang tuanya serta bermanfaat bagi bangsa dan negaranya. Anak shaleh yang menjadikan hati orang tuanya tenang tatkala mengingatnya, bibirnya merasa bangga menyebut namanya, telinganya merasa nyaman mendengar nama anaknya. Anak shaleh yang menjadikan orang tuanya bangga bisa memiliki anak sepertinya, yang mendoakan kebaikan bagi orang tuanya di kala hidup dan matinya, serta terus mengalirkan pahala untuknya setelah kematiannya.

Untuk meraih semua itu butuh bekal, pengorbanan, dan usaha maksimal dari orang tua dalam mendidik anak dengan pendidikan yang baik dalam rangka menghantarkan mereka menjadi anak-anak yang Shaleh.

Mendidik anak dengan pendidikan yang baik merupakan perintah Allah Ta’ala yang wajib di tunaikan oleh  setiap orang tua. Di akhirat kelak, Allah Ta’ala akan meminta pertanggung jawaban mereka atas anak-anak mereka. sebagaimana sabda Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالأَمِيرُ الَّذِى عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِىَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan di tanya tentang orang yang dipimpinnya. Seorang pemimpin yang memimpin manusia, ia akan ditanya tentang rakyat yang dipimpinnnya. Seorang lelaki adalah pemimpin atas keluarganya, dia juga bertanggungjawab atas mereka. Demikian juga wanita (isteri) adalah pemimpin dalam rumah suaminya dan anaknya, dia juga akan ditanya tentang mereka. (HR Bukhori)

Diantara bekal terbaik dalam mendidik anak yang sepantasnya dimiliki orang tua adalah ilmu pengetahuan dan petunjuk dalam mendidik anak. Dan sebaik-baik petunjuk adalah apa yang ada pada Al-Quran dan diajarkan oleh Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam.

Berikut ini di antara perkara–perkara yang sepantasnya diketahui oleh orang tua, atau calon orang tua, sebagai bekal  dalam mendidik anak sabagaimana yang Allah Ta’ala sebutkan dalam Al-Qur’an dan di sebutkan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam  dalam haditsnya.

  • Memulai Dengan Memperbaiki Diri

Keshalehan seorang bapak atau ibu adalah di antara sebab-sebab paling nyata yang dapat membantu dalam mandidik anak untuk menjadi anak yang shaleh. Hal ini dikarenakan orang tua adalah panutan bagi anak-anaknya, yang selalu mereka amati dan tiru perkataan dan perbuatannya. Begitu juga keturunan yang shaleh akan lahir dari keluarga yang shaleh.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Ath-Thur yang artinya: “Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya“. (QS. Ath-Thur: 21)

Maksudnya, anak cucu mereka yang beriman itu ditinggikan Allah Ta’ala derajatnya sebagaimana derajat bapak-bapak mereka, dan dikumpulkan dengan bapak-bapak mereka dalam surga.

  • Banyak Berdoa  Kepada Allah Ta’ala untuk Diberikan Keturunan yang Shaleh

Berdoa kepada Allah Ta’ala untuk meminta anak keturunan yang Shaleh merupakan satu perkara yeng dilakukan olah para nabi dan orang-orang shaleh.

Di dalam Al-Qur’an Allah Ta’ala banyak menyebutkan tentang orang–orang yang berdoa kepada-Nya untuk meminta  anak keturunan yang shaleh. Sebagaimana yang Allah Ta’ala sebutkan tentang doa Nabi Zakaria ’alaihi sallam:

قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَا

“Dia (Zakaria) berkata: Wahai Tuhanku, berikanlah aku dari sisi-Mu keturunan yang baik; sesungguhnya Engkau maha mendengar doa”. (QS. Ali Imron: 38)     

Allah Ta’ala juga menyebutkan dalam surat Al-Furqon diantara sifat hamba-hamba yang shaleh mereka berdoa:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Wahai Tuhan kami, berikanlah kami dari isteri- isteri kami dan anak keturunan kami penyejuk pandangan, dan jadikan kami panutan untuk orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al-Furqon: 74)

  • Mencari Istri atau Suami yang Baik

Anak lahir dari sepasang suami istri, sehingga ia merupakan bagian dari kedunya , dan buah dari benih  mereka. Barangsiapa yang menginginkan buah yang baik akan menanam di tanah yang baik.

Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan tips dalam memilih pasangan, sebagaimana yang beliau sampaikan dalam sabdanya:

تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ

“Nikahilah wanita yang penyayang dan subur, sesungguhnya aku berbangga dengan banyaknya kalian di hadapan umat-umat yang lain”. (HR. Abu Daud)

Juga sabdanya: “Seorang wanita dinikahi dengan empat sebab, karena hartanya, keturunanya, kecantikannya, dank karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, maka kamu akan beruntung” (HR Bukhori dan Muslim)

Dari dua hadits ini Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kaum laki-laki cara yang baik dalam memilih calon istri, yakni wanita yang penyayang, dari keturunan yang subur dan yang mengerti agam tentunya.

