AGAR JAUH DARI SIKAP DURHAKA KEPADA ORANG TUA

durhaka

AGAR JAUH DARI SIKAP DURHAKA KEPADA ORANG TUA

 

Di dunia ini kita di hadapkan dengan dua pintu,pintu bakti kepada orang tua dan pintu bakti anak  terhadap kita.Berbakti kepada orang tua kita adalah ibadah kepada Allah sebelum amalan ini menjadi akhlak mulia,balasan baik,atau rahmat yang Allah tempatkan di hati para anak. Seiring kesibukan dunia dan kehidupan,lupa atau kebodohan,dan sikap tidak peduli,di antara kita kadang berbuat durhaka anak-kepada kedua orang tua yang kita tidak inginkan. Berikut ini sejumlah langkah dan cara untuk menjauhi sikap durhaka terhadap kedua orang tua,untuk selanjutnya untuk memperlakukan orang tua dengan baik.

  1. Satu sikap durhaka adalah membiarkan kedua orang tua tanpa adanya siapapun yang menanggung dan merawat mereka berdua,tidak menafkahi keduanya padahal keduanya sangat memerlukan bantuan. Bentuk durhaka lainnya,bila seorang yang telah menikah,ia meninggalkan rumah orang tua tanpa minta izin ayah dan tidak meminta restu ibu,padahal ini keluar yang di perlukan. Adapun jika tidak di perlukan,anak harus tetap tinggal bersama kedua orang tua,agar orang tua senang melihat sang anak dan tenag hati karena keberadaannya.
  2. Anak laki-laki ataupun perempuan harus mewaspadai apapun yang memicu amarah kedua orang tua,jangan sampai memanggil orang tua dengan sebutan nama mereka, tapi harus memanggil dengan sebutan yang indah,misalnya dengan sebutan ayah,abi,ibu,atau bunda serta sebutan lainnya.
  3. Sebagian anak ketika sudah beranjak dewasa dan punya pekerjaan yang mendatangkan penghasilan,tidak memberikan sebagian pendapatan untuk kedua orang tua atau salah satunya. Padahal bagian kecil yang diberikan kepada orang tua memiliki nilai besar di hati kedua orang tua,karena keduanya merasakan perhatian anak
  4. Ada sebagian anak yang royal terhadap keluarga,istri,dan anak-anak ataupun teman-teman ,memberi mereka barang dan hadiah. Namun apakah jiwanya yang keliru itu terbetik untuk memberikaan hadiah kepada orang tuanya atau salah satunya. Padahal pada dasarnya pemberian ini bukan lah hadiah,tapi bentuk pengembalian tidak seberapa untuk hutang besar yang membebani punggungnya. Untuk itu segeralah ambil dompet dan pergilah ke toko terdekat suatu menurut anda dimana menurut anda kedua orang tua anda atau salah satunya memerlukan barang tersebut. Berikan barang tersebut kepada kedua orang tua anda,sertakan mita maaf anda.

Berikut ini sejumlah media pembantu untuk berbakti kepada orang tua,baik saat keduanya masih hidup atau pun setelah meninggal.

  1. Segala kebaikan tidak didatangkan dengan sesuatu pun hal nya dengan doa. Seperti itulah kebiasaan orang sholih ,mereka memohon kepada sang pencipta agar di beri pertolongan untuk berbakti kepada kedua orang tua,agarbayah dan ibu mereka ridho kepada mereka.

Dalam Al-Qur’anul Karim, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :

رب اوزعنى ان أشكر نعمتك التى انعمت عليي وعلى ولدي وان اععمل صالحا ترضه وأدخلني برحمتك في عبدك الصلحين (19)

….Ya tuhan ku,anugrahkan lah aku ilham untuk tetap untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah engkau anugrahkan kepadaku dan kepada edua orang tua ku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang engkau ridhoi dan masukkan lah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-mu yang sholih.

 

  1. Mengingat nikmat keberadaan kedua orang tua kala kedua nya telah tiada. Ya,kedua orang tua yang mata ini bersinar terang karena melihat keduanya,kesedihan hilang karena senyuman kedua nya,kebahagiaan datang silih berganti karena keceriaan keduanya. Suatu hari nanti pasti datang waktunya dimana hati anda’terbelah’ pada pagi hari dan jantung anda pecah pada sore hari,karena setiap pagi dan sore hari anda terluka lantaran kepergian salah satu dari kedua orang tua anda,kala ia pergi dari tatapan anda .
  2. Ingat lah selalu pahala berbakti kepada orang tua . kedua orang tua adalah satu di antara sekian pintu syurga jika anda berbakti kepada keduanya. Dan,mungkin juga keduanya menjadi sebab kesengsaraan anda jika anda durhaka terhadap salah satu atau kedua orang tua mu. Bila anda ingat pahala besar berbakti kepada orang tua dan dosa besar durhaka kepada keduanya,ingatan ini akan menjadi dorongan kuat bagi anda untuk berbakti kepada keduanya.

