APA ITU SYAFAAT?

APA ITU

 

Apa itu Syafaát  ?

 

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada Nabi yang diutus sebagai rahmat bagi alam semesta. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah, kecuali Allah semata, tidak ada sekutu baginNya. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Muhammad, keluarga, dan para sahabat beliau. Amma ba’du

Syafaát, kata – kata ini tidak asing lagi bagi kita, bahkan sangat sering kita dengar, hampir disetiap pembukaan kata sambutan, kata “Syafaát” diucapkan oleh pembicara.

Sebagai seorang muslim kita wajib mengetahui apa itu syafaát, adapun cara untuk mengetahuinya yaitu dengan belajar, sebagaimana sabda Rasulullah صل الله عليه وسلم :

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَ كُلِّ مُسْلِمِ

“Menuntut ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim”[1]

  1. Pengertian Syafaát

Syafaát merupakan perantaraan (pertolongan) untuk menyampaikan permohonan (kepada Allah).[2]

  1. Jenis – jenis syafaát
  • Syafaát Uzhma

Syafaát Uzhma yang khusus untuk Nabi صل الله عليه وسلم di antara para nabi lainnya, yang diriwayatkan di dalam ash-Shahihain dan lainnya dari beberapa orang sahabat.

Diantaranya adalah hadits Abu Hurairah رضي الله عنه  , beliau berkata, “Rasulullah صل الله عليه وسلم  diberi hidangan daging, lalu paha (sampil)nya disodorkan kepada beliau, dan beliau memang menyukai daging sampil, maka beliau menggigitnya dengan sekali gigitan lalu bersabda,

فيأتون فيقولن يا محمد انت رسوالله وخاتم الأنبياء غفر الله لك ما تقدم من ذنبك ؤما تأخر فاسفع لنا إلي ربك ألا تري إلي ما نحن فيه  ألا ترى ما قد بلغنا

فأقوم فاتي تحت العرش فأقع ساجدا لربي ثم يفتح الله علي ويلهمني من محامده وحسن الثناء عليه شيئا لم يفتحه عل أحدقبلي فيقال يا محمد ارفع رأسك سل تعطه اشفع تشفع فاقول يا رب أمتي أمتي يا رب أمتي أمتي يا رب أمتي أمتي

فيقول ادخل من أمتك من لا حساب عليه من الباب الأيمن من ابواب الجنة وهم شركاءالناس فيما سواه من الأبواب 

“… Mereka pun mendatangiku. Mereka mengatakan, ‘wahai Nabi Muhammad, Anda adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah telah mengampuni dosa Anda yang telah lalu dan yang terkemudian. Mintalah syafaát untuk kami kepada Tuhan Anda. Tidakkah Anda melihat keadaan kami ? tidakkah Anda melihat keadaan yang kami alamai ?’ Aku pun bangkit lalu pergi hingga sampai di bawah arasy, lalu aku bersujud kepada Tuhanku عز وجل. Kemudian Allah membukakan padauk dari pujian – pujian kepadaNya dan sanjungan yang bagus kepadaNya apa yang belum pernah dibukaNya untuk seorang pun sebelumku. Kemudian dikatakan, ‘Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, MIntalah, maka permintaanmu dipenuhi, dan syafaatilah, maka syafaatmu diperkenankan.’ Aku pun mengangkat kepalaku seraya aku katakana, úmatku, umatku, wahai Tuhanku. úmatku, umatku, wahai Tuhanku. úmatku, umatku, wahai Tuhanku.’

Dikatakan, ‘Wahai Muhammad, masukkanlah dari umatmu orang-orang yang tidak dihisab dari pintu kanan (al-Bab al -Aiman) dari pintu – pintu surga, dan mereka adalah sama dengan manusia lainnya berkenan dengan pintu – pintu yang lainnya.’”

  • Syafa’at Nabi untuk orang – orang yang kebaikan dan keburukannya mereka seimbang, dimana Nabi صل الله عليه وسلم memberi mereka syafa’at sehingga mereka dimasukan ke dalam surga.

السا بق بالخيرات يدخل الجنة بغير حسابو، والمقتصد يدخل الجنة برحمة الله، والظالم لنفسه واهل الأعراف يدخلون الجنة بشفاعة محمد صل الله عليه وسلم

“orang yang bersegera dalam kebaikan masuk surga tanpa hisab, orang pertengahan masuk surga dengan rahmat Allah, orang yang menzhalimi diri (dengan dosa – dosa) dan Ashabul A’raf masuk surga dengan syafa’at Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم. [3 ]

Dan syafa’at lainya untuk orang – orang  yangdiperintahkan supaya dimasukkan kedalam api neraka agar mereka tidak memasukinya.

Al-Hafizh menyebutkan dalam Fath al-Bari, 11/436 bahwa dalil syafa’at ini adalah hadits Hudzaifah yang diriwayatkan oleh Muslim, no. 195, artinya “…dan Nabi kalian di atas jembatan seraya berkata, ‘wahai Tuhanku, selamtkan’.”

