5 LANGKAH JITU ATASI KEGUNDAHAN HIDUPMU

Sebagian orang ada yang merasa kehidupannya selalu diselimuti dengan perasaan galau, gundah, dan tidak tenang. Perasaan ini seringkali muncul ketika problem kehidupan meningkat sedangkan imannya melemah.

Ketahuilah, ketaatan kepada Allah yang diwujudkan dengan amal shalih adalah cara terbaik dalam meraih kebahagiaan, ketenangan, dan pengusir rasa gundah. Tidaklah kebaikan dunia terwujud kecuali dengan mendekatkan diri kepada Allah.

Allah berfirman :

من عمل صلحا من ذكر أوأنثى وهومؤمن فلنحيينه حيوة طيبة ولنجزينهم أجرهم باحسن ماكانوا يعملون

Barangsiapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs. An-Nahl : 97)

Fudhail bin iyadh berkata, ‘’Sungguh ketika aku berbuat maksiat kepada Allah maka aku ketahui pengaruhnya pada akhlak keledaiku dan penjagaku.’’[1]

Berikut ini sebagian kecil dari cara dan langkah agar hidup kita tenang dan tidak galau sepanjang hari.

  1. Membaca al-Qur’an dengan tadabbur

Hikmah diturunkannya al-Qur’an agar manusia dapat merenungi ayat-ayatnya serta mengambil pelajaran darinya. Allah berfirman yang artinya:

“Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.”

Allah mencela orang-orang yang enggan memperhatikan al-Qur’an, seperti dalam firman-Nya:

أفلا يتدبرون القرءان أم على قلوب أقفالها

Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qu’an ataukah hati mereka yang terkunci.”

 (QS. Muhammad : 24)

Asy- Syaikh Muhammad ibn Shalih al-Utsaimin berkata, “Dalam ayat ini, Allah mencela orang-orang yang tidak menghayati al-Qur’an, dan tidak mengisyaratkan bahwa hal itu termasuk terkuncinya hati mereka dan tercengahnya kebaikan kepada mereka.”[2]

Ketahuilah bahwa al-Qur’an adalah petunjuk kebaikan bagi kehidupan manusia. Jika kita menginginkan hati yang terang, bening sebening kaca, dan jiwa yang bersih maka jangan mencari obat kemana mana. Al-Qur’an adalah solusinya. Allah berfirman :

إن هذا القرءان يهدي للتي هي أقوم ويبشر المؤمنين الذين يعملون الصلحات أن لهم أجرا كبيرا

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan  petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal-amal sholeh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra’ : 9)

Ketentraman adalah dengan membaca Al-Qur’an, merenungi maknanya, bukan dengan mendengar lagu-lagu dan semisalnya. Perhatikan firman Allah yang artinya : ‘’ yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.’’ (QS. Ar-Ra’d : 28)

Al-imam ibn al-Qoyyim Rahimahullah mengatakan, “Hati tidak akan tenang kecuali dengan iman dan keyakinan. Tidak ada jalan untuk menggapai iman dan keyakinan kecuali dengan  Al-Qur’an. Kerena tenang dan tentramnya hati termasuk keyakinan terhadap Al-Qur’an. Dan guncangnya hati pertanda keraguannya. Dengan Al-Qu’an dapat tergapai keyakinan dan tertolak keraguan, sangkaan, dan kebimbangan. Maka tidak akan tenang hati seorang muslim kecuali dengan Al-Qur’an.”[3]

Maka mulai detik ini, renungi dan pahamilah Al-Qur’an, kaji lebih dalam lagi jangan engkau berpaling darinya, karena Allah berfirman :

ومن أعرض عن ذكري فإن له معيشة ضنكا ونحشره يوم القيمة أعمى

Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”(QS. Thaha : 124)

  1. Shalat Tahajud

Shalat tahajud adalah shalat yang dikerjakan pada malam hari setelah sebelumnya tidur terlebih dahulu.

Al-Imam as-safarini Rahimahullah mengatakan, “Orang yang shalat tahajud adalah orang yang shalat diwaktu malam. Para ulama kita mengatakan, ‘shalat tahajud itu tidak dikerjakan kecuali setelah tidur terlebih dahulu. Sedangkan shalat malam lebih umum, waktunya sejak tenggelamnya matahari dan terbitnya fajar. Ia adalah shalat sunnah yang sangat dianjurkan.’”

Allah sering memuji para hamba yang shalih karena mereka mengerjakan shalat malam dan tahjud. Allah berfirman :

كانوا قليلا من اليل مايهجعون () وبالأسحارهم يستغفرون()

“Mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz-Dzariyat : 17-18)

Sahabat yang mulia Ibn Abbas mengatakan, “waktu malam tidak berlalu begitu saja bagi mereka, melainkan mereka selalu mengerjakan shalat malam walaupun hanya sedikit.”

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdo’a kepada Rabb-nya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa-apa rezeki yang Kami berikan. Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan. ‘’ (QS. As-Sajadah : 16-17)

Al-Imam Ibn Katsir Rahimahullah berkata, “Sungguh seorang tidak dapat mengerjakan shalat malam, meninggalkan tidur, dan meninggalkan berbaring diatas kasur empuk.”[4]

Ketahuilah, shalat malam yang dikerjakan dengan khusu’, menyendiri, dan memaknai kandungan Al-Qur’an dan do’a yang dibaca akan membawa ketenangan hati, perasaan tentram, dan jiwa yang baik. Permasalahan dunia yang sulit akan terasa ringan jika kita mengerjakan shalat. Karena shalat adalah penghibur dan penyejuk hati. Rosulullah bersabda :

يابلال أقم الصلاة أرحنا بها

“Bangkitlah, hai Bilal, hiburlah kami dengan shalat.” (HR. Abu Dawud, Ahmad).

