Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

BAHAYA MENGUMBAR AURAT

aurat

BAHAYA MENGUMBAR AURAT

 

Sungguh pakaian merupakan penghias bagi manusia.Ia juga memberikan tanda kemajuan sebuah peradaban,tingginya kemulian serta lambang kesopanan.Sebaliknya tak berpakain merupakan salah satu indikasi budaya masyarakat primitif,tanda kehinaan serta merosotnya derajat manusia hingga serendah hewan atau bahkan lebih hina darinya.

Oleh karenanya, setanselalu menggoda manusia agar menanggalkan pakaian, menutup auratnya, sementara Allah mewanti-wanti agar manusia tidak tertipu dengan godaan syaitan.Renungkanlah firman-Nya:

يبني أدم لأ نفتننكم الشيطن كما أخرج أبويكم من الخنة ينزع عنهما لبا سهما لير يهما سوأ تهما

   Wahai anak cucu adam! Janganlah kalian tertipu oleh setan ! sebagaimana dia telah mengeluarkan ibu bapak kalian dari surga, dengan menaggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. (QS. Al-a’raf/7:27)

     Samping memberikan peritah menutup aurat, islam juga mengeluarkan larangan membuka aurat, sebagaiman sabda Nabi Muhammad:

أنا نهينا أن ترى عور اتنا

Sesungguhnya kami dilarang bila aurat kami terlihat. (HR Ahmad)

Dari uraian diatas, kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa islam memerintahkan menutup aurat, dan melarang mengumbarnya.Dan yang perlu dicamkan yaitu tidaklah islam memerintahkan sesuatu melainkan pasti ada bahaya bila perintah itu ditinggalkan, sebaliknya islam tidak akan melarang dari sesuatu melainkan karna ada bahaya bila dilakukan.

Begitu pula tentang tindakkan mengumbar aurat atau tidak menutupinya, terdapat banyak sekali bahaya yang ditimbulkannya, baik bahaya yang dirasakandi dunia ini maupun bahaya yang akan dirasakan diakhirat nanti, baik bahaya tersebut hanya berdampak pada indifidu pelakunya atau bahaya menjalar keanggota masyarakat luas.

Di antara bahaya-bahaya tersebut adalah sebagai berikut:

1.Kanker kulit melanoma

Sebuah masalah kesehatan dari inggris menyebutkan, bahwa kanker mematikan melanoma yang merupakan jenis kanker yzng dulu paling jarang menemukan, sekarang jumlahnya terus bertambah di kalangan pemudi pada usia dini, dan sebab utama menyebar kanker ini adalah mewabahnya pakaian-pakaian mini yang menjadikan para wanita terpapar oleh radiasi matahari dalam waktu panjang selama bertahun-tahun, dan stoking yang transparan tidak dapat melindungi kulit dari terkena kanker ini.

2.Menyeret pelakunya semakin jauh dari syariat dan akhlak.

Ini merupakan keniscayaan yang tidak dapat di elakkan, karena mengumbar aurat merupakan dorongan dan tuntunanhawa nafsu, semakin di turuti ia akan semakin menuntut lebih dari sebelumnya.Berawal dari suka memamerkan wajah, lalu rambut, lalu leher, lalu pundak dan seterusnya, hingga akhirnya orang tersebut  akan menaggalkan syariat dan akhlaknya, bersamaan dengan ditinggalkannya pakaiannya.

3.Hilangnya rasa malu dari mengumbar aurat.

Setiap orang yang mengumbar aurat, awalnya pasti dia merasa malu secara fitrah.Namun karena doronga hawa nafsu yang lebih kuat, ia abaikan rasa malu tersebut. Lalu lambat laun rasa malu itu akan melemah dan terus melemah, sampai akhirnya hilang sama sekali.Jika rasa malu sudah sirna,bahkan bisa jadi rasa malu itu berubah menjadi rasa bangga dengan perbuatannya yang memamerkan aurat.Sungguh sirnanya rasa malu merupakan kerugian yang sangat besar, karena rasa malu merupakan kebaikan yang agung dan bagian dari kaimanan, sebagaimana sabda-sabda Nabi Muhammad berikut:

الحياء كله خير

Malu itu semuanya baik

الحياء لا يأتي إلا بخير

Rasa malu itu tidak mendatangkan kecuali kebaikan.

والحياء شعبة من الا يمان

Dan rasa malu merupakan cabang dari iman. (Bukhari dan Muslim)

  1. Orang yang mengumbar auratnya akan selalu di perbudak oleh nafsunya.

Karena dengan mengumbar auratnya,ia akanterpaksa harus melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak perlu ia lakukan, seperti memberikan perlindungan ekstra untuk kulitnya dari sengatan sinar UV matahari, memberikan perawatan khusus agar kulitnyaterlihat putih dan bercahaya, mengikuti mode gaya barat mulai dari rambut hingga ke bawah kakinya, dan melakukan segala usaha agar ia dikatakan menarik dan mempesona. Ini semua di samping merugikan dari sisi pinansual, juga mendatangkan banyak bahaya dan dosa.

Ironis memang keadaan meraka, merasa berat dan enggan menjadi hamba Allah padahal Allah telah memberikan kenikmatan yang sangat banyak kepadanya. Namun mereka malah bersusah payah menjadikan dirinya sebagai budak setan dan hawa nafsunya. Inilah sebabnya mengapa wanita yang mengumbar auratnya terkesan murahan dan rendahan.Mereka mengira di hormati padahal di rendahka. Lihatlah, bagaimana mereka disandingkan dengan barang dagangan, atau sebagai penghiasnya, atau penglarisnya! Karena memang katika itu ia menjadi buadak setan dan nafsunya., serta enggan menjadi hamba Allah Yang Maha Mulia.

  1. Melalaikannya dari pekerjaan rumahnya.

Dampak ini berlaku bagi kaum wanitayang memang seharusnya banyak menyibukkan dirinya di rumahnya, sebagaiman firman-Nya:

وقرن فى بيوتكن ولا تبرجن تبرج الجهلية الاولى

Menetaplah di rumah-rumah kalian, dan jangan lah kalian bertabarruj ( berdandan) ala wanita-wanita jahiliyyah dahulu.(QS. Al- Ahzab/33:33)

jika perintah dalam ayat ini di tunjukkan kepada istri Nabi Muhammad padahal ketakwaan dan kesalehan mereka sangat tinggi, maka tentunya wanita-wanita yang di bawah derajat mereka lebih pantas mendapatkan perintah ini.

Ayat ini juga mengisyaratkan adanya keterkaitan yang sangat erat antara berdandan ala jahiliyyah dengan seringnya wanita keluar rumah, karena tidaklah ia berdandan ala jahiliyyah kecualihanya karna ingi mendapatka pujian dari oarang lain, dan perhatian tidak akan dia dapatkan kecualidengan keluar rumah. Dan bila wanita sering keluar rumah, tentunya banyak pekerjaan rumah yang terbengkalai, sehingga kehidupan rumah tangga tidak berjalan seimbang dengan semestinya.

 

REFERENSI :

Di tulis oleh Ustadz Musyaffa, M.A. Hafidzhahullah dari Majalah As-Sunnah.

Edisi 09/Tahun XVII/Rabiul Awwal 1435H/Januari 2014M

Diringkas oleh : Fitriana Ayu Sifa Aulia (Santriwari Ponpes DQH)

Baca Juga Artikel:

Bahagianya Rumah Tanggaku

Cara Selamat Dari Fitnah

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.