AGAR ORANG TUA RIDHO

Berikut ini sejumlah cara lain agar mengundang ridho orang tua;

  1. Jangan menatap tajam keduanya saat sedang berbicara
  2. Jangan bersuara keras dihadapannya saat berbicara meminta atau bertanya sesuatu.
  3. Jangan berbicara lebih dulu mendahului keduanya. Dengan kata lain,jangan berbicara ketika ada orang lain yang lebih tua.
  4. Jangan duduk di hadapan kedua orang tua saat keduanya berdiri. Ini adalah etika nabawi yang di ajarkan nabi.
  5. Jangan mencela kedua orang tua anda dan jangan melakukan apapun yang mengundang celaan bagi keduanya.

Seperti disebutkan dalam hadist:

ان أكبر ئر ان يلعن الرجل والديه,قيل : يا رسولالله وكيف يلعن الرجل والديه؟ قال : يسب أبا الرجل فيسب أباه ويسب أمه فيسب أمه.

Sungguh dosa paling besar diantara dosa-dosa besar dalah seseorang yang melaknat kedua orang tuanya.mereka bertanya(para sahabat) bertanya: “wahai rosulullah,bagaimana orang melaknat kedua orang tua nya sendiri. Beliau menjawab “dia mencela ayah orang lain lalu membalas mencela ayahnya. Ia mencela ibu orang lain lalu membalas mencela ibunya.(HR. Muslim)

DURHAKA KEPADA ORANG TUA ; KEPAHITAN DAN KEBODOHAN

Allah berfirman yang artinya:

“Dan tuhan mu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu,maka sekali-kali jangan lah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan’ah’ dan janganlah engkau membentuk keduanya dan ucapkan lah kepada keduanya perkataan yang baik. (Al-isra’(17):23)

Perintahnya jelas dalam firman,”Dalam pemeliharaanmu”bukan di panti-panti jompoataupun di rumah yang luas namun membuat sedih. Orang tua harus berada di tempat anda,rumah anda,dalam pemeliharaan anda.

Kedua orang tua harus di hormati,dimuliakan dan miliki peran penting. Saat itu hujan doa deras kepada anda,doa agar anda dilindungi dan di beri kesehatan.

Dalam pemeliharaan anda,jangan sampai kehormatan seorang ibu ternodai oleh istri durhaka. Jangan sampai suami(anak) marah kepada ibu,suami yang menghabiskan waktunya seharian dan tidak bertanya kepada dirinya bagaimana kondisi anak-anak nya setelah seharian bersamanya kelak.

Allah mengancam siksa yang pedih dan perjumpaan yang berat bagi siapa yang durhaka kepada orang tuanya,karena kemaksiatan ini sangat besar dan buruk,juga kejahataan yang paling buruk. Seorang mukmin yang merinding ketika melihat seorang anak kala beranjak dewasa melupakan jasa-jasa orang tua nya,padahal kedua orang tua  ya menghabiskan  usia indah dan masa muda demi merawatnya,keduanya rela bergadang tidak tidur demi sang buah hati nya tidur,keduanya rela lapar agar ia kenyang,keduanya rela letih agar ia merasa nyaman. Namun saat keduanya beranjak tua,lemah,punggung mereka berdua membungkuk dan tak berdaya lagi,si anak mengingkari jasa-jasa mereka berdua,membalas perlakuan kedua orang tua nya dengan kata-kata dan sikap yang kasar,mengingkari hak mereka berdua,

Allah menjadikan hukuman orang yang durhaka kepada orang tua sangat besar dan berat. Allah menyandingkan haknya dengan hak orang tua. Allah menjadikan bakti kepada orang tua dan menyambung tali silaturrahmi.

Allah  berfirman yang ertinya;

Dan tuhan mu telah memerintahkan agar kamu jagan menyembah selain dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapaknya….(Al-isra’:17:23-24)

Allah memerintahkan agar jangan ada yang disembah selain-nya. Selain beribadah kepadanya,diharuskan untuk berbakti kepada orang tua,menyambung tali silaturrahmi,berbaik kepada mereka,dan secara khusus Allah memerintahkan untuk memperlakuakn kedua orang tua dengan baik.

Allah berfirman:

Dan kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya,ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah…(Luqman;(31);14)

Yang di maksud dengan kelemahan d atas adalah kelemahan beban berat badan,berat saat hamil dan saat melahirkan yang mempertaruhkan nyawa antara hidup dan mati,juga saat mengasuh dan di lanjutkan denngan menyusui dan menyapih dalam dua tahun.

 

Semoga kita semua menjadi anak-anak yang berbakti kepada orang tua,hingga sakaratul maut rasa ringan bagi kita,serta di tempatkan disyurganya bersama kedua orang tua kita. Aminn.

 

REFERENSI  :

Buku:   “Air mata orang tua,Thn.2014, Penulis: Butsainah As-sayyidi Al-iraqi

Baca Juga Artikel:

25 Bid’ah Dalam Agama

Berbaktilah Pada Kedua Pintu Surgamu

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.