Di sisi lain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan kepada wanta cara memilih calon suami sebagaimana sabda beliau:

ذَا أَتَاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ خُلُقَهُ وَدِينَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ

Apabila dating kepada kalian orang yang kalian ridhoi akhlak dan agamanya, maka nikahkanlah ia. Kalau kalian tidak lakukan, akan terjadi fitnah dan kerukan yang banyak di muka bumi ini”. (HR. Tirmidzi)

Dalam hadits diatas, jelas yang menjadi patokannya adalah akhlak dan agama.

  • Membaca Bismillah dan Berdoa Ketika Hendak Berjimak

Diantara sebab yang membantu dalam mewujudkan anak yang shalih adalah dengan membaca bismillah dan berdoa tatkala berhubungan badan. Sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau yang artinya: “Seandainya apabila salah seorang dari kalian tatkala mendatangi isterinya bedoa [bismillah, ya Allah, jauhkan kami dari setan, dan jauhkan setan dari apa yang engkau berikan kepada kami], kemudian ditakdirkan untuk keduanya (dari berhubungan itu) seorang anak, maka setan selamanya tidak akan mampu memudharatkannya”. (HR Bukhori & Muslim)

Maksud dari hadits ini yakni Allah Ta’ala akan menjaga sang anak dari rasukan dan gangguan setan dikarenakan keberkahan doa ini.

  • Memberikan Nama Yang Baik Kepada Anak Adalah Hak Anak Atas Orang Tua

Nama memiliki pengaruh pada pribadi yang dinamai, dan orang yang diberi nama memiliki pengaru atas namanya, baik dalam kebaikan atau keburukan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ وَأَسْمَاءِ آبَائِكُمْ فَأَحْسِنُوا أَسْمَاءَكُمْ

“Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan dengan nama-nama bapak-bapak kalian maka perbaguslah nama-nama kalian”. (HR. Abu Daud)

Dan nama yang paling di senangi Allah Ta’ala untuk anak laki-laki adalah Abdullah dan Abdurrahman, akan tetapi ini tidak berarti nama selain keduanya tidak disenangi Allah Ta’ala.

  • Menafkahi Anak dengan Harta yang Halal

Harta halal selain mendatangkan ridho Allah Ta’ala juga memiliki pengaruh positif terhadap akhlak dan perilaku anak. Sebagaimana harta yang haram selain mendatangkan murka Allah Ta’ala juga memiliki pengaruh negatif terhadap moral anak.

  • Hendaklah Kalimat Yang Pertama di Ajarkan Kepada Anak Adalah Syahadatain

Apabila sang anak sudah mulai berbicara hendaklah yang pertama kali diajarkan adalah kalimat syahadatain, karena dengan kalimat inilah sang anak akan menjadi muslim, dan dengan kalimat inilah dia akan bahagia di dunia dan akhirat.

Ummu Sulaim mengajarkan anaknya Anas bin Malik: “katakan La ilaaha illallah”, “katakanlah:  Muhammad Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam”, dan itu dilakukan sebelum Anas menginjak usia penyapihan.

  • Membiasakan Anak Untuk Melakukan Adab dan Akhlak Mulia

Setelah masa penyapihan, seorang anak memasuki masa di mana ia memiliki kelebihan dalam segi kejernihan akal dan suka meniru orang lain. Maka orang tua  harus mengoptimalkan masa ini serta tidak meremehkan sang anak dengan anggapan bahwa dia masih kecil, belum bisa memahami sesuatu.

Maka ajarkanlah mereka adab-adab makan, minum, tidur, masuk dan keluar kamar mandi, keluar dan masuk rumah, dan adab-adab yang lain yang mereka bisa pahami.

Di samping anak diajarkan adab dan akhlak yang baik untuk dikerjakan, juga diperingatkan dari adab dan akhlak yang buruk seperti berdusta, egois dan mengambil harta orang lain.

  • Berikan Pujian dan Doa atau Hadiah Hepada Anak Tatkala Melakukan Kebaikan

Suatu ketika Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam hendak masuk wc kemudian menemukan air wudhu yang sudah dipersiapkan. Nabi lalu bertanya siapa yang menaruh ini? maka beliau diberitahu bahwa yang menaruh air itu adalah Ibnu Abbas radhiyallahu”anhu,  beliau langsung berdoa

اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيلَ

“Ya Allah Ta’ala jadikanlah dia (Ibnu Abbas) orang yang paham agama dan ajarkanlah ia ta’wil (tafsir tentang makna ayat Al-Quran).” (HR. Bukhori Muslim).

  • Ajarkan Al-Quran Sejak Masih Anak-Anak

Pada masa ini, pikiran mereka belum disibukkan dengan berbagai macam urusan dunia. Maka hendaknya orang tua memanfaatkan masa ini untuk mengajarkan mereka Al-Qur’an dan membiasakan mereka untuk menghafalnya.