Ibnu Katsir saat menyebutkan syafa’at ini dalam an-Nihayah hal. 313 menyebutkan hadits Ibnu Abbas رضي الله عنه yang berkata, Rasulullah صل الله عليه وسلم bersabda, “Mimbar – mimbar diletakkan untu kpara nabi”, dan seterusnya hadits tersebut, dan didalamnya disebutkan, artinya “…aku akan terus memberikan syafa’at hingga aku diberi daftar orang – orang yang diperintahkan untuk dimasukan ke neraka, hingga malaikat penjaga neraka berkata, ‘wahai Muhammad, kamu tidak meninggalkan hukuman untuk murka Tuhanmu pada umatmu’.”

  • Syafa’at Nabi صل الله عليه وسلم untuk mengagkat derajat orang – orang yang masuk surga lebih dari tuntunan pahala amal perbuatan mereka.

اللّهم اغفر لعبيد ابي عامر واجعله يوم القيامة فوق كثير من خلقك

“Ya Allah, ampunilah Ubaid Abu Amir, angkatlah dia di hari Kiamat di atas banyak orang dari makhlukMu.”[4]

اللّهم اغفر لأبي سلمة وارفع درجتة في المهديين

“Ya Allah, ampunilah Abu Salamah dan angkatlah derajatnya di kalangan  orang – orang yang diberi petunjuk.”[5]

  • Syafa’at Nabi صل الله عليه وسلم kepada orang – orang agar masuk surga tanpa hisab. Dasar dari syafa’at ini adalah hadits Ukkasyah bin Mihshan saat Nabi صل الله عليه وسلم mendoakannya agar masuk ke dalam rombongan 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab dan hadits itu diriwayatkan dalam ash-Shahihain.
  • Syafa’at Nabi صل الله عليه وسلم dalam meringankan azab dari orang yang berhak mendapatkannya, seperti syafa’at Nabi صل الله عليه وسلم untuk pamannya Abu Thalib agar azab diringankan darinya.

Kemudian al-Qurthubi berkata sesudah menyebutkan bentuk syafa’at ini, “bila ada yang berkata, Allah تعال berfirman,

فَمَا سَفَعُهُمْ شَفَاعَهُ الشَّافِعِينَ

“Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at (pertolongan) dari orang – orang yang memberi syafa’at.” (Al – Muddatstsir : 48)

Maka kami menjawab, syafa’at tidak berguna baginya untuk mengeluarkannya dari neraka, sebagimana ia berguna bagi para ahli tauhid yang berbuat dosa, mereka dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.”

  • Syafa’at Nabi صل الله عليه وسلم agar orang – orang mukmin di izinkan masuk surga. Dalam shahih muslim dari Anas رضي الله عنه bahwa Rasulullah صل الله عليه وسلم bersabda,

اَنَا أَوَّلُ شَفِيْعٍ فِي الجَنَّةِ

“Aku adalah pemberi syafa’at pertama untuk (masuk) surga.”[6]

  • Syafa’at Nabi صل الله عليه وسلم  untuk para pelaku dosa – dosa besar dari umat beliau yang masuk neraka agar dikeluarkan dainya. Hadits – hadits yang menetapkannya mutawatir . tetapi ini tidak jelas bagi Khawarij dan Mu’tazilah, sehingga mereka menolaknya, mereka memang tidak tahu hadits shahih, di samping yang tahu dari mereka memilih menentang dan mempertahankan bid’ahnya.

Syafa’at ini juga dimiliki oleh para malaikat, para nabi dan orang – orang beriman. Syafa’at ini terulang dari Nabi صل الله عليه وسلم sebanyak empat kali. Di antara hadits – hadits yang menunjukan syafa’at ini adalh hadits Anas bin Malik رضي الله عنه  Rasulullah صل الله عليه وسلم  bersabda,

شَفَا عَتِي لِأَهْلِ الكَبَاءِرِ مِنْ أُمَّتِي

“Syafa’atku untuk pelaku dosa – dosa besar dari umatku”

Semoga kita semua mengenal jenis – jenis syafa’at, dan semoga kita semua bisa mendapatkan syafa’at dari Rasulullah صل الله عليه وسلم, kira dengan syafa’at tersebut kita semua bisa masuk surga Bersama orang – orang soleh. Aamiin

 

Diringkas dari : kitab Tahdzib Syarah Aqidah Thahawiyah Imam Ibnu Abil Izz al-Hanafi, Penerbit Darul Haq, Cetakan ke II, Jakarta  Dzulqa’da 1437 H (08. 2016 M)

 

Diringkas Oleh : Ferawan, Bendahara Ponpes Darul Qur’an Wal Hadits Martapura OKU Timur, Sumatera Selatan

Baca Juga Artikel:

Adab Muslimah Berhias

Hinanya Hati Yang Keras

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.