Al-Imam Ibn Qoyyim berkata, “ketahuilah, tidak ada keraguan bahwa shalat adalah penyejuk orang-orang yang tercinta, kelezatan jiwa-jiwa orang yang bertauhid, taman-taman orang yang beribadah, kelezatan hati orang yang khusyuk. Ia adalah rahmat Allah yang dihadiahkan kepada hamba-Nya yang beriman.”[5]

Beliau juga berkata, “Sesungguhnya shalat itu bisa menghapus kejelekan bagi orang yang menunaikan hak-hak shalat, dia menyempurnakan kekhusyukan shalat. Dia berdiri dihadapan Allah dengan hati yang hadir dan berpikir. Orang yang semacam ini jika selesai shalat akan menjumpai keringanan dalam shalat, menjumpai kelapangan hati setelah shalat.”

  1. Berteman dengan teman yang shalih

Allah memerintahkan kepada kita untuk bersama-sama orang yang baik dan shalih. Alllah berfirman:

يأيها الذين ءامنوا اتقوا الله وكونوا مع الصادقين

“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. At-Taubah : 119)

Dan Allah juga berfirman  yang artinya : “Teman-teman yang akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Az-Zukhruf:67)

Teman pun mempunyai pengaruh yang kuat dalam membentuk kepribadian, sifat dalam diri seorang muslim. Sebab itu, tidak mengherankan bila Rosulullah sudah memberikan peringatan sejak jauh-jauh hari agar berteman dengan teman-teman yang baik dan mejauhi teman yang jelek.

Teman yang buruk akhlaknya akan menimbulkan permasalahan baru. Menambah hati tidak tenang dan dirundungmasalah. Maka dari itu jauhilah teman teman yang berakhlak buruk.

  1. Puasa

Puasa akan menjernihkan hati dan pikiran. Ini termasuk hikmah yang jarang diketahui manusia. Dengan meninggalkan berbagai kenikmatan dan keinginan jiwa ketika berpuasa, akan membuat pikiran dan hati menjadi jernih dan bersih. Hati dan pikirannya akan terpusat untuk berdzikir dan beribadah. Karena banyak makan dan minum akan membuat hati menjadi lalai dan sibuk, bahkan tidak mustahil mambuat hati menjadi keras dan gersang.

Puasa yang hakiki adalah puasa yang mencegah pelakunya dari perbuatan maksiat, mencegah akal sehat dari kungkungan hawa nafsu.  Jika semua ini dilakukan, maka sangat dipastikan orang yang berpuasa hidupnya akan tenang, tidak gundah gulana, karena kemaksiatan tidak membawa pelakunya kecuali kebingungan, keterikatan hati dan lain sebagainya.

Al-Imam Ibn al-Qoyyim al-Jauziyyah berkata, “Orang berpuasa yang sebenarnya adalah orang yang menahan anggota badannya dari segala dosa, lisannya dari segala dusta, perutnya dari makanan, minuman dan farjinya dari jimak. Bila berbicara, dia tidak mengeluarkan perkataan yang menodai puasanya. Jika berbuat, dia tidak melakukan hal yang dapat merusak puasanya.  Demikian pula amal perbuatanya, ibarat wewangian yang dicium baunya oleh kawan duduknya. Seperti itu juga orang yang berpuasa, kawan duduknya mengambil manfaat dan merasa aman dari kedustaan, kemaksiatan dan kedzalimannya. Inilah hakikat puasa yang sebenarnya, bukan hanya sekedar menahan diri dari makan dan minuman.”[6]

Puasa ramadhan termasuk salah satu rukun islam. Secara umum, tujuan disyariatkannya puasa adalah agar seseorang menjadi hamba yang bertaqwa. Allah menegaskan :

يأيها الذين ءامنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”  ( QS. Al-Baqoroh : 183)

  1. Dzikrullah

Dzikir bagi hati ibarat air bagi ikan, maka bagaimanakah keadaan ikan jika dipisahkan dari air? Dzikir dapat membersihkan jiwa dari kelalaian dan kealpaan, obat dari kerasnya hati.

Suatu ketika ada yang mengadu kepada al-Imam al-Hasan al-Basri Rahimahullah: “Wahai Abu Said, hatiku keras bagaimana obatnya? Beliau menjawab, “Obatilah dengan berdzikir!’’

Allah berfirman yang artinya : “ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Rad’ : 28)

Ketahuilah, hati dan jiwa tidak akan merasa tenang dan tentram, hidup akan terasa indah kecuali dengan melakukan ketaatan Allah. Adapun jalan selain itu, seperti minum obat penenang, konsumsi yang haram brupa narkoba dan selainnya adalah jalan setan yang akan membuat diri semakin gelisah, tidak tenag dan hidup tidak akan indah.  Allahu al-Musta’an.

Diambil dari       : Bundel Al-Furqon dan  Al-Qur’an Al-Karim

Disalin oleh     : Ayesa Artika Aprilia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.