  • Mengajarkan Shalat dan Memisahkan Tempat Tidur Mereka

Ketika anak memasuki umur tujuh tahun hendaklah mereka diajarkan shalat lima waktu, dan pada umur sepuluh tahun mereka boleh dihukum ketika meninggalkan shalat, dan tempat tidur anak laki-laki di pisah dengan anak wanita.

Sebagimana sabda Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam “Ajarkanlah anak-anak kalian shalat pada umur tujuh tahun, dan pukullah mereka tatkala sepuluh tahun , dan pisahkan mereka di tempat tidur.” (HR.  Abu Daud)

  • Ajarkan Untuk Bergaul Denagn Orang yang Baik

Karena teman sangat memiliki pengaruh terhadap perilaku dan sikap anak, sedangkan anak- anak senang meniru orang lain. Sebagaimana sabda Rasululllah shalallahu ‘alaihi wa sallam:

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang itu tergantung agama (cara hidup) temannya maka hendaknya setiap kalian melihat siapa yang akan dia temani”. (HR. Abu Daud & Ahmad)

  • Berlaku Adil Terhadap Anak-Anak

Hendaklah orang tua berlaku adil kepada anak-anaknya, karena anak-anak memiliki perasaan yang peka terhadap perlakuan berbeda yang dilakukan orang tua. Betapa banyak permusuhan dan pertengkaran yang terjadi diantara anak-anak yang bersaudara dikarenakan ketidak adilan orang tua dalam memperlakukan anak-anaknya.

Suatu hari ada seorang sahabat datang kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjadikan beliau saksi atas pemberian yang ia berikan kepada anaknya Nu’man. Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Apakah semua anakmu kamu berikan separti ini ? Dia berkata tidak, maka Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam berkata : Takutlah kepada Allah Ta’ala dan berlaku adillah terhadap anak-anak.(HR. Bukhori)

  • Tidak Mendoakan Kejelekan Kepada Anak Tatkala Anak Berakhlak Buruk

Karena salah satu doa yang makbul adalah doa orang tua yang mendoakan kebinasaan bagi anaknya, sebagaiman sabda  Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam :

لَا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَوْلَادِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ لَا تُوَافِقُوا مِنْ اللَّهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيبُ لَكُمْ

Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, jangan mendoakan keburukan untuk anak kalian, jangan mendoakan keburukan untuk pembantu kalian, jangan mendoakan keburukan untuk harta kalian. Bisa jadi ketika seorang hamba berdoa kepada Allah Ta’ala bertepatan dengan waktu mustajab, lalu Allah Ta’ala kabulkan. (HR. Abu Daud)

  • Menjadi Contoh Teladan yang Baik Bagi Anak-Anak

Orang tua seharusnya menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya baik dalam hal ibadah ataupun akhlak seperti kejujuran, ketaatan, kesabaran, melaksanakan setiap perkataannya dan yang lainnya. Dan di antara  hal-hal baik yang sepantasnya dilakukan orangtua adalah melaksanakan sholat di depan anak-anak sehingga mereka mengetahui cara sholat dari kedua orangtua. Inilah hikmah dari dianjurkannya solat sunnah di rumah.

  • Bermain dan Bercanda Dengan Anak-Anak

Bermain dan bercanda bersama anak memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan sang anak. Karena bermain dan bercanda merupakan bagian yang tidak bisa terlepas dari kehidupan mereka.

Maka orang tua janganlah meremehkan bermain dengan anak-anak, karena dengan bermain dan bercanda bersama anak- anak akan menumbuhkan rasa kecintaan mereka kepada orangtuanya.

Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya. Beliau mencandai anak-anak dan berlemah lembut kepada mereka. Sebagaimana yang diceritakan oleh sahabat yang mulia Abu Hurairoh yang berkata: “Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjulurkan lidahnya ke Hasan bin Ali maka Hasan melihat lidah beliau yang merah  dan ia menyukainya”. (HR Ibnu Hibban).

Inilah beberapa bekal dalam mendidik anak dalam rangka untuk mengantarkan mereka menjadi anak-anak shaleh setelah taufik dari Allah Ta’ala. Semoga Allah Ta’ala memberikan kemudahan bagi kita dalam mendidik anak, sehingga akan muncul generasi yang benar-benar mencintai Allah Ta’ala dan Rosul-Nya.

 

Referensi :

  1. Tarbiyatul Aulad fi Dhauil Kitab Wassunnah. Abdulloh bin Abdussalaam Assalmaan.
  2. Min Maalim Al-Manhaj An-Nabawi fi Tarbiyatil Abnaa’.
  3. Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah

Sumber: Majalah Lentera Qolbu, tahun ke-4 edisi ke-8

Sumber gambar: www.designmolvi.